Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Kunjungan itu...

Priska's picture

Kemarin, hari Selasa tanggal 17 Juni 2008, SMP Terang Bangsa ngadain kunjungan ke calon2 murid dari kalangan anak2 raja (sebutan untuk mereka yang mendapat beasiswa). Selain berkunjung, kami juga membawa satu paket bingkisan berisikan makanan dan alat2 tulis. Ini pengalaman pertamaku ikut kunjungan semacam ini. Ada 54 anak yang harus dikunjungi, dari berbagai daerah (ada yang lumayan deket, tapi ada juga yang jauuuhhh sekali). Bagi yang jauh, tak terbayang olehku... bagaimana mereka nanti akan datang ke sekolah tiap harinya.... Innocent

Karena jumlah anak yang lumayan banyak dan daerah yang berpencar-pencar, pada akhirnya dibagi per tim per daerah. Setiap tim beranggotakan 5 orang, dengan membawa daftar alamat + bingkisan sebanyak 8 buah. Awalnya aku mendapat jatah di daerah Semarang Utara. Tapi ketika aku melihat di daerah Semarang Barat ada satu daerah yang beralamatkan kelurahan Sekaran (lokasi kampusku dulu), aku minta pindah di daerah Semarang Barat. Wah, tapi untuk minta pindah itu... aku harus merayu seorang guru untuk bertukar tempat denganku. Akhirnya... berhasil!!! Cool

Bukan tanpa alasan aku meminta pindah. Selama 4 tahun aku hidup di Sekaran, daerah itu begitu hijaunya, sampai2 aku tidak pernah lihat orang pergi ke gereja tiap minggunya (kecuali anak2 kost, yang tidak malas untuk menghabiskan waktu menuruni gunung... dan bergereja di Semarang bawah.... he he he... Tongue out)

Kami mulai berangkat dari sekolah jam 8.30. Tiap2 orang dengan timnya masing2. Timku juga berangkat... meluncur ke daerah yang dituju. Tapi eittsss... kami berlima bawa motor masing2. Duh... ini bakal repot, apalagi harus membawa bingkisan 8 buah. Piye ya...??? Undecided. Karena tempat kunjungan itu dekat dengan kosku, akhirnya tempat pertama yang dituju justru kosku. Setelah 2 motor di parkir dengan benar, barulah kami ber-5 berangkat menuju lokasi2 yang alamatnya tertera di kertas yang telah kupegang. Sejujurnya, aku tak pernah tahu, dimana lokasi tempat2 itu... Laughing

Wedew... alamat2 itu... luar biasa!!! Kami harus masuk melewati gang2 kecil dan bertanya kesana kemari... barulah bisa menemukan satu alamat. Begitu seterusnya sampai ke-8 alamat itu selesai. Sempet juga sih, hampir2 aku menyerah ketika ada 2 alamat yang sama sekali orang2 di daerah itu tidak tahu kalo ada alamat itu. My God... how come??? Padahal kami sudah berada di lokasi yang tepat. Tapi, tidak pernah dikenal ada nama anak itu.... Yell

Ternyata... eh ternyata.... nama panjang dengan nama panggilan sang anak, itu berbeda.... Busyet...... Cool

Jam 1 siang kami sudah menyelesaikan semua kunjungan yang ada. Lalu kami makan, dan pulang.... cape' juga sih, keliling putar2 Semarang Barat sampai arah Gunung Pati seharian penuh.... Frown

Di kost... tiba2 saja aku ingat dengan ke-8 anak beserta keluarga yang kami kunjungi. Aku ingat rumah yang mereka tinggalin, keadaan mereka, daerah mereka... Hampir semua keadaan mereka sama persis. Mereka tinggal di lingkungan yang cukup kumuh. Daerah dengan gang2 kecil yang cukup kotor, rumah dengan petak2 kecil yang ditinggali cukup banyak orang. Bahkan ada satu rumah berukuran 7 X 8 meter yang dihuni 11 orang. Rumah itu terbagi dengan sekat2 papan, dengan berbagai macam aksesoris berupa baju yang tergantung di sana sini karena tidak ada almari. Bagaimana bisa ya.... mereka hidup di lingkungan seperti itu??? Yah... tak ada pilihan lain lagi bagi mereka.... Cry

Tiba2 hal itu benar2 menguatkanku. Meski (dulu, sewaktu hengkang dari rumah) aku juga cuman bermodal satu tas baju dan uang 50 ribu, tapi hal itu bisa membuatku menyelesaikan kuliahku, dengan berbagai macam fasilitas yang Tuhan sediakan sekarang ini. Meski sempet juga ngerti rasanya 1 bulan makan mie instant, puasa 2 hari, jalan kaki dari Semarang Utara ke Semarang Barat... tapi tak pernah sekalipun aku dibawa Tuhan untuk tinggal di tempat2 seperti anak2 itu tinggal.... Cry

Detik itu... aku jadi ngerti, kenapa Tuhan mau aku ada di pelayanan sekolah ini. Buat berbagi kasih dengan mereka... karena aku juga ngerti, demikian Tuhan sayang sama aku, begitu pula Tuhan sayang dengan mereka.... I love you all.... Smile

__________________

"I can do all things through Christ who strengthen me"

hai hai's picture

Kisah-Kisah Para Pecundang

Seorang teman bertanya kepada saya, buku apa yang akan menjadi best seller dari generasi ke generasi di Indonesia? Setelah memikirkannya beberapa saat, saya menjawab, “Kisah-Kisah Para Pecundang”, isinya tentang orang-orang malang di Indonesia. Teman itu memandang saya heran lalu bertanya kenapa buku demikian akan laris manis? Saya ngakak lalu bertanya padanya apa yang dia lakukan ketika melihat temannya jatuh atau terjungkal dari kursi yang didudukinya? Dia merenung beberapa saat lalu ngakak dan memakiku “bajingan!” Dia orang Yogya. Kami ngakak bersama lalu saling menatap dan ngakak lagi. Temanku itu lalu bertanya kapan aku akan menerbitkan buku itu? Saya memakinya lalu menjawab, “Ketika saya tidak tahu lagi bagaimana caranya mendapatkan uang dengan cara lain atau sampai saya harus membuktikan bahwa orang Indonesia memang merasa SENANG ketika melihat orang lain lebih malang dari dirinya.” Mungkin sudah saatnya saya mengumpulkan kisah-kisah itu karena setelah BBM naik harga barang-barang yang lain juga naik? Ini saatnya menerbitkan buku demikian untuk menghibur masyarakat Indonesia? Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak
__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak