Submitted by rogermixtin09 on

Untuk yang ketiga kalinya saya harus kembali menelan kecewa dan malu.

Kecewa karena jadwal yang sudah direncanakan molor sampai tiga kali.kecewa karena sebenarnya dari pihak kami sudah siap namun halangan datang dari pihak otoritas yang belum siap karena banyaknya alasan yang dihubungkan dengan pelaksanaan pemilu yang sebenarnya sudah selesai dua minggu yang lalu.

Selama kurang lebih dua tahun berada disini sebenarnya banyak yang saya kagumi dengan birokrasi dan sikap aparat penyelenggara di negara ini,namun dalam keadaan seperti ini saya jadi teringat negeri tercinta yang sering kali banyak muter-muter dalam hal birokrasi. Tetapi saya harus tetap mengakui bahwa perbedaan besar memang ada yaitu mereka disini tidak pernah mempersulit urusan hanya karena mengharapkan imbalan seperti yang terjadi di negaraku tercinta.

Malu karena dua minggu yang lalu di kotak ijo saya pernah mengatakan kepada Tante paku dan Alvares bahwa dalam minggu itu saya akan menghilang dari SS namun ternyata saya masih ada sampai hari ini.

Malu karena tadi pagi dalam komentar saya kepada pak Kiem saya mengatakan bahwa beberapa jam lagi saya harus menghilang dari SS dan ternyata sampai saat ini saya masih ada disini.

Sebenarnya hari ini semua sudah dipersiapkan dengan matang,sudah diumumkan bahwa hari ini adalah pasti dan tidak molor lagi,bahkan waktupun sudah ditentukan jam sekian semua harus kumpul dan berangkat.

Ketika waktu sudah mendekati deadline tiba-tiba handphone saya berdering dan orang diseberang sana mengabarkan bahwa surat belum ditandatangani karena sampai saat ini yang berwenang belum pulang dari luar daerah ” Mungkin ada halangan ” kata orang diseberang sana." I think tomorrow will be Ok " katanya lagi.

Yah ternyata molor lagi.sayapun teringat ayat yang saya tuliskan pada komentar saya tadi pagi :

Yakobus 4:15 Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

Barulah saya sadari bahwa sebenarnya saya tidak boleh kecewa karena sesunguhnya rencana Tuhan itu indah pada waktunya.Dan sayapun tidak perlu malu karena rekan-rekanpun pasti memaklumi kalau memang masih ada halangan.