Facebook bisa membunuhmu, begitu judul blog yang pernah aku tulis. Dalam menyeleksi daftar GWB (Guru Wiyata Bakti) yang aku miliki, yang pertama aku lakukan adalah melacak nama-nama ini di rimba raya facebook. Ada 1 yang aku gugurkan karena walau di catatan yang disertakan dia menulis mendapat honor 100 rb sebulan dari sebuah SDN, ternyata facebook-nya bercerita lebih lengkap. Dia sudah S2 teologi, jadi dosen teologi dan sedang mencari sponsor sekian puluh juta rupiah untuk mendapatkan S3-nya. Woooow. 
Kali ini facebook membuatku termangu-mangu. GWB ini ternyata juga punya facebook dan foto dirinya di sana cantik sekali. Di fotokopi KK-nya hanya ada namanya dan nama seorang anak laki-lakinya berusia 7 tahun. Nah loe, janda lagi. Padahal aku harus mengunjungi rumahnya untuk memastikan rumahnya bukan gedung dengan 2 mobil terparkir di garasinya seperti yang pernah aku jumpai sebelumnya.
Lalu apa masalahnya? Hehehehe masa harus aku tulis di sini? Bukankah di Doa Bapa Kami tersirat permohonan “jangan biarkan kami memasuki pencobaan” ? Padahal aku gampang lembek hati dan macet kalkulatorku bila dihadapkan wajah rupawan sehingga hanya “tulus seperti merpati” tanpa “cerdik seperti ular”. Dan aku tidak ingin mengalami peristiwa yang menimpa beberapa orang karena mengabaikan Firtu di Yakobus 1:27 “Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.”
Jadi aku pergi ke ru