Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Tetragrammaton

victorc's picture

Shalom selamat pagi saudaraku. Menyambung artikel sebelumnya tentang berbagai varian Alkitab berbahasa Indonesia (1), selama tiga hari terakhir diskusi menghangat kembali dalam grup WA kami  khususnya menyangkut bagaimana penyebutan yang benar akan nama TUHAN.


Berikut adalah komentar saya beserta tanggapan dari pak Agna, seorang rekan diskusi:

"Saya mencoba memahami argumen pak Agna begini:

1. Memang bagi mereka yang belajar bahasa Ibrani, Tetragrammaton itu lazimnya dibaca sebagai Yahweh.* Itu satu kemungkinan, namun bagaimanapun juga itu ada unsur "guessing" (menebak), yaitu mengisi tanda vokal di antara konsonan.

A**: Dulu Israel selama beberapa generasi memang melafalkan, dan Musa yang mengajarkan bagaimana melafalkan nama diri TUHAN. Setelah hilangnya Tabut perjanjian, mereka tidak lagi melafalkan nama suci YHWH, kecuali nama-nama suci lainnya.

2. Bagaimanapun juga kita tidak pernah akan tahu bagaimana orang-orang pada zaman Adam, Nuh, Henokh, Seth memanggil nama YHWH.*** Jadi tradisi Yahweh lebih banyak karena konvensi.

A: Tradisi Yahweh ada pada komunitas Yahudi yang mana saya belum menemukan dan masih dalam pencarian. Kalau ada yang mengetahui mohon disampaikan dalam grup ini, bahwa ada komunitas Yahudi yang memiliki tradisi Yahweh. Kami tahu ada komunitas yang mendewakan Yahweh, tetapi tidak ada hubungannya dengan YHWH.****

3. Di kalangan para ahli, ada yang mengkhususkan diri untuk menekuni nama Tetragammaton ini.******* Dua di antara kemungkinan pelafalan adalah: Yahwiyu dan YaHuWaH. Lihat (4). Bandingkan juga dengan artikel lain tentang "pronounciation" dari YHWH (5)(6).

A: Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan, jika 4 huruf suci: YHVH dibubuhi vokal, kita akan menemui aneka ragam kombinasinya.*****

Yahavah - Yahaveh - Yahavih - Yahavoh - Yahavuh

Yahevah - Yahevah - Yahevih - Yahevoh - Yahevuh dst.

4. Jika kita menerima bahwa nama Ibrani dari Yesus adalah "Yahoshua" atau "Yahushua," maka agaknya nama diri untuk Dia Yang Lanjut Usia dan Yang Maha Tinggi itu barangkali lebih tepat adalah: YaHuWaH.

A: Banyak yang hanya menebak atau menduga bahwa empat huruf ini dibunyikan Yahavah, Yehuwa, Yaheveh, Yahuwah, Yahaveh dst, jadi semuanya hanya menduga sehingga akhirnya baik Yehovah, Yahuwah maupun Yahweh hanyalah merupakan nama "dugaan."

5. Namun semua ini perlu disikapi dengan penuh kerendahan hati, bukan kesombongan. Wong kita juga hanya bisa "guessing." Lebih baik energi dan waktu yang singkat ini digunakan untuk menjangkau orang-orang yang masih belum diselamatkan.

A: betul sekali. Karena itu janganlah Yahweh diproyekkan. Hal seperti ini tidak memuliakan nama Tuhan. Mari kita umkris Indonesia menghasilkan buah-buah iman sesuai tanggungjawab dan talenta masing-masing.

 

Diskusi

Dari diskusi selama beberapa pekan ini, sepertinya memang ada sekelompok penerjemah Alkitab yang ngeyel, meski dengan alasan yang cenderung eisegesis ketimbang ekegesis. Mungkin mereka baru mengambil kursus bahasa Ibrani dari Yerusalem, saya juga tidak tahu. Saya pernah menulis bahwa aliran pemujaan nama Yahweh ini cenderung ke arah "Christian Judeo Unitarian Modalism."******** (2)

Dalam sejarah, memang selalu ada sekte-sekte yang berusaha menjadi yang paling puritan di antara kaum Yahudi, bisa disebut misalnya sekte Esseni atau sekte Ebionit.****** Apakah kelompok pemuja nama Yahweh ini memang berniat meng-ebionisasi-kan umat Kristen di Indonesia? 

Saya kira gejala itu yang perlu dicermati, karena saya juga mendengar bahwa ada gereja-gereja tertentu (misalnya di Semarang) yang berusaha mengembalikan tradisi Yudaisme ke dalam liturgi gerejawi. Saya tidak bermaksud melebih-lebihkan kecenderungan eksentrik ini, sebab saya mendengar ada beberapa gereja yang mulai memperkenalkan jubah imam Yahudi dalam liturgi gerejawi.

Bahkan ada yang mulai menerbitkan Alkitab PB khusus yang hanya memuat Injil Sinoptik dan Kisah Para Rasul, sementara surat-surat termasuk tulisan-tulisan Rasul Paulus tidak disertakan. Kecenderungan membuat kanon dalam kanon, serta menolak kerasulan Paulus ini merupakan salah satu ciri khas sekte Ebionisme. 

 

Penutup

Saya menghimbau kepada para gembala sidang di seluruh Indonesia: boleh saja kalian menyuruh umat yang kalian pimpin untuk kembali ke asal (back to basics), tapi janganlah menciptakan kerohanian yang bersifat legalistik dan ragawi (jasmaniah) saja. Itu hanya akan membuat sekelompok umat Kristen Farisi.  Lihat perjuangan para rasul untuk membebaskan Gereja Perdana dari tuntutan legalisme Yahudi, dalam Kisah Para Rasul 15.

Bagi umat Kristen yang masih terombang-ambing akan berbagai angin pengajaran, sebaiknya berdoalah mohon bimbingan dari Roh Kudus, sehingga Anda tidak mudah digoyahkan oleh para pengajar yang cenderung egosentris tersebut.

versi 1.0: 30 juni 2017, pk. 11:32

versi 1.1: 30 juni 2017, pk. 13:08

VC

 

catatan:

* lihat misalnya kamus di belakang Alkitab versi LAI 1974

** komentar dari pak Agna. Terimakasih ya pak atas konentarnya.

*** diduga sebelum masa Musa, orang pada waktu itu menggunakan bahasa Israel kuno, yang disebut Ancient Pictographic Hebrew. Lihat diskusi di (3)

**** sekadar usul, mungkin cara terbaik untuk melacak bagaimana umat Yahudi waktu itu memanggil nama Tuhan, adalah dengan melihat temuan-temuan prasasti pada waktu itu, termasuk misalnya Dead Sea Scrolls.

***** untuk permainan kombinatorik tentang nama YHWH ini, lihat misalnya novel detektif karya Umberto Eco, judulnya Foucault Pendulum. Lihat (7)

****** tentang sekte Ebionisme, lihat misalnya: https://www.gotquestions.org/Docetism-Apollinarianism-Ebionism-Eutychianism.html; lihat juga https://id.wikipedia.org/wiki/Ebionisme

******* tentang Tetragrammaton dan kombinatorik, lihat misalnya: http://www.abovetopsecret.com/forum/thread444164/pg1&mem=Blue_Jay33

*******tentang Unitarianisme, lihat: https://plato.stanford.edu/entries/trinity/unitarianism.html

 

Referensi:

(1) http://sabdaspace.org/jglt

(2) http://sabdaspace.org/pagar

(3) http://sabdaspace.org/paku 

(4) http://yahushua.net/YHWH.htm

(5) http://yhvh.name/?w=710

(6) https://broduaneblog.wordpress.com/2017/03/02/is-yahuah-the-correct-way-of-pronouncing-yhwh-and-is-yahusha-the-correct-name-of-his-son/

(7) Umberto Eco. Url: http://www.goodwin.ee/ekafoto/tekstid/Eco%20Umberto%20-%20Foucault%27s%20Pendulum.pdf

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.