Submitted by joli on

Takut..
Tuakut..
Sungguh amat sangat takut..



Ketakutan. Takut, adalah perasaan yang selalu dihindari, dijauhi sejauh-jauhnya.

Takut, rasa takut yang paling menakutkan kualami beberapa bulan lalu, turun dari pesawat, memasuki bandara Adi Sumarmo, lutut gemetar karena takut (pernah joli tulis disini). Berhari-hari, hingga berbulan,  ketakutan tidak dapat hilang, hingga pernah menanyakan kemana-kah mas iman pergi?

Ketakutan biasa dipicu oleh ancaman dari luar, atau merasa sesuatu yang mengancam diri, yang tidak dapat kita kendalikan. Hal ini sudah aku ketahui sejak lama. Setiap kali ada kejadian, selalu mencoba mensimulasikan segala kemungkinan terburuk dan mencari solusi, itu salah satu cara untuk mengendalikan ancaman, dan mengurangi ketakutan.

Saat kejadian yang menakutkan yaitu musibah kecelakaan yang menimpa perusahaan kami, ketakutan dan kecemasan senantiasa menghantui, hingga berbulan-bulan, hal ini disebabkan oleh rasa tanggungjawab terhadap orang-orang lain, juga terhadap perusahaan, terhadap buanyak hal. Masing-masing saling berkaitan dan saling berhubungan, bergantung kepada banyak pihak, di luar kuasa kendali diri. Takut sungguh sangat takut, hingga ada kata-kata penghiburan dar SF yang selalu Joli hapalkan, di tempel di kening dan dikalungkan di leher, untuk senantiasa di-ingat. "Apapun yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat." Masalah masih ada, dan belum kelar sampai sekarang.

Kejadian lain yang membuat takut adalah ketika dokter curiga ada ancaman cancer dalam tubuh ini (pernah Joli tulis disini). Takut, tetapi tidak mencekam. Kenapa bisa begitu? padahal cancer jenis yang bisa membunuh, patut untuk dijadikan sumber ketakutan. Bukannya tidak takut, tetapi hanya perlu waktu semalam untuk menjinakkan rasa takut itu. Mungkin-kah ini karena kendali rasa takut hanya pada diri sendiri, tidak melibatkan para pihak lain? yang kutahu karena teringat penyertaan Tuhan dalam kasus-kasus sebelumnya itulah yang menolong dari cengkeraman rasa takut. Bersama Tuhan itu cukup.

Ada takut-takut yang lain.

Ketika bos bersalah, untuk mengingatkan beliau juga takut, takut di ceng, di titeni (bahasa indonesianya apa nggak tahu), promosi mandeg ;)
Sama ketika gembala melakukan kesalahan, domba takut menegornya, karena beliau adalah "yang diurapi", hanya berani kasak kusuk, paling-banter pindah kandang yang lebih nyaman. Namun bila ada yang berani menegor, segera domba yang lain mengingatkan "awas nanti kualat". Takut kualat. Itulah sebabnya jarang ada yang menegor para hamba tuhan di dunia nyata (kecuali di dunia maya spt SS).

Apakah arti takut?  Takut adalah rasa karena terancam, entah itu ancaman beneran dari luar, atau ancaman rekayasa dari pikiran sendiri. Itulah definisai takut ala Joli.
Sehingga sadar tak sadar selalu menghindari rasa takut dan ketakutan, baik dengan cara melarikan diri dari rasa takut, atau menghadapi takut itu sendiri. Tapi tidak pernah mencari si takut.

Pagi tagi ketika jalan-jalan di Manahan, menikmati kemurahan Tuhan terhadap alam. Pucuk-pucuk hijau daun menggambarkan pemeliharaan Penciptanya. Sungguh indah pengetahuan ini, sederhana tapi membawa kepada kasih Sang Khalik. Jadi teringat ayat "Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan" nah lo.. takut akan Tuhan artinya apa?
Waduh, mungkinkah?, sadar atau tak sadar Joli juga menghindari rasa takut yang satu ini? menghindari takut akan Tuhan? maka-nya tidak berpengetahuan..??
Jadi bagaimana mesti bersikap terhadap rasa takut ini?
Menghindarinya atau malah mengejarnya???
Nah jadi bingung..

ah udah ah, nanti tambah bingung. Hari ini ada pemotretan je.. yang pasti ini kegiatan meng-asik-kan bukan hal yang menakutan he..he.. cu