Aku sekarang duduk di sini
Mencoba berteriak tentang diri yang hancur ini
Mencoba menata setiap kepingan kepingan hati
Tapi tak seorangpun mengerti
Empat kali sudah aku diperkosa
itu menurut orang
Aku sendiri sudah tidak mengingatnya
Entah berapa kali, aku sudah tidak peduli
Aku sudah tenggelam dalam kesedihan tiada ujung
Bahkan aku sudah terbiasa dengan itu
Tak seorang pun bisa menyelami dasar hatiku
Padanya telah kubangun tembok yang dingin dan tinggi
Tak seorang pun bisa menahan dinginnya
Tak seorang pun bisa mendaki terjalnya
Aku sepi
Aku patah
Aku hancur
Aku hilang
Tak seorang pun bisa mengerti
Aku tak peduli
Bahkan sudah tidak dapat menyelami
Apa artinya hari Kartini
Bahkan tak bisa menjangkau emansipasi
Ada yang berkata,
Kita adalah perempuan bukan wanita
Perempuan adalah seorang yang agung
Sosok yang memiliki kekuatan
Sosok yang dihormati
Sosok yang dipertuan
Lalu aku apa?
Jauh
Jauh sekali
Tetapi aku tidak bisa memungkiri jenis kelaminku
Ada yang berkata,
Jangan mau dipanggil wanita
Wanita itu menurut mereka yang sastrawan adalah betina
Sosok yang diperlakukan seperti binatang
Sosok yang tabu untuk menunjukkan protes
Sosok yang pantang untuk menghadapi tantangan
Sosok yang hukumnya berdiri di belakang
Di mana kah aku?
Kaum feminis mengusung kesetaraan gender
Menerobos budaya paternalistik
Hingga kini upaya itu terus bergaung
Meski gaungnya kadang mengendap nyaris tak berwujud
Lalu
Aku siapa
Aku di mana
Siapa yang mau peduli
Komnas HAM
Kaum feminis
Para teolog
Agamawan
Mari kita lihat