Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

TEKANAN DALAM FISIKA DAN TEKANAN DALAM HIDUP ORANG PERCAYA

mariano nathanael's picture

Sangat menarik jika kita memperhatikan hukum-hukum fisika (hukum-hukum tentang alam) karena ternyata ada kesamaan prinsip antara hukum-hukum fisika dan prinsip-prinsip dalam kehidupan rohani orang percaya. Bagi saya, ini menyatakan bahwa pencipta alam rohani dan pencipta alam fisik adalah sama.

Salah satu contoh mengenai hal ini adalah Hukum tentang tekanan dan usaha gas yang terdapat dalam hukum termodinamika yang pertama. Hukum tersebut memberikan persamaan energi gas pada kondisi isobarik, yaitu :
W = P.(V2-V1)

Mungkin yang tidak berkecimpung dalam persoalan termodinamika kurang memahami makna persamaan di atas. Karena itu saya akan mencoba menyederhanakannya dalam kata-kata yang sesederhana mungkin, yaitu :
"Semakin besar tekanan, maka usahapun akan meningkat, atau dengan kata lain ada suatu tenaga yang besar jika tekanan semakin besar".

Mari kita ambil contoh-contoh praktis pemanfaatan persamaan di atas dalam kehidupan sehari-hari :

1. Teko yang bisa 'bersiul' jika air di dalamnya mendidih. Teko ini menggunakan prinsip tekanan. Air yang mendidih mengubah wujud cairnya menjadi wujud gas, karena gas bertambah, maka tekanan akan bertambah besar, dan tekanan ini berubah menjadi tenaga yang mendorong gas untuk melewati lorong sempit dan energinya sebagian diubah menjadi energi bunyi yang terdengar sebagai 'siulan', sehingga menjadi indikator bahwa air di dalam teko sudah mendidih.

2. Mesin uap. Mesin ii secara sederhana menghasilkan uap yang dimampatkan. Semakin mampat, maka tekanan gas semakin besar, ketika gas ini dibebaskan keluar dalam suatu lubang yang sempit, maka gas ini akan menggerakkan mesin. Sehingga, semakin besar tekanan gas yang bisa dihasilkan, semakin besar pula tenaga yang dihasilkan.

3. Balon jika ditiup kemudian tutup balon dilepaskan, maka udara dalam balon akan keluar dan mendorong balon untuk bergerak kesana dan kemari. Dalam skala yang besar, prinsip ini digerakkan untuk menaikkan roket ke luar angkasa dengan kecepatan yang fantastis, minimal roket harus bergerak 11 km setiap detiknya supaya roket tidak jatuh kembali ke bumi, tetapi bisa lepas ke luar angkasa. Bayangkan betapa besar tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan roket yang beratnya ribuan ton itu!

Disini dapat diambil suatu prinsip, yaitu semakin besar tekanan, maka tenagapun akan semakin besar. Jika kita menariknya kedalam alam rohani, kita akan menyadari satu prinsip penting dalam pertumbuhan orang percaya.

Orang percaya tidak ada yang tidak bisa lepas dari 'tekanan', yaitu beban, pergumulan, masalah, dll. "Tekanan' ini sangat berguna bagi kehidupan rohani orang percaya, karena dibalik tekanan ini akan dihasilkan satu kekuatan rohani. Boleh dikatakan bahwa semakin besar tekanan yang pernah dialami oleh orang percaya, maka kita bisa melihat semakin besar juga kekuatan rohaninya, artinya orang tersebut semakin mengenal jalan-jalan Tuhan, semakin dekat dengan Tuhan dan semakin dewasa dalam rohani.

Tekanan demi tekanan Tuhan ijinkan terjadi dalam kehidupan orang percaya adalah untuk kebaikan orang percaya tersebut, yaitu untuk menghasilkan manusia yang rohani dan dewasa, dan menurut 1 Kor 10:13, tekanan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita ternyata sudah dibatasi olehNya sehingga kita pasti dapat menanggungnya.

Tetapi terkadang, jika kita melihat pengalaman kita, sering tekanan yang menimpa hidup kita ini dihadapi dengan keluhan, sering dihadapi dengan pemberontakan dan sering dihaddapi dengan melarikan diri dari tekanan, padahal menurut prinsip rohani (yang dinyatakan dalam prinsip fisika tentang tekanan) tekanan itu berguna untuk membangkitkan kekuatan rohani kita, atau untuk membuat kita semakin dewasa di dalam Tuhan. Disini kita harus mengakui kelemahan kita padaNya dan mulai belajar memandang 'tekanan' hidup dalam cara pandang Allah.

Sebenarnya saya tidak bermaksud memberikan khotbah disini, tetapi saya mau menyatakan bahwa hukum-hukum fisika ternyata merupakan pernyataan dari prinsip-prinsip rohani dalam kehidupan orang percaya.

 

the blue's picture

@mario nathanael: Kuliah thermo pasti dapet "A" nih..

Kesimpulannya Energi ato usaha berbanding lurus dengan tekanan...gitulah ya...

Coba mo nambahin aja... para engineer yang mendesign peralatan proses dlm pabrik juga memperhitungkan beban yang harus ditanggung disesuaikan dengan kekuatan materialnya. Apalagi TUHAN yang lebih mengetahui kita pribadi lepas pribadi... yang membentuk kita sejak di dalam rahim. Tuhan mengetahui batas kemampuan kita menanggung beban.

 

__________________

KasihSetiaNyaKekalSelamanya

mariano nathanael's picture

Bung the Blue Makasih buat

Bung the Blue

Makasih buat sanjungannya, tapi saya gak pernah dapet kuliah khusus thermo, saya cuman guru fisika SMA yang tertarik melihat hubungan hukum-hukum fisika dan hukum-hukum rohani

antisehat's picture

@mariano: fokus

dear mariano, salam kenal dan ikutan komen yaaa...

 

karena manusia diberi akal budhi, maka:

menurut saya...

menghindari tekanan lebih bijak daripada mengobati tekanan...

 

sebab lebih bijak berfokus pada peluang atau kesempatan

hehe...

___________________________

giVe tHank’s wiTh gReaTfull heArt

www.antisehat.com

 

mariano nathanael's picture

Ya, fokus kita bukan

Ya, fokus kita bukan mencari-cari tekanan, tetapi kadangkala tekanan itu mau tidak mau pasti kita hadapi kok, jadi hanya berfokus pada peluang atau kesempatan juga kurang seimbang tanpa persiapan menghadapi tekanan, ya kan...