Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Seorang Israel Sejati

yujaya27's picture

Beberapa minggu yang lalu, pada saat saya di Jakarta, saya berbincang-bincang dengan seseorang, orang tersebut bertanya kepada saya, jika di dalam Perjanjian Lama kita menyebut Abraham sebagai orang yang paling ber-iman, maka siapakah orang yang paling ber-iman di dalam Perjanjian Baru? Maka saya menjawabnya salah seorang penjahat yang disalibkan bersama Yesus, jawaban saya rasanya kontras sekali jika disandingkan dengan Abraham, apalagi penjahat tersebut boleh dibilang tidak memberikan kontribusi apa-apa, hanya muncul sekilas, tetapi bukan itu faktor utamanya, jawaban saya hanya berdasarkan ucapan Yesus yang meng-endorse perkataan penjahat itu, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Lukas 23:40-43), jikalau ucapan penjahat itu hanya sekedar basa basi saja ataupun sekedar perasaan senasib (sama-sama disalibkan), tidak mungkin Yesus akan memberikan jawaban seperti itu.

Biasanya orang-orang yang kita anggap sebagai tokoh (besar/penting), karena kita bisa melihat atau mendengar peranan tokoh tersebut, begitu juga dengan orang-orang yang di dalam Alkitab, umumnya yang kita anggap sebagai pahlawan atau tokoh yang penting, adalah orang yang sering muncul di dalam Alkitab, padahal kriteria "sering muncul" tidak selalu 100% benar, ada beberapa orang di dalam Alkitab yang dipuji Allah ataupun Tuhan Yesus, tetapi hanya muncul sekilas saja, seperti Henokh (Kej 5:24), yang hidup bergaul dengan Allah, kemudian diangkat oleh Allah (tanpa melalui kematian). Begitu juga dengan 12 murid Tuhan Yesus, tidak semuanya ditulis dengan detail di dalam Alkitab, hanya beberapa nama yang sering muncul, sisanya hanya muncul sekilas saja, dan salah satunya adalah Natanael atau Bartolomeus.

Natanael artinya pemberian Allah (hadiah dari Allah), nama ini hanya muncul di dalam Injil Yohanes, sebagai salah seorang murid Yesus, sedangkan di dalam 3 Injil Sinoptik (Matius, Markus & Lukas), nama yang muncul adalah Bartolomeus, yang selalu muncul bersama dengan Filipus, walaupun nama ini hanya muncul kurang lebih 10 kali di dalam Perjanjian Baru, tetapi ada beberapa hal yang menarik, yang dapat kita pelajari dari seorang tokoh Natanael ini.

1. Pencari Kebenaran 

Melalui perkataan Filipus ketika bertemu dengannya, "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat" (Yoh 1:45), menunjukkan dia dan Filipus adalah orang yang mempelajari kitab Taurat dengan serius, kebenaran di dalam kitab Taurat menjadi sebuah hal yang serius buat mereka. Filipus yang begitu antusiasnya mengajak Natanael untuk bertemu dengan Yesus, sepertinya mengetahui kerinduan Natanael, hal ini juga menunjukkan hubungan yang sangat akrab di antara mereka berdua, dan mungkin saja mereka mempelajari kitab Taurat bersama-sama.

2. Peragu & Prasangka (Prejudice)

Dari semua rasul yang dipanggil atau diajak untuk mengenal(mengikuti) Yesus, maka Natanael adalah satu-satunya yang meragukan Tuhan Yesus, dan memberikan jawaban yang kedengarannya sedikit sinis, "Mungkinkah sesuatu yang baik dari Nazaret?" (Yoh 1:46). Jauh sebelum Tomas si peragu, yang meragukan kebangkitan Tuhan Yesus, Natanael sudah melakukan hal yang sama. Keraguan Natanael timbul karena dia sudah mempunyai prasangka terlebih dulu, adalah sesuatu yang mustahil seorang tokoh besar yang begitu lama dinanti-nantikan oleh bangsa Israel, muncul dari sebuah kota kecil seperti Nazaret, ahhh... jadi ingat film Zootopia, film yang penuh dengan prejudice :). Hal yang baik dari Natanael, walaupun dia tidak terlepas dari prasangka tersebut, tetapi dia tidak membiarkan dirinya terikat, menghalangi dia untuk mendengarkan dan melihat bukti yang disampaikan oleh Filipus, dia tidak pasif menunggu, melainkan memberikan respon dengan mengikuti Filipus untuk menemui Yesus. Prasangka dan keragu-raguan adalah sifat alami manusia, setiap kitapun bisa begitu, dan bukan sesuatu yang selalu hasilnya negatif, diawali dengan sebuah prasangka dan keraguan, diakhiri dengan sebuah pengakuan yang begitu agung, "Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel" (Yoh 1:49), jauh sebelum Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup, Natanael adalah orang pertama (selain nabi Yohanes) yang menyebut Yesus sebagai Anak Allah.

3. Israel Sejati

Sisi lain dari sebuah prasangka keraguan Natanael adalah sebuah kejujuran,  ketulusan, terbuka apa adanya, tanpa ada kepalsuan, hal ini bukan mengada-ada, Yesus sendiri yang mengatakan ketika pertama kali bertemu dengannya, "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan didalamnya" (Yoh 1:47). Sebuah kalimat keraguan yang sinis, bagiamana mungkin bisa mendapat sebuah pujian dari Tuhan Yesus, itulah sebuah nilai betapa berharganya ketulusan dan kejujuran. Kelemahan manusia adalah lebih mementingkan "kosmetik", pencitraan yang tampak dari luar, kata-kata yang dirangkai dengan begitu sopan, basa basi, baik dan indah, tetapi didalamnya tidak ada nilai kejujuran dan ketulusan sedikitpun. Frasa "Israel sejati" bukan menunjuk sebagai keturunan Yakub(Israel), kita tahu Yakub adalah seorang penipu, tetapi menunjuk kepada situasi bangsa Israel pada saat itu, banyak dari mereka yang taat menjalankan Hukum Taurat dan praktik keagamaan, hanya sebatas ritual dan supaya tampak kelihatan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mencela mereka (pemuka agama) dengan keras sekali, sangat bertolak belakang dengan respon-Nya kepada Natanael. Frasa "Israel Sejati" ini menjadi sebuah awal sindiran Tuhan Yesus kepada bangsa Israel pada saat itu, khususnya para pemuka agama pada jaman itu, tetapi frasa ini masih berlaku hingga saat ini... bisa jadi menjadi sindiran/teguran bagi masing-masing kita, kira-kira apakah Tuhan Yesus pada saat melihat kita, akankah berkata "Lihat, inilah seorang Kristen sejati, tidak ada kepalsuan didalamnya" ataukah sebaliknya? 

Setelah pertemuannya dengan Tuhan Yesus dan menjadi murid-Nya, nama Natanael/ Bartolomeus tidak pernah muncul lagi selama pelayanan Tuhan Yesus, setelah itu namanya muncul kembali pada saat Yesus menampakan diri di pantai danau Tiberias (Yoh 21:2), dan terakhir kali pada saat murid menanti-nantikan turunnya Roh Kudus (Kis 1:13), selebihnya ada beberapa catatan sejarah mengenai Natanael/Bartolomeus, dan tidak dapat dipastikan kebenarannya, tetapi hal itu tidak utama, yang paling penting adalah dia tetap setia hingga kematian merengutnya, dan memberikan sebuah bukti nyata, seorang manusia biasa, dari sebuah tempat yang umum, bisa dipakai untuk menjadi kemuliaan Tuhan.

Sumber:

1. The Chosen Twelve Plus One - Clarence E. MacArtney (Author), Harry Hollett (Photographer)

2. Twelve Ordinary Men - John Mac Arhur

Singapore 06 October 2016, tulisan untuk Gema, edisi Pahlawan Rohaniku
jlwijaya's picture

Natanael bukannya sinis

di PL di nubuatkan Juruselamat datang dari betlehem atau berasal dari betlehem . Mic 5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Joh 7:42 Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
yujaya27's picture

Nazaret bukan Betlehem

Yoh 1:46 "Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

Kalimat di atas terkesan sinis, menganggap rendah Nazaret, tetapi jika tidak berkesan seperti itu yah monggo aja :) 

jlwijaya's picture

reaksi karena keterangan yang tidak sesuai nubuatan tentang Dia

Joh 1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." keterangan filipus buat orang yang mengenal PL seperti natanael janggal karena nubuat kelahiran masias adalah di bethlehem bukan nasaret.jadi filipus bilang Dia dari nazaret adalah sesuatu yang janggal karena Dia yang di sebut oleh Musa dan oleh nabi berasal dari bethlehem.