Seorang pemuda berpenampilan menarik dari kota besar berjumpa dengan seorang gadis pemalu yang cantik dari sebuah kota kecil. Layaknya sebuah drama, semua berharap mereka hidup berbahagia selamanya. Sayang sekali ini bukanlah sinema ... inilah akhir dari kisah cinta mereka.
Tik tok tik tok. Nyaring detak jarum jam. Suasana hambar berubah mencekam. Wajah-wajah tegang berlalu-lalang.
Nada suara rendah penuh rahasia membersitkan tanya. Tetapi gadis kecil itu tetap tak bersuara. Raut muka ibunya bagai teka-teki. Tak bernyali ia untuk mengusik. Biarpun berlangganan omelan dan pedasnya telapak tangan ... kali ini berbeda. Apa pun yang diperbuat si gadis kecil, ia tak tampak di mata ibunya.
Dua buah tikar terhampar di lantai. Di atasnya tergolek pasrah baju-baju dan celana panjang milik ayahnya. Peluh membasahi kening dan leher ibunya. Matanya yang membara mengalirkan sepasang anak sungai di pipinya. Hentakan gunting yang beradu dengan jeritan kain yang terkoyak memenuhi udara. Di luar itu, semua beku.
Adegan ganjil itu berakhir dengan digulungnya tikar-tikar itu menyerupai sebuah bolu gulung raksasa. Dengan bantuan pengasuh si gadis kecil, sang ibu mengusung 'paket' itu ke rumah seorang kerabat yang terletak beberapa gang dari rumah mereka. 'Jangan pernah kembali', begitu bunyi pesan yang ditulisnya untuk sang suami.
Malam semakin mencekam. Gelisah si gadis kecil membolak-balik tubuhnya di pembaringan. Dalam mimpinya, pontang-panting ia melarikan diri dari seseorang yang berniat menebas batang lehernya. Mimpi yang mencekam, yang secara berkala menghampiri sampai ia beranjak besar.
Enam tahun umur gadis kecil itu. Tak banyak rewel untuk anak seusianya. Jepitan kuat jari-jari ibunya di sekujur paha adalah jawaban untuk setiap ulah yang dibikinnya. Tak pula ia banyak bertanya. Raut muka masam dan desis 'hush' bukanlah jawaban yang menyenangkan. Namun kali ini rasa ingin tahunya begitu menggelegak. Dan 'jurus pasang kuping' selalu ampuh di saat-saat begini.
"Kurang apa lagi aku, siang malam banting tulang buat anaknya! Dia bisa apa?? Kerjanya cuma nyanyi di bar dan kelayapan! Sehari di rumah, seminggu hilang entah ke mana ...."
...
"Dan perempuan-perempuan tak tahu malu itu ... lelaki beristri masih saja dikejar-kejar dimintai foto dan tanda tangan. Bergelayutan di lengan ... ingin kutampar muka mereka satu-satu!"
...
"Kurang sabar bagaimana? Sampai capek kututup kuping setiap ada gosip. Selama tak melihat sendiri, aku masih percaya padanya. Tapi sekarang ...."
...
"... bukan lagi omongan orang. Aku menyaksikan dengan mata kepala sendiri ... perempuan itu dibawanya menemui Papa ...."
...
Otak si gadis kecil bekerja cepat menghubung-hubungkan penggalan informasi dan peristiwa. Bagaimana ibunya uring-uringan tiap kali ayahnya berdandan rapi menjelang malam. Bagaimana ibunya tak suka manakala bibir mungilnya fasih mendendangkan lagu anak-anak yang dihafalnya dari televisi. Bagaimana ibunya murka dan melarangnya menghadiri uji coba suara di sebuah perusahaan rekaman. Bagaimana ayah dan ibunya bertengkar mengenai masa depannya. Bagaimana lembar-lembar uang berhamburan di udara karena ibunya tak sudi menerima. Bagaimana ayahnya lebih suka mencari kesenangan di luar daripada menyelesaikan persoalan dengan ibunya. Bagaimana ... bagaimana ....
Sampai pada puncaknya, ibunya memergoki ayahnya tengah menggandeng perempuan itu di lorong rumah sakit tempat kakek si gadis kecil dirawat karena kanker paru-paru. Detik itu juga ibunya menghampiri mereka dan melontarkan kata-kata, "Mulai detik ini, kita tak punya hubungan apa-apa lagi!"
Sang kakek meninggal. Ibu si gadis kecil sangat terpukul. Selama ini ayah mertuanya itu menyayanginya bagai anak sendiri. Dengan kepergian sang ayah mertua, tak ada yang bisa membendung tekadnya untuk mengakhiri delapan tahun usia pernikahannya. Perempuan-perempuan tanpa wajah datang dan pergi silih berganti mengguncang biduk rumah tangganya. Kini, janin berumur tiga bulan yang hadir di rahim perempuan lain itu telah menutup semua pintu.
Seorang pemuda berpenampilan menarik dari kota besar berjumpa dengan seorang gadis pemalu yang cantik dari sebuah kota kecil. Layaknya sebuah drama, semua berharap mereka hidup berbahagia selamanya. Apa mau dikata, inilah akhir dari kisah cinta mereka. Memang pahit terasa. Terlebih bagi seorang gadis kecil yang lahir dari perjudian cinta mereka.
--------------------
Kisah sebelumnya:
Stupid cupid
Submitted by
Evylia Hardy
on