Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

SAKIT akibat GALAU

karintanojo's picture

“Apakah anda pernah mengalami sakit perut yang berat sampai diare pada saat akan mengikuti ujian?”

“Apakah anda pernah merasakan sakit kepala hebat saat menerima suatu pekerjaan atau tugas?”

“Apakah anak anda pernah mengalami mual-mual atau muntah setiap kali mau pergi ke sekolah?”

“Apakah penyakit maag anda tiba-tiba kambuh pada saat anda mengalami situasi yang sulit?”

Perasaan galau yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit. Keluhan-keluhan fisik akibat kecemasan yang berlebihan biasanya disebut dengan psikosomatis. Dasar gangguan psikosomatis adalah kecemasan yang dapat mengarah pada depresi. Pemeriksaan secara medis akan menunjukkan bahwa seseorang menampakkan gejala psikosomatis ini memiliki kondisi fisik yang normal, namun pada kenyataannya orang tersebut mengeluhkan gejala-gejala fisik.

Mengapa seseorang bisa mengalami psikosomatis?

Kecemasan yang berlebihan, ketakutan akan suatu hal, pengalaman yang buruk dalam situasi tertentu dapat menyebabkan seseorang mengalami psikosomatis. Penyebab yang sebenarnya tidak nampak akan terlihat dalam bentuk gejala fisik. Pekerjaan yang berlebihan, situasi kerja yang sulit, dan tidur yang kurang juga dapat menyebabkan psikosomatis.

Apa akibatnya bagi kesehatan?

Psikosomatis dapat menganggu kegiatan sehari-hari individu dan pada akhirnya menurunkan kualitas hidupnya karena aktivitas-aktivitas yang dilakukan tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Kalau kita sakit perut setiap mau kerja, apakah kita dapat berkonsentrasi dengan pekerjaan kita pada hari tersebut. Kalau anak kita mual dan muntah setiap pagi hari saat mau ke sekolah, apakah ia dapat mengikuti pelajaran di sekolahnya dengan baik.

Bagaimana cara mengatasi psikosomatis?

Individu yang sudah dewasa dapat memulainya dari diri sendiri. Cara pandang yang positif dan bagaimana mempersepsi suatu peristiwa hidup akan membantu dalam menghadapi psikosomatis dan menguranginya secara perlahan. Anak-anak tentunya membutuhkan bantuan dari orangtuanya untuk mengatasi psikosomatis. Orangtua juga perlu peka dalam memperhatikan anak-anaknya. Dukungan sosial dari orangtua dan orang-orang di sekitar lingkungan akan membantu anak dalam mengatasi psikosomatis. Milikilah sahabat dan teman baik untuk memperoleh dukungan sosial dalam mengatasi pikiran-pikiran yang negatif dalam diri anda. Pada akhirnya kita perlu mengingat 1 Petrus 5:7

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

Marilah kita menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan karena hanya dengan kepasrahan itu, hati kita dapat menjadi lebih tenang dan berpikir lebih jernih.

Pikiran dapat menjadi bumerang bagi kesehatan.

 

Hati-hati dengan pikiran anda karena anda adalah apa yang anda pikirkan.

__________________

Karin Tanojo