Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Roh Kudus

victorc's picture
Teks: Yesaya 61:1-4
1  Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara,  
    2  untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung,  
    3  untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.  
    4  Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.  

Shalom, saudaraku, selamat malam. Tema Roh Kudus sungguh amat luas, dan sering menjadi bahan perdebatan. Meskipun Roh Kudus dan Roh Tuhan jelas disebut dalam Alkitab, sejak PL hingga Wahyu, namun tetap saja ada berbagai penafsiran. Artikel ini tidak bermaksud mengupas segala hal tentang Roh Kudus, namun sebagai permulaan baiklah kita tegaskan bahwa ada perbedaan antara peran Roh Kudus:
1. Menurut Lukas-Kisah Para Rasul (Luke-Acts)
2. Menurut Injil Yohanes (Johannine Literature)
3. Menurut surat-surat Paulus.
Dalam permulaan pelayanan Yesus, Lukas 4:18-19 mengutip teks Yesaya 61:1-2 yang berbunyi kabar selamat bagi Sion. Kutipan ini membersitkan pengharapan Mesianik akan kedatangan Kerajaan Allah yang membawa damai sejahtera (shalom) dalam semua aspek dan kepada semua orang. 

Kitab Yesaya
Pesan nabi Yesaya terutama ditulis untuk bangsa Yehuda yang berada dalam  pengasingan di Babel. Bangsa Yehuda di Babel tidak boleh putus asa: Allah akan menghampiri mereka dan mereka akan diselamatkan. Tentu saja pasal-pasal ini juga ditulis untuk kita. Bangsa Yahudi berada dalam belenggu dosa, demikian juga halnya dengan kita, mereka perlu diselamatkan, begitu pula kita.[1]

Akibat kehadiran Roh Tuhan
Ayat 1-4 khususnya sangat penting bagi kita, karena memberi petunjuk tentang apa yang seharusnya kita lakukan setelah menerima Roh Kudus, di antaranya:
a. Mewartakan berita baik bagi orang miskin,
b. membebaskan orang tertawan, yaitu mereka yang ditangkap dan kehilangan hak-hak politik mereka,
c. Memberi penglihatan bagi yang buta, yaitu mereka yang kehilangan akses informasi dan pengetahuan,
d. Membebaskan orang tertindas,
e. memberitakan tahun rahmat (sabat) Tuhan sudah datang.

   Bukankah banyak di antara kita khususnya dari kalangan Pentakosta dan Karismatik yang sudah merasa puas kalau bisa bernubuat atau berbahasa roh, walaupun setelah itu mereka tidak berbuat apapun? 
Sebaliknya, teks Yesaya 61 ini menunjukkan bahwa setelah kita menerima Roh Tuhan, ada banyak yang harus kita kerjakan. Ada 7 panggilan yang mesti kita kerjakan, walaupun teks ini secara klasik ditafsirkan sebagai nubuat untuk Mesias.
Mari kita lihat satu demi satu:

a. untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara:
Panggilan pertama adalah menyampaikan kabar baik. Apakah kita memiliki hati dan kerinduan untuk memberitakan kabar baik, terutama kepada mereka yang tunduk kepada kuasa gelap dan hidup dalam kesengsaraan?

b. merawat orang-orang yang remuk hati:
Apakah kita memiliki hati untuk menghibur dan merawat orang-orang yang depresi, frustrasi, putus asa, dan remuk hati?

c. memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan:
Apakah kita sudah memberitakan pembebasan kepada mereka yang hidup dalam belenggu kutuk dosa dan kuasa Iblis?

d. kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara:
Apakah kita juga merasa prihatin akan banyaknya orang yang masih terpenjara dalam kuasa dosa? Sudahkah kita menjadi suluh di tengah lingkungan yang rusak?

e. memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita:
Tanggal 16 september 2015 tahun lalu adalah terhitung hari pertama dalam tahun 6000 menurut kalender Torah (lihat www.torahcalendar.com). Tahun 6000 ini juga bertepatan dengan tahun Yobel yang ke-120, atau 50x120=6000. Itu artinya sejak bulan September tahun lalu seluruh dunia memasuki tahun rahmat Tuhan.

f. menghibur semua orang berkabung:
Banyak orang yang hidup dalam kesengsaraan karena mereka tetap mengaku percaya dalam nama Yesus Kristus. Baru-baru ini saya mendengar kabar di salah satu provinsi di China, banyak gedung gereja yang dibuldozer, bahkan kabarnya ada pasangan pendeta yang mati karena juga ikut dibuldozer.

g. mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar:
Sudahkah kita memberitakan kepada para hamba Tuhan khususnya di pelosok-pelosok desa, bahwa: Mereka yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai berkasnya dengan sorak sorai. 

Janji Tuhan
Jika kita melakukan hal-hal di atas, maka janji Tuhan adalah bahwa kehidupan orang-orang yang kita sentuh akan berubah drastis, bahkan dikatakan bahwa:
(1) Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, 
(2) akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; 
(3) mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. 
Reruntuhan yang berabad-abad itu mungkin bukan saja berkaitan dengan puing-puing sisa kejayaan masa lampau, melainkan juga pola pikir keliru yang telah mengakar, yang menekankan egoisme dan keserakahan khususnya dalam bidang ekonomi dan tata kehidupan masyarakat.[2]
Sementara itu, pola pikir masyarakat zaman dahulu yang menjunjung tinggi kekeluargaan, gotong royong, dan juga guyub rukun, akan kembali mendapat prioritas. Tidak hanya itu, kota-kota yang sunyi dan telah runtuh akan dibangun kembali. Artinya, kembalinya peradaban dibandingkan pola-pola "destruktif" dalam masyarakat.

Penutup
Dengan kata lain, bagi Lukas kehadiran Roh Kudus berdampak secara nyata dalam kehidupan orang-orang yang kita jumpai setiap hari.
Pertanyaan untuk direnungkan: sudahkah kehadiran kita sebagai umat percaya membawa dampak dan damai sejahtera bagi semua orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita?
Demikian kiranya sekelumit perenungan ini dapat berguna bagi kita semua, khususnya dalam mempersiapkan diri menyongsong hari Pentakosta.

Versi 1.0: 8 juni 2016, pk. 18:45
versi 1.1: 8 april 2017, pk. 9:53
VC

Referensi:
[1] John Balchin dkk. Intisari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: Scripture Union Indonesia, 1994. Hal. 169 [2] Etika altruisme dan ekonomi kekekuargaan. Url: https://www.researchgate.net/publication/303444294_Etika_altruisme_dan_Ekonomi_kekeluargaan
__________________

"If You Want to Walk on Water, You've Got to Get Out of the Boat‎." - John Ortberg

The Second Coming Institute