Anggaplah ini suatu kisah,...
beberapa waktu yg lalu ada seorang pendeta datang ke gereja kami tanpa diundang, dengan alasan untuk mengabarkan firman, tetapi saat si pendeta ini berfirman dia sangat banyak memakai bahasa-bahasa yunani, inggris dan istilah-istilah asing yang tidak saya sebutkan disini( karena mendengar saja aneh). Hingga jemaat hanya melongo dan saling berbisisk-bisik jadi berisik hingga akhir kebaktian, karena tidak mengerti sama sekali apa yang difirmankan itu. Apa karena seorang sth dll seorang pendeta bisa mengajar seenaknya dengan gaya bahasanya sendiri tanpa memegang prinsip " untuk membuat jemaat mengerti", jika seorang yang mengaku hamba Tuhan secara terus menerus mengajar dengan cara ini, bagaimana dengan orang-orang tua dan yang biasa disebut mereka kaum awam? apakah semua orang-orang tua dan yang lain itu mengerti, dengan bahasa-bahasa asing dan istilah-istilah seperti itu? lantas apa bedanya dengan mendengarkan orang yang berbahasa roh, tanpa tahu arti bahasa itu? benar-benar pendeta telo godok, saya tidak pernah anti dengan cara seseorang mengajar dan berkotbah, karena saya belajar dari banyak denominasi, tapi jika dengan cara demikian hahaha...gelar aja sth dll, tapi tidak tahu cara mengajar dengan benar! ataukah ingin dianggap keren dengan bicara seperti itu? lantas timbul suatu pertanyaan jika seandainya dia mengajar didesa yg penuh dengan orang yg tidak mengerti istilah-istilah dan bahasa seperti itu, apa ada gunanya??? jika seseorang mau menobatkan orang lain haruskah dengan cara orang model begini??saya kira yg ditobatkan tidak ngerti-ngerti dan ngak tobat-tobat...namun dari si pendeta telo godok inilah saya menarik pelajaran yang berharga, di samping firman Tuhan ternyata cara seseorang mengajar dan menjelaskan sangat penting....agar jangan benih yang ditaburkan, dibuang percuma...dan masih banyak sekali di akhir jaman ini model-model pendeta telo godok ini.