Senin siang 12 Oktober 2015 aku ke ATM BRI dan BCA untuk mentransfer uang ke 10 nomor rekening mereka yang namanya ada dalam daftar “Cluster Teol”. Bulan Agustus aku mentransfer Rp.2.754.572,- untuk 9 orang; September Rp.3.205.090 untuk 10 orang; dan bulan ini Rp.3.405.100,- untuk 10 orang. Santunan bulan ini naik karena beberapa di antara mereka aku naikkan donasinya sebab mulai awal bulan Oktober masuk 1 donatur baru.
Perbedaan besarnya donasi untuk mereka dikarenakan adanya perbedaan kebutuhan dan penghasilan tetap mereka, bukan karena perbedaan denominasi gerejanya.
No.1 – Rp.400.510.- pendeta – kisahnya telah kutulis dengan judul “Gereja Mewah sekaligus Mesum”.
No.2 – Rp.400.510.- pendeta – “Berawal dari Warung Mi Jowo”.
No.3 – Rp.350.510.- pendeta – “Derita Calon Pendeta”.
No.4 – Rp.350.510.- pendeta – kisahnya belum sempat kutulis di sini.
No.5 – Rp.400.510.- pendeta – “Pejuang Pantang Berhenti Berperang”.
No.6 – Rp.350.510.- Guru Wiyata Bakti – “Menyalakan Pelita di Gunung Kalong”.
No.7 – Rp.300.510.- GWB – “Nemeni Sekalian Neneni”.
No.8 – Rp.300.510.- GWB – “Perjuangan Seorang Perempuan”.
No.9 – Rp.300.510.- GWB – “Woow Guruku Cantik Sekali”.
No.10 – Rp.250.510.- Mahasiswi Teol – “Sang Vokalis Dari Timur”.
Tidak setiap orang mampu melaksanakan Amanat Agung secara lengkap seorang diri. Sejak dahulu mereka yang telah dibekali pengetahuan teologi sulit bergerak apabila tidak ada orang-orang yang membagikan uang untuk mereka. Jikalau para pengemban Amanat Agung diibaratkan Musa, marilah kita membantunya seperti Harun dan Hur yang menopang tangan Musa (Keluaran 17:12).
Melalui blog ini aku meneruskan ucapan terima kasih para penerima donasi itu yang hari ini aku terima lewat sms kepada para donatur Cluster Teol.