KORELASI KETRITUNGGALAN ALLAH DALAM KESELAMATAN
Allah mempunyai tiga pribadi yang disebut Tritunggal. Dalam hubungannya dengan manusia, Allah tidak dapat bekerja hanya melalui masing-masing pribadi secara terpisah, tetapi harus bekerja sama secara bersama-sama sebagai satu kesatuan. Dengan memunculkan pribadi kedua dan ketiga dari Allah Tritunggal sebegai pemeran utama untuk menyelesaikan tugas yang direncanakan-Nya sebagai Allah Tritunggal secara kesatuan.
Pernyataan yang ditulis oleh Rasul Yohanes mengatakan: tidak seorang pun yang pernah melihat Allah, tetapi Anak Tunggal Allah yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang mengatakan-Nya (Yoh 1:18). Begitu pula pengakuan yang sama dari Rasul Paulus bahwa “Allah Bapa tidak dapat dilihat oleh manusia” (I Tim 6:16). Di sepanjang sejarah Perjanjian Lama menunjukkan secara konsisten bahwa tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah Bapa. Yang dilihat oleh Abraham, Yakub, Musa, dll adalah Jehova atau Yesus Kristus sebagai pribadi kedua dari Tritunggal dalam wujud manusia atau malaikat (Yes 43:11; Ibr 1:5).[1]
Untuk menggenapi hal ini, Allah Bapa tidak pernah memperlihatkan diri-Nya dalam hubungan-Nya dengan manusia. Untuk itu Allah Bapa menyerahkan tugas-Nya kepada Yesus Kristus sebagai Pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang memang telah dipersiapkan untuk memperlihatkan diri di dunia kepada manusia, termasuk pada saat Dia mnyelamatkan manusia dari dosa. Di mana untuk itu Yesus Kristus, seratus persen berinkarnasi menjadi manusia dan bergaul mendekati dan berinteraksi dengan manusia selama tiga puluh tiga setengah tahun, sampai Ia kembali ke Sorga.
Karena adanya keterbatasan Yesus Kristus di dunia sebagai manusia, yang dilakukan dengan mengosongkan diri-Nya sebagai Allah dengan tidak mengagungkan sebagian besar atribut-atribut Allah yang dimiliki-Nya (Flp 2:5-8), di mana diantaranya Ia tidak dapat hadir di mana-mana pada saat yang bersamaan (terbatas dalam ruang dan waktu). Berbeda kondisinya setelah Yesus Kristus mati di kayu salib dan kemudian bangkit oleh Roh Kudus dari antara orang mati (Rm 8:11), Ia bangkit sebagai pribadi kedua dari Allah Tritunggal di mana segala kepenuhan dan atribut-atribut Allah telah kembali dimiliki-Nya (Mat 28:18; Kol 2:9; Flp 2:10-11). Ia dapat menembus ruangan yang tertutup dengan pintu-pintu yang terkunci pada saat murid-murid-Nya merasa takut untuk memberikan damai sejahtera kepada mereka (Yoh 20:19, 20).
Kerjasama antara Allah Bapa dan Anak sebagai suatu kesatuan, tersirat dari jawaban Yesus Kristus atas permintaan Filipus untuk menunjukkan Allah Bapa kepada mereka (Yoh 14:8). Yesus Kristus mengatakan: “… barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa, bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah Engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakana kepadamu, tidak Aku katakana dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku, ….” (Yoh 14:9-11).
Akumulasi dari ayat-ayat dia atas memberikan pemahaman bahwa apabila umat-Nya melihat Yesus Kristus dalam wujud seorang Anak Manusia sebagai Pribadi kedua dari Allah Tritunggal, berarti mereka telah melihat Allah Bapa di dalam Yesus Kristus, karena Allah Bapa tidak dapat dilihat oleh manusia, tetapi melalui Yesus Kristuslah mereka dapat melihat Bapa. Hal itu dimungkinkan, karena Yesus Kristus merupakan Allah dengan segala kepenuhan serta atribut-atribut Allah secara kesatuan ada pada diri-Nya (Kol 2:9).
Roh Kudus bekerja dengan Yesus Kristus, pada saat Ia mengurapi Yesus waktu dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan dan memimpin serta menyertai Yesus Kristus dalam setiap aktivitas-Nya di dunia. Roh Kuduslah yang membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati setelah Ia mati di kayu salib dan dikuburkan (Rm 8:11).
Setelah Yesus Kristus kembali ke Sorga, Allah tritunggal secara bersama-sama sebagai satu kesatuan menyerahkan tugas-Nya dalam berhubungan dengan manusia, melalui Roh Kudus (Yoh 14:16-17,26). Pada saat ini pemeran utama sebagai Allah dikerjakan oleh Roh Kudus, sampai kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya untuk menjemput umat pilihan-Nya dan mengadili seluruh umat manusia (Yoh 14:18-19; Why 20:11-15). Roh Kudus di dunia bekerja lewat umat Allah dan berdiam di dalam tubuh umat-Nya yang menjadi Bait Roh Kudus (Yoh 14:17; I Kor 6:19).
Roh Kudus mewahyukan kebenaran untuk membantu umat Allah mengerti apa yang diajrkan oleh Tuhan Yesus Kristus yang tertulis dalam Firman Allah, sehingga umat-Nya diingatkan dan dibimbing kepada Jalan Kebenaran (Yoh 14:26; 2 Tim 3:16; 2 Pet 1: 20-21). Umat Allah akan melihat Allah Tritunggal secara penuh pada saat Yesus Kristus datang pada kali yang kedua (Yoh 14:20; I Kor 13:12; Why 21:3,22).
Rasul Paulus mengakui keberadaan Allah Tritunggal melalui doa berkat-Nya yang dijadikan standar pemberkatan dalam gereja-gereja pada umumnya yakni: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kasih Allah dan Persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (2 Kor 13:13) dan doa umat-Nya ditutup dalam nama Bapa dan Anak dan Roh kudus (Mat 28:19b-20).
__________________
Jimmy R.L. Kambey, M.Th
Tou9h T!me Te4cH Tru5T To THee [7-T]

