Submitted by Adrina on

Saya akan memberikan tanggapan terhadap suatu ajaran yang di yakini oleh Vantillian, tentang hubungan antara Taurat dan iman dalam  keselamatan manusia. Perlu diketahui, ketika saya menanggapi ajaran seperti ini, saya tidak bermaksud untuk menyerang atau menjelek-jelekkan pribadi orang tersebut. Hal ini dilakukan hanya untuk memberi sebuah pandangan alternatif berdasarkan Kitab Suci. Terserah para pembaca, mau mengikuti pandangan saya atau pandangannya.

Karena topik ini cukup penting, saya mengundang partisipasi seluruh pengguna / pembaca SS untuk memberikan saran / masukan, agar kita bisa semakin mengerti dan bertumbuh bersama-sama dalam Firman Tuhan.

Selamat membaca!


Taurat dan Iman---Keselamatan bangsa Yahudi dan non-Yahudi
By Vantillian - Posted on Maret 7th, 2010


Blog ini akan membahas beberapa bagian penting yang berkaitan dengan pernyataan yang dituliskan oleh murid Budi Asali mengenai hubungan Taurat dan keselamatan. Apakah Taurat berperan dalam keselamatan orang percaya? Salah mengerti hubungan ini akan berakibat fatal dalam pemahaman tentang doktrin keselamatan yang diajarkan Alkitab. Itulah yang Paulus jabarkan dengan panjang lebar dalam surat Galatia. Paulus menekankan dengan SANGAT keras mengenai Injil yang lain.

Tanggapan Adrina:
Kitab Suci (termasuk Taurat) adalah wahyu khusus yang diberikan Allah, supaya  manusia dapat mengenal-Nya dengan jelas dan benar. Jadi, wahyu khusus ini memang sangat berperan dalam keselamatan orang percaya.

Apakah Injil yang lain itu? Injil yang lain adalah Injil ditambah dengan ketaatan kepada Taurat. Injil ditambah dengan perbuatan manusia untuk memenuhi Hukum Taurat. Paulus menegur jemaat Galatia karena telah terpesona oleh ajaran yang mengingkari sifat esensial Injil sendiri. Yaitu ajaran yang kembali kepada ketaatan Hukum Taurat. Ajaran untuk mendasarkan kepada perbuatan dan bukan kepada Penyataan Kristus. Saya menamakannya ajaran Injil PLUS. Paulus bahkan mengutuk ajaran Injil PLUS ini dengan perkataan keras.

Galatia 3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

Galatia 3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?

Tanggapan Adrina:
Latar belakang dari surat Galatia ini adalah dikarenakan adanya beberapa guru Yahudi yang mengajarkan bahwa keselamatan itu tidak cukup hanya karena iman / percaya pada Kristus, tetapi harus ditambah dengan melakukan hukum Taurat. Oleh karena itu, rasul Paulus menekankan habis-habisan bahwa manusia bisa dibenarkan / diselamatkan HANYA lewat IMAN pada Kristus.

Gal 2:16  “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat.”

Rasul Paulus tahu betul, keselamatan diperoleh hanya lewat iman, dan karena itu diapun percaya kepada Kristus dan dibenarkan.

Vant, anda sudah lakukan hal ini atau belum? Sudahkah anda percaya pada Yesus? Ingat beriman / percaya pada Yesus adalah SYARAT agar manusia selamat. Tanpa hal itu, mustahil!

Taurat adalah Hukum yang mengikat semua orang berdosa supaya murka Allah tetap adil berlaku bagi semua manusia. Taurat ada tertulis dan tidak tertulis. Taurat tertulis adalah Taurat yang diturunkan kepada bangsa Israel. Taurat tidak tertulis adalah Taurat yang ada dalam hati nurani setiap bangsa. Kedua STANDAR Taurat itu sama, yaitu sama-sama mengurung manusia dalam dosanya supaya keadilan dan kemurahan Allah dapat dinyatakan.

Tanggapan Adrina:
Kalau hukum Taurat hanya untuk mengurung manusia dalam dosa, berarti Allah ‘jahat’ karena telah memberikan Taurat? lalu apa fungsi dari Taurat itu sendiri? Bagaimana anda menjelaskan Roma 2:12?

Karena itu Allah dapat menyatakan bahwa semua manusia telah berdosa. Baik bangsa Israel maupun non-Israel TELAH GAGAL dalam memenuhi standar hukum Taurat. Karena itu semua bangsa berada di bawah kutuk Taurat. Kutuk dimana TIDAK ada seorangpun yang setia melakukan sesuatu yang tertulis dalam Kitab taurat.

Galatia 3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."

Tanggapan Adrina:
Secara teoritis, manusia memang bisa diselamatkan karena berbuat baik / melakukan Taurat, tetapi syaratnya harus sempurna! Hukum hati nurani-pun sama, harus sempurna! Namun, tidak ada seorangpun yang bisa setia melakukan Taurat. Dan karena itu, Paulus menegaskan dalam Gal 2:16, manusia selamat hanya karena iman!

Sementara dari pernyataan Adrina, murid Budi Asali menuliskan :

Adrina: “Inilah konsep keselamatan pada jaman PL. Memang, melakukan hukum Taurat yang tidak tertulis (hati nurani), dapat menyelamatkan manusia, tetapi syaratnya HARUS sempurna! Allah kita adalah Allah yang sempurna / kudus, karena itu Dia menuntut kesempurnaan.”

Adrina: “Bangsa Israel memang adalah bangsa yang ‘special’ karena hanya Israel yang memiliki Taurat. Jadi, kalau dikatakan pilihan atas Israel dapat menyebabkan orang Israel yang meresponi Taurat dengan benar dapat diselamatkan, itu memang benar. Kalau dikatakan hanya orang Israel yang percaya pada Taurat yang akan dibenarkan, itu ada benarnya. Kalau dikatakan orang Israel “menghakimi” bangsa lain karena tidak memiliki Taurat, itu juga ada benarnya, karena memang TANPA Taurat, semua manusia binasa!”

Pernyataan yang menggelikan dari seorang Farisi modern. Menuntut bangsa yang TIDAK memiliki Taurat tertulis HARUS SEMPURNA, namun tidak menuntut bangsa yang ADA memliki Taurat tertulis tidak harus sempurna, CUKUP dengan respon saja.

Tanggapan Adrina:
Kesimpulan anda salah total! Saya percaya, jika seseorang mau selamat dengan melakukan Taurat, secara teoritis bisa, tetapi harus sempurna (Gal 3:10). Itu bukan hanya berlaku bagi orang Israel yang punya Taurat, tetapi juga bagi bangsa non Yahudi yang hanya memiliki hukum hati nurani. Namun, sekali lagi saya katakan hal itu tidak mungkin terjadi. Karena itu, IMAN adalah satu-satunya syarat yang dituntut Allah supaya manusia bisa selamat.  

Bukankah semua manusai telah berbuat dosa, hai Adrina?

Tanggapan Adrina:
Ya, benar hai Vantillian! Saya adalah orang berdosa, andapun demikian dan tanpa penebusan Kristus, jangan pernah bermimpi untuk bisa masuk sorga!

Bukankah bangsa Israel juga dituntut untuk sempurna melakukan Taurat namun kenyataannya mereka TIDAK SETIA dan GAGAL? Bukankah standar ini juga berlaku bagi Taurat tidak tertulis? Jika bangsa Israel diselamatkan karena respon terhadap Taurat tertulis, bukankah bangsa lain juga akan diselamatkan karena respon terhadap Taurat tidak tertulis?

Tanggapan Adrina:
Vant, jangan asal ngoceh ndak karuan! Anda sudah menulis tentang wahyu umum dan wahyu khusus, bukankah berarti anda telah memahaminya? Lalu mengapa, disini anda justru menyamakan keduanya? Wahyu umum (alam semesta dan hati nurani), sama sekali tidak dapat membawa manusia untuk mengenal Allah dengan jelas dan benar. Oleh karenanya, manusia tidak mungkin diselamatkan hanya lewat wahyu umum. Karena itu, Allah memberi wahyu khusus (Kitab Suci [termasuk Taurat] dan Yesus), supaya setiap orang yang meresponinya dengan cara percaya pada Yesus, pasti diselamatkan!  

Bukankah dalam kitab Roma Paulus menyamakan standar Taurat tertulis dengan tidak tertulis?

Roma 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.

Roma 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
Roma 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Tanggapan Adrina:
Paulus menyamakan standar Taurat tertulis dengan Taurat tidak tertulis? Menyamakan dalam hal apa? Anda pikir Paulus sedang memaksudkan bahwa wahyu umum (hati nurani) bisa menyelamatkan manusia? Omong kosong!

Paulus juga menyatakan bahwa orang yang tidak mempunyai Taurat akan menghakimi orang yang mempunyai Taurat tetapi yang melanggarnya. Dengan demikian, ini juga membantah BUALAN dari Adrina yang mengatakan : “Kalau dikatakan orang Israel “menghakimi” bangsa lain karena tidak memiliki Taurat, itu juga ada benarnya, karena memang TANPA Taurat, semua manusia binasa!”

Bangsa lain yang tidak memiliki Taurat tertulis juga berhak menghakimi yang punya Taurat tertulis. Ini berarti membuktikan kebenaran bahwa bangsa Israel melakukan Taurat tertulis adalah SAMA DENGAN ketika bangsa lain melakukan Taurat Tidak Tertulis. Sama-sama berhak menghakimi. Ini membuktikan bahwa STANDAR Taurat tertulis dan tidak tertulis adalah SAMA.

Roma  2:27 Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat.

Tanggapan Adrina:

Kalau menyimpulkan suatu teks, jangan hanya berdasar pada teks itu sendiri, tetapi harus berdasar pada konteks yang ada.

Rom 2:21-27  “Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri? Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala? Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain." Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. Jadi jika orang yang tak bersunat memperhatikan tuntutan-tuntutan hukum Taurat, tidakkah ia dianggap sama dengan orang yang telah disunat? Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat.”

Ayat ini sedang menjelaskan tentang ketaatan / perbuatan baik. Hukum Taurat dan hati nurani SAMA, bukan karena sama-sama bisa membawa manusia mengenal Allah dengan benar / jelas, tetapi ini hanya berbicara masalah ketaatan. Mereka yang tak memiliki hukum Taurat, tetapi melakukan hukum hati nurani, dapat dianggap sama dengan mereka yang memiliki Taurat.

Roma 2:17-25, memberitahu tentang orang-orang Yahudi yang brengsek, yang sok mengajar dan mendidik orang lain untuk taat pada Taurat, tetapi dia sendiri telah melanggar Taurat itu. Jadi, karena kemunafikan orang Yahudi tersebut, maka orang non Yahudi (yang melakukan Taurat tidak tertulis), akan menghakimi mereka. Disini Paulus ingin menunjukkan betapa munafiknya orang-orang Yahudi tersebut.

Tetapi bagaimana dengan persoalan keselamatan dalam kaitannya dengan Kitab Suci (Taurat)? Apakah bangsa non Yahudi SAMA dengan bangsa Yahudi?

Rom 3:1-2  “Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat? Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.”

Rom 2:12  "Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat."

Hukum Taurat adalah firman Allah yang dipercayakan bagi orang Yahudi. Roma 2:12 berkata: Orang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa! Berarti, bagi non Yahudi, yang tidak memiliki Taurat, PASTI binasa!

Kesimpulannya : Jika bangsa Israel BISA diselamatkan karena respon kepada Taurat tertulis, berarti bangsa lain juga BISA diselamatkan karena respon kepada Taurat tidak tertulis.

Tanggapan Adrina:
Non Yahudi bisa selamat karena respon terhadap Taurat tidak tertulis? Kesimpulan dari mana? Dari Medan? Atau anda sedang mempraktekan ajaran suhu anda si Hai hai? Beritahu pada ‘guru’ anda silahkan belajar lagi dan langsung turun ke medan laga, jangan hanya bersembunyi dibalik ketiak muridnya saja.

Namun apakah Alkitab mengajarkan keselamatan bangsa Israel pada PL adalah karena respon terhadap Taurat mereka? Kita akan membongkar bualan dan kesesatan murid Budi Asali ini.

Tanggapan Adrina: Monggo mas…

TAURAT dan INJIL dalam keselamatan bangsa Israel dan non-Israel

Jika seseorang dibenarkan karena ada hubungannya dengan Taurat, maka itu karena diperhitungkan dalam perbuatannya. Taurat direspon dengan perbuatan, bukan dengan iman. Seluruh bangsa Israel TELAH gagal dalam memenuhi taurat, karena jika ada kebenaran dari taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.

Tanggapan Adrina:

Melakukan hukum Taurat bisa dibenarkan? Waduh…Farisi benar nih orang!

Galatia 3:10 “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."

Apakah memang ada, orang yang diselamatkan karena melakukan Taurat? Anda pikir orang bisa setia dalam melakukan hukum Taurat?

Saya kira gelar ‘Reformed Farisi’ lebih cocok ditujukan bagi anda dan bukan untuk saya. Anda bukan hanya Reformed gadungan, tetapi juga Reformed Farisi modern yang sok tahu!

Ayat yang sangat sederhana ini saja tidak namun dipahami oleh reformed Farisi sehingga masih mengajarkan ada kebenaran dari Taurat dengan CARA merespon positif kepada Taurat. Inilah pernyataannya :

Adrina: “Mengapa anda katakan bangsa Israel adalah contoh bahwa semua respon manusia terhadap wahyu Allah TELAH GAGAL dalam mencapai standar keselamatan dari Allah? Contoh yang bagaimana? Apakah respon semua orang Israel terhadap hukum Taurat memang telah gagal? Apakah memang semua orang Israel tidak ada yang memberi respon positif terhadap hukum Taurat ? Apakah dengan mereka percaya dan melakukan apa yang dikatakan oleh hukum Taurat, itu tetap menunjukkan bahwa mereka telah gagal? Omong kosong!”

Herannya masih ada murid Budi Asali yang dengan SOK MENENTANG kebenaran dari Alkitab ini dan mengajarkan bangsa Israel selamat karena ada hubungannya dengan Taurat. Herannya lagi, bahwa setelah meleter dengan blog tak bermutu dan sesat, bahkan menekankan bangsa Israel dapat merespon terhadap Taurat. Pernyataan ini adalah pernyataan paling berbahaya dan menyesatkan yang mengancam kemurnian pengertian Injil. Saya akan menunjukkan HANYA dengan ayat Kitab suci ajaran murid Budi Asali jelas-jelas menentang Injil yang diberitakan Paulus.

Tanggapan Adrina:
Silahkan ungkapkan kebenaran Alkitab dengan menunjukkan bukti dari ayat-ayatnya. Jangan hanya terheran-heran doang, itu bisa disebut sebagai orang yang SOK MENENTANG alias tong kosong yang GEDE suaranya!

Adrina: Jangan bingung Vant, orang yang tidak percaya pada Yesus pasti binasa, dan bagi mereka yang percaya pada-Nya pasti selamat! Pada jaman PL, hanya bangsa Israel yang punya Taurat, jadi bisa dipastikan bahwa semua bangsa non Israel (yang tidak ‘bersentuhan’ dengan Taurat), pasti binasa. Tetapi hal ini juga tidak membuktikan bahwa SELURUH orang Israel pasti selamat. Tentunya keselamatan itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang beriman.

Orang Israel JELAS tidak mampu memenuhi tuntutan Taurat. Bahkan mereka TIDAK dapat berespon secara positif terhadap Taurat. Karena jika demikian, maka KEBENARAN dapat diperhitungkan MELALUI Taurat meskipun Israel tidak mampu melakukannya. Lagipula DASAR kebenaran Taurat bukan Iman. Melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup olehnya. Karena itu, murid Budi Asali SESAT karena mengajarkan bangsa Israel DAPAT merespon positif terhadap Taurat. Taurat yang direspon adalah dengan melakukannya, bukan dengan BERIMAN. Karena dasar Taurat BUKAN iman maupun respon positif.

Galatia 3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.

Karena itu, bangsa Israel TIDAK diselamatkan karena respon mereka terhadap Taurat. Pernyataan murid Budi Asali di atas adalah PENYIMPANGAN dan KESESATAN yang dikecam oleh Paulus. Bukan hanya menyimpang, namun dengan SOMBONG menentang kebenaran Firman. Kebenaran Taurat BUKAN dengan BERIMAN, namun dengan PERBUATAN. Untuk mengerti kebenaran ini saja tidak bisa, apalagi dengan sombong mengajarkan bangsa Israel selamat karena IMAN dalam hubungannya dengan Taurat. Iman kepada Taurat adalah iman kepada Kristus?

Tanggapan Adrina:

Rom 3:20  “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.”

Rom 10:4  “Sebab Kristus adalah kegenapan tujuan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.”

(KJV) “ For Christ [is] the end of the law for righteousness to every one that believeth.”

Inilah tujuan hukum Taurat diberikan, supaya manusia sadar akan dosa-dosanya dan lalu datang / percaya pada Kristus.

Anda mau apakan ayat  ini? Masih kurang jelas? Perhatikan ayat berikut:

Joh 5:39-40 “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.”

Joh 5:45-47  “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"

Orang Israel yang tidak percaya / menolak Yesus yang ditulis dalam Taurat, akan didakwa oleh ‘Musa’. Jadi, bangsa Israel yang meresponi Taurat dengan cara percaya pada Kristus yang menjadi tujuan dari hukum Taurat, pasti diselamatkan.

Lalu bagaimana dengan Gal 3:12? Sekali lagi, dalam menafsirkan suatu ayat, kita tak boleh lepas dari konteks yang ada. Ayat ini ada, karena dilatarbelakangi dengan adanya ajaran sesat yang mengatakan bahwa manusia selamat bukan hanya karena iman, tapi juga dengan melakukan Taurat (Gal 3:5). Karena itu, Paulus menekankan selamat hanya karena iman (Gal 2:16; 3:6-9,14). Orang yang ingin masuk surga dengan melakukan hukum Taurat adalah mustahil (Gal 3:10,11). Jadi, Gal 3:12 tidak bisa dipahami bahwa Paulus memang benar-benar mengatakan bahwa dasar hukum Taurat bukan iman, karena kalau demikian akan bertentangan dengan isi dari Taurat (Mis: Kej 15:6), dimana Abraham dibenarkan karena iman. Ini juga akan bertentangan dengan Rom 10:4 dan Yoh 5:39,40,45-47.

Sesuai dengan konteks yang ada, maka Gal 3:12 harus dipahami bahwa mereka yang mendasari keselamatannya karena melakukan Taurat, dan bukan karena iman, pasti tidak akan dapat diselamatkan.  

Haha.. Saya ingin bertanya : Seberapa jelas Kristus disingkapkan oleh pengajar Taurat pada masa itu?

Tanggapan Adrina:
Tentu tidak sejelas dalam PB, tapi saat itupun (dalam Taurat), Kristus TELAH dinyatakan.

Bukankah Yesus ketika datang kepada bangsa Israel DITOLAK oleh Israel?

Tanggapan Adrina:
Anda pikir SELURUH orang Israel telah menolak Kristus? Bagaimana dengan para murid Yesus: Petrus, Yakobus, Yohanes, Andreas, dll ? Gimana dengan perempuan berdosa yang mengurapi Yesus dengan minyak (Luk 7:36-50)? Gimana dengan kepala pemungut cukai yang bernama Zakheus (Luk 19:1-10)? Gimana dengan Maria dan Marta (Yoh 11:1-44)? Gimana dengan penjahat disebelah Yesus (yang bertobat) saat disalib? Gimana dengan rasul Paulus? Apakah mereka semua telah MENOLAK Yesus?

Apakah murid Budi Asali lupa bahwa pada zaman Paulus saja, bangsa Israel sudah mempunyai ciri : “pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka”. (II Korintus 3 :14-15).

Tanggapan Adrina:
Apakah pikiran SEMUA orang Israel telah menjadi tumpul? Benar-benar TUMPUL pikiran si Vantillian ini!

Bahkan murid-murid Yesus semuanya SALAH PAHAM tentang kedatangan Yesus di dunia ini. Bukankah mereka sangat mengharapkan adanya Mesias jasmani yang akan menajdi raja yang jaya di dunia ini memimpin bangsa Israel? Ini saya tuliskan hanya untuk mengingatkan Adrina sang reformed goblok supaya belajar dengan baik karena menuliskan kalimat : Anda katakan “orang Farisi dan hampir semua bangsa Israel MENOLAK Yesus”. Bukankah TIDAK SEMUA orang Israel menolak Yesus? Contoh: Para murid Yesus, Yakobus, Petrus, Yohanes, dll. Berarti, respon manusia terhadap wahyu khusus tidak gagal toh? ( Anda harus belajar lagi kepada alumni RTS karena anda bukan lawan saya, ok? Mungkin sudah saatnya anda memanggil alumni RTS ke SS sebelum pengertian memalukan dan menyesatkan anda semakin menyebar)

Tanggapan Adrina:
Murid-murid Yesus SEMUANYA salah paham tentang Yesus? Lihat ayat-ayat berikut ini:

Mat 16:13-16 “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Mat 14:33  “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Joh 20:28  “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Saya tak perduli bagaimana paham / sikap awal dari para murid tersebut. Yang jelas, mereka tidak menolak, bahkan mereka percaya / mengenal Yesus dengan benar: Yesus adalah mesias, Anak Allah, Dia adalah Tuhan! Oleh karena itu, wahyu khusus Allah, sama sekali TIDAK GAGAL!

Hal kedua dari topik ini adalah bahwa dalam surat Roma Paulus juga menekankan bahwa kebenaran yang Allah perhitungkan dalam kebenaran orang percaya adalah kebenaran TANPA hukum Taurat.

Tanggapan Adrina:
Lalu buat apa Hukum Taurat ada? “Kebenaran tanpa Taurat” artinya kebenaran yang diperoleh karena iman dan bukan karena melakukan Taurat.

Iman diperhitungkan sebagai kebenaran SEBELUM Hukum Taurat telah ada. Dengan demikian jelas, bahwa sebelum bangsa Israel ada, kebenaran karena iman telah diperhitungkan. Bukan karena ada hubungan dengan Taurat atau karena bersentuhan dengan Taurat.

Tanggapan Adrina:
Memang demikian, tetapi dalam Tauratpun kebenaran karena iman, juga ada tertulis.

Roma 4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Roma 4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

Roma  3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,

Kitab PL menyaksikan kepada bangsa Israel bahwa mereka TIDAK AKAN bisa mengharapkan kebenaran dari Taurat atau karena mereka adalah bangsa Israel. Kitab PL menyaksikan kepada bangsa Israel bahwa kebenaran dari Allah adalah kebenaran iman. Sunat jasmani tidak akan menyelamatkan, hanya sunat rohani. Taurat tidak dapat membenarkan, hanya iman.

Kebenaran Allah adalah kebenaran TANPA hukum Taurat. Allah mengikat janjiNya dengan umat pilihanNya adalah ketika Taurat belum ada. Karena itulah, iman Abraham akan diperhitungkan bagi bangsa BUKAN Yahudi. Orang Yahudi dan non Yahudi diselamatkan berdasarkan IMAN, bukan RESPON terhadap Taurat. Kalimat di bawah ini dari murid Budi Asali JELAS menunjukkan bahwa keselamatan karena iman ADA hubungannya dengan Taurat. Dan ini merupakan PENGINGKARAN terhadap Injil. Pernyataan GOBLOK dari seorang reformed ini adalah pernyataan orang yang TIDAK membaca dan mengerti Firman dengan baik.

Tanggapan Adrina:

Roma 3:21, telah anda salah tafsirkan! Perhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya berikut ini:

Rom 3:20  Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Rom 3:21  Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,

Rom 3:22  yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.

Rom 3:23  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Rom 3:24  dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

Rom 3:25  Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Rom 3:26  Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

Rom 3:27  Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!

Rom 3:28  Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Rom 3:29  Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!

Rom 3:30  Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.

Ayat 21, tidak bisa ditafsirkan terlepas dari ayat 20, 22-31. Disini, Paulus lagi-lagi sedang menekankan selamat hanya karena iman dan bukan karena melakukan Taurat. “Kebenaran tanpa hukum Taurat” dalam ayat 21, artinya: kebenaran yang diperoleh hanya karena iman dalam Yesus Kristus dan bukan karena melakukan hukum Taurat. Yang dimaksud dengan “Kebenaran tanpa hukum Taurat” dalam teks ini, berbicara tentang kebenaran yang dihubungkan dengan persoalan keselamatan. Orang-orang Yahudi sangat menekankan selamat karena mentaati Taurat, makanya Paulus menggempur mereka habis-habisan dengan mengatakan: “Tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan”. Mengapa Paulus mengatakan demikian? Karena selamat HANYA melalui IMAN!

Kalau hukum Taurat bukan kebenaran Allah, lalu buat apa Allah memberi Taurat tersebut?

Rom 3:31  “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.”

Ayat ini jelas mengatakan bahwa hukum Taurat tidak bisa dibatalkan karena iman, tetapi sebaliknya, justru semakin diteguhkan!

Silahkan anda membaca kembali keseluruhan konteks yang ada, semoga dapat dimengerti dengan baik.

Inilah pengertian kacamata Farisi Modern.

Adrina: “Keselamatan bukan karena menjadi warga Negara Israel, tetapi karena respon yang benar terhadap Taurat yang hanya dimiliki oleh bangsa Israel. Bangsa non Israel bisa diselamatkan kalau dia percaya pada Kristus yang diberitakan dalam Taurat.”

Israel dan non Israel diselamatkan karena “Iman Abraham” dalam arti SEBELUM adanya Hukum Taurat TERTULIS. Dengan demikian, omong kosong murid Budi Asali di atas akan menyesatkan dan mengajarkan suatu Injil PLUS. Taurat TIDAK PERNAH diperhitungkan dalam kebenaran Iman. Taurat hanya diperhitungkan dalam kebenaran karena perbuatan. Tetapi tidak ada manusia yang mampu memenuhi Taurat dengan SEMPURNA. Baik itu orang Israel maupun non-Israel.  Karena itu, keselamatan dari Tuhan tidak memandang dari kebangsaan/kenegaraan maupun apakah ADA taurat tertulis atau tidak ada. Karena kebenaran karena iman SUDAH diperhitungkan Allah sebelum Taurat tertulis itu ada.

Tanggapan Adrina:

Iman Abraham” yang bagaimana? Apa bedanya iman Abraham dengan iman Habel? Apa bedanya iman Abraham dengan iman Petrus dan Paulus? Apa anda pikir yang diimani Abraham, berbeda dengan yang diimani oleh Petrus?

Sebelum Taurat diberikan pada Musa, kebenaran karena iman memang telah ada. Tetapi itu tidak membatalkan pembenaran karena iman yang juga dinyatakan dalam Taurat. Pembenaran karena iman diteruskan dalam Taurat dan juga diteruskan dalam PB. Keseluruhan Kitab Suci mencatat dengan tegas: manusia selamat HANYA karena IMAN dan bukan karena perbuatan baik.

Adrina : Keselamatan memang bukan karena menjadi warga Negara Israel, tetapi karena respon yang benar terhadap Taurat yang hanya dimiliki oleh bangsa Israel. Respon yang bagaimana? Iman / percaya pada Kristus! Zaman PL, sama dengan PB, selamat HANYA karena iman!

Pernyataan yang MEMBINGUNGKAN ini jelas MENENTANG kebenaran Alkitab, bahwa kebenaran Allah sudah diperhitungkan kepada Abraham SEBELUM ada Taurat. Pernyataan Iman kepada Kristus yang diberitakan dalam taurat adalah pernyataan OMONG KOSONG karena jelas, kebenaran iman adalah kebenaran TANPA hukum Taurat.
Meskipun Adrina menuliskan PB dan PL selamat HANYA iman, namun dia mengaitkan iman PL dengan Taurat.

Tanggapan Adrina:

Siapa yang mengingkari kebenaran karena iman sebelum ada Taurat? Ayo tunjukkan, Jangan cuma omong doang! Orang yang suka berkoar-koar dengan mengatakan: iman pada Kristus yang ditulis dalam Taurat dapat menyelamatkan manusia itu salah, adalah orang yang suka OMONG KOSONG!  

Ingat, konteks pembicaran yang saya maksudkan adalah mengacu pada Roma 2:12, yang telah kita debatkan sebelumnya. Jadi saya tidak sedang bicara tentang iman Abraham, Habel, Nuh, dsb.

Ini jelas adalah pemahaman yang bukan saja keliru, namun ini adalah pemahaman yang menggelikan dan mengenaskan karena tidak pernah membaca ayat-ayat di bawah ini :

Roma 4:7 "Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

Roma 4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya."

Roma 4:9 Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

Roma 4:10 Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.

Roma 4:11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,

Sebab bukan karena Taurat, maka janji itu akan berlaku. Tanpa Taurat, janji iman itu telah berlaku. Dengan demikian kebenaran karena iman TIDAK BISA dikurung dan dikekang dalam konsep Taurat tertulis. Dengan demikian, Taurat tertulis yang dimiliki bangsa Israel TIDAK ADA hubungan dalam pembenaran Iman.

Tanggapan Adrina:

Karena pembenaran oleh iman sudah ada sebelum Taurat, maka berarti Taurat tidak ada hubungan dengan pembenaran karena iman? Sungguh kesimpulan amburadul yang sakarepe dewe!

Pembenaran karena iman yang telah ada sebelum sunat (Taurat), itu tidak membuktikan bahwa Taurat tidak menuliskan hal itu.

Roma 4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

Roma 4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

Apa kesimpulan dari ayat-ayat di atas? Adakah peranan Taurat dan sunat dalam kebenaran iman? Jelas tidak. Pengharapan dalam Taurat akan membuat sia-sia kebenaran karena iman. Berharap saja kepada Taurat tidak akan pernah membenarkan, apalagi merespon Taurat. Respon dari hongkong? Kebenaran Iman tidak pernah memperhitungkan kebenaran Taurat.

Tanggapan Adrina:

Lagi-lagi ini merupakan kesimpulan yang asal-asalan TANPA memperhatikan konteks yang ada. Silahkan baca keseluruhan pasal 4 dengan teliti (seperti yang sudah saya contohkan diatas), setelah itu baru bisa menarik  kesimpulan dengan benar. Melakukan Taurat (termasuk sunat) memang tidak punya andil dalam keselamatan. Ingat, konteks pembicaraan Paulus pada ayat itu adalah untuk menyerang ajaran sesat orang Yahudi yang mendasari selamat karena iman dan ketaatan pada Taurat.

Anda mengatakan: “Kebenaran Iman tidak pernah memperhitungkan kebenaran Taurat”. Bukankah kebenaran iman juga dinyatakan dalam Taurat? Lalu mengapa anda ‘membuang’ kebenaran Taurat???

Satu hal yang penting ditekankan adalah kebenaran INJIL telah ada sebelum ada TAURAT. Iman itu telah diperhitungkan sebagai kebenaran SEBELUM ada Taurat. Dan Taurat tidak pernah menjadi kebenaran bagi semua orang, karena dasarnya adalah PERBUATAN, bukan Iman, bukan Respon, bukan atas dasar percaya. Tetapi sebaliknya, Injil telah diberitakan semenjak PL, yang telah hidup dalam “iman Abraham”. Iman inilah yang berlaku untuk semua orang bersunat maupun tidak. Iman inilah yang berlaku untuk yang hidup di bawah taurat tertulis maupun yang tidak.

Tanggapan Adrina:
Kalimat yang saya garis bawahi, jelas adalah ngawur dan ngaco! Dengan menyatakan Taurat BUKAN kebenaran, itu sama dengan telah menghina Kitab Suci (wahyu Allah)!

Galatia 3:6 Secara itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Galatia 3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

Galatia 3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."

Lalu bagaimana dengan keselamatan bangsa non-Yahudi? Keselamatan bangsa non Yahudi adalah SAMA seperti keselamatan bangsa Israel yaitu melalui Iman. Iman yang bagaimanakah? Iman dalam kebenaran yang sama seperti diperhitungkan kepada Abraham. Apakah iman itu ada pada zaman PL? Ada. Siapakah yang beriman? Kita tidak tahu. Yang kita tahu adalah yang dicatat dalam Alkitab. Jadi orang non-Yahudi diselamatkan BUKAN karena mereka “bersentuhan” dengan Taurat tertulis ataupun dengan bangsa Israel, namun karena iman mereka. Ajaran “bersentuhan” dengan Taurat dan bangsa Israel adalah ajaran yang tidak ada dalam Alkitab. Bangsa Israel sendiri saja tidak bisa selamat karena taurat tertulis, apalagi bangsa lain?

Tanggapan Adrina:

Kalimat anda yang saya garis bawahi, jelas bertentangan dengan Roma 2:12

Rom 2:12  “Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.”

Ayat ini, sama sekali tidak dijelaskan, namun anda dengan sengaja menghindarinya agar tidak nampak kesesatannya.

Keselamatan non-Yahudi pada zaman PL adalah keselamatan karena iman berdasarkan konsep “iman Abraham”. Apakah iman Abraham itu? Itulah iman karena kepada Allah, Sang Penebus dan Sang Pencipta.

Tanggapan Adrina:

Siapakah yang dimaksudkan dengan Allah Sang Penebus itu? ‘Allah’ yang mana? Jangan kembali menggiring para pembaca untuk mengikuti ajaran Universalisme anda itu!

Yang jelas itu bukan menunjuk pada ‘Allah’ yang menjadi sesembahan SEMUA agama / aliran kepercayaan yang ada. Itu HANYA menunjuk pada Tuhan Yesus Kristus !!!

Roma 4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --

Roma 4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

Abraham adalah Bapa orang beriman untuk semua bangsa, bukan hanya untuk zaman PB, melainkan sudah berlaku pada zaman PL. Taurat yang SESUDAH itu, tidak pernah bisa memberangus kebenaran Injil yang telah ada pada zaman Abraham. Kebenaran Iman sudah diperhitungkan SEBELUM ada Taurat dan Sunat yang menandakan hukum dan kewargaan bangsa Israel.

Tanggapan Adrina:

Kebenaran Injil bukan baru ada pada zaman Abraham, tetapi telah ada bahkan sejak zaman Adam dan Hawa. Dibenarkan / selamat hanya karena Iman bukan hanya berlaku sejak zaman sebelum Taurat, tetapi itu diteruskan oleh Taurat dan juga semakin diteguhkan dalam Perjanjian Baru. Tanpa iman pada Kristus, MUSTAHIL manusia diselamatkan!  

Namun yang menjadi perbedaannya adalah: dalam PL, manusia beriman pada Kristus yang akan datang, tetapi dalam PB manusia beriman pada Kristus yang telah datang.

Roma 4:11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,

Roma 4:12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

Blog ini telah membuktikan dengan jelas bahwa ajaran Adrina, murid Budi Asali tentang keselamatan PL bahwa bangsa Israel ada hubungannya dengan Taurat adalah menyesatkan. Ini adalah pemahaman paling berbahaya karena akan menjadikan Injil menajdi Injil PLUS. Memberitakan Injil dengan konsep Injil PLUS adalah kekejian bagi Injil itu sendiri.

Tanggapan Adrina:

Roma 2:12 dengan GAMBLANG menyatakan: tanpa Taurat, semua orang berdosa akan BINASA! Karena itu, dapat dipastikan, hampir semua orang non Israel pasti binasa!  

Ini bukanlah Injil PLUS, tapi merupakan kebenaran Alkitab.

Salah satu alasan saya membongkar bualan kosong Adrina  adalah karena dia dikenal sebagai murid Budi Asali. ( kalau tidak berkaitan, emangnya gue pikirin).

Tanggapan Adrina:
Salah satu alasan saya menanggapi bualan Vantillian ini, adalah karena dia dikenal sebagai ‘murid’ suhu Hai hai bidat terbesar di SS (kalau tak berkaitan, EGP).

Saya tidak tahu apakah yang diajarkan Budi Asali memang demikian? Apakah memang Budi Asali mengajarkan ajaran sesat begini? Jikalau demikian adanya, maka golongan ini adalah golongan Kristen Taurat atau Legalis.

Tanggapan Adrina:

Dengarkan baik-baik:

Ketika saya menanggapi bualan anda ini, saya sama sekali tidak pernah berkonsultasi / meminta bantuan beliau untuk menanggapi ajaran anda ini. Sekalipun saya adalah muridnya, itu TIDAK berarti bahwa  SEMUA yang saya tuliskan ini adalah pandangan darinya. Jadi, seandainya ada tanggapan saya yang salah, itu tidak berarti bahwa  pandangan tersebut adalah pandangan dari Pdt. Budi Asali.

Golongan ini adalah golongan yang mengancam Injil yang benar. Golongan ini adalah golongan yang dikutuk keras oleh Paulus :

Galatia 1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.

Galatia 1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.

Tanggapan Adrina:

Ayat yang anda kutip diatas, merupakan teguran keras dari Paulus kepada para pengajar sesat yang mencampurkan iman dan perbuatan baik / taat pada Taurat sebagai syarat keselamatan. Selamat HANYA karena IMAN! Saya rasa anda belum memenuhi tuntutan Allah ini, karena anda sendiri mengatakan bahwa syarat keselamatan BUKAN karena iman / percaya, tetapi karena predestinasi.

Vantillian, cepatlah bertobat, sebelum anda benar-benar menjadi orang yang terkutuk!

NB : Pembahasan blog ini hanya berkisar kebenaran Taurat dan iman dalam keselamatan, bukan mengenai natur dan fungsi Hukum Taurat itu sendiri.

Tanggapan Adrina:

Membahas mengenai hukum Taurat, tanpa menjelaskan fungsi dari Taurat itu sendiri, merupakan kata-kata kosong dari seorang pembual ulung!

Tetapi, secara umum, saya ‘bangga’ dengan Vantillian. Walaupun dalam beberapa hal, kebodohannya masih terlihat dengan jelas, tapi dalam tulisannya ini, dia telah dengan terang-terangan mengakui: manusia selamat hanya karena IMAN dan bukan karena perbuatan baik. Ini sekaligus membantah ajaran sesat yang telah diajarkannya sebelumnya bahwa iman / percaya bukan syarat untuk diselamatan.

Mungkinkah apa yang saya yakini ini benar? Mari kita tunggu apologia Vantillian berikutnya.