Submitted by
kutukupret ber…
on
Dulu saya suka numpang baca di toko buku (sampe sekarang juga). Suatu hari nemu buku puisi yg nyasar ke rak komik. Baca-baca dan nemu puisi yang menurut saya bagus sekali. Hari ini iseng nggeratakin om gugel, trus dapet juga teks puisi ini:

SELEMBAR DAUN JATI
Selembar daun jati
gugur
jeritnya terdengar parau
sampai ke hati.
Seperti derit daun pintu
yang pelan-pelan mengatupkan
aku!
gugur
jeritnya terdengar parau
sampai ke hati.
Seperti derit daun pintu
yang pelan-pelan mengatupkan
aku!
Selembar daun jati itu nggak berharga. Apa sih artinya selembar daun jati? TInggal mungut aja kok. Dijual pun nggak laku. Sedihnya, walau dia nggak berharga, dan udah tercopot dari pohonnya, ia jatuh ke tanah dan masih sempet ngomong "aku!".
Saya nggak tau maknanya apa puisi itu. Tapi kalo dibaca-baca kok rasanya puisi itu mewakili sebagian suara-suara yang ada di dalam hati. Jiee, hatinya kutukupret kayak apa ya isinya?
Selembar daun jati jatuh ke tanah, tercopot dari rantingnya... masih sempet-sempetnya ngelawan dengan mengucapkan "aku". Knapa nggak pasrah aja, jatuh ke tanah pasti jadi kering dan hancur.
Kata Chairil Anwar "Hidup adalah menunda kekalahan".
*lagi-lagi posting nggak penting dari kutukupret*