Shalom saudaraku,
Pagar adalah sejenis rintangan yang dibuat untuk melindungi apa yang ada di dalamnya. Rintangan itu bisa terbuat dari tembok, besi, atau kawat berduri. Tentunya diandaikan bahwa apa yang dilindungi itu cukup bernilai, misalnya rumah atau gudang. Yang menjadi aneh adalah apabila pagar dibuat begitu tinggi dan kokohnya padahal yang dilindungi itu tidak seberapa.
Hal ini mungkin aneh di dunia nyata, tapi bukankah kehidupan rohani kita kerap kali juga terlalu sibuk membuat pagar sehingga malah menjauhkan gereja dari problem-problem keseharian yang dihadapi masyarakat? Akibatnya gereja tidak memberi dampak nyata dalam kehidupan masyarakat sekitar, tapi malah menimbulkan keresahan.
Sebagai contoh, akhir-akhir ini ada suatu fenomena yang layak dicermati yaitu adanya beberapa gereja yang berramai-ramai mengusung Yahweisme. Pada intinya mereka tampaknya ingin mengajukan gagasan bahwa Tuhan dalam PL dan Yesus dalam PB itu satu dan sama, dan keduanya bernama Yahweh. Doktrin kelompok ini bisa disebut Christian Judeo Unitarian Modalism. Secara keseluruhan, gerakan ini berakar dari Yudaisme ortodoks, dan di Indonesia dapat ditelusuri pada kelompok Pemuja Nama Yahweh dan Pengagung Nama Yahweh. (Secara teologis, pemahaman kelompok ini cenderung ke arah Sabellianisme atau Arianisme, lihat ref. (1)).
Kelompok ini cukup gencar berpromosi entah dengan dana dari mana, bahkan di kota kami dulu saya mendengar kelompok ini sampai menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat karena membuat baliho-baliho yang besar di jalan-jalan utama yang isinya menyatakan bahwa: "Yang menyebut nama Allah itu kafir." Tidak heran jika saya mendengar bahwa banyak orang non-kristen yang merasa resah karena promosi besar-besaran yang bernada mengejek tersebut.
Bahkan di forum Sabdaspace ini beberapa hari lalu juga ada artikel yang bernada membela gerakan Unitarian/Yahweisme itu. Saya bukan ahli biblika, hanya saja ada dua argumen sederhana yang bisa diajukan:
(1) Yesus memang beberapa kali mengatakan bahwa diri-Nya dan Bapa adalah satu, tapi Ia juga kerap menyebut diri-Nya sebagai Anak Manusia atau Anak Allah, artinya tetap ada perbedaan. Di salah satu ayat Ia mengatakan tentang hari penghakiman terakhir: tidak ada malaikat yang tahu kapan itu terjadi, Anak pun tidak, hanya Bapa saja. Di taman Getsemani Yesus juga berdoa: jadilah kehendak-Mu. Ini menegaskan bahwa tetap ada perbedaan sekalipun ada relasi yang intens antara Anak Allah dan Bapa. Jadi Yesus sekaligus berbeda tapi juga sama dengan Allah, seperti dapat dibaca pada Yoh. 1:1 "pada mulanya bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah." Jadi ajaran Kristen yang sehat menolak dua ekstrim baik Unitarian maupun Saksi Jehovah, yang mengatakan bahwa Yesus adalah "a son of God." Yang betul Ia adalah "the Son of God," bahkan "the only begotten Son of God." Dalam Yoh. 3:16 jelas disebutkan bahwa peran Bapa sebagai inisiator penyelamatan yang mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia untuk melaksanakan penyelamatan tersebut.
(2) Argumen sederhana yang kedua adalah: jika kita belajar bahasa Ibrani kuno, hal pertama yang harus diingat adalah bahwa tetragrammaton itu tidak boleh diucapkan. Kalau kita menjumpai tetragrammaton itu maka biasanya kita mengucapkan Adonai. Lalu bagaimana bisa para pendukung Yahweisme itu mengajarkan bahwa nama Yahweh itu harus diucapkan oleh orang kristen? Saya mendapat kesan bahwa mereka kurang mau belajar tata krama bahasa Ibrani. Kesan tersebut semakin menguat ketika saya mendengar bahwa kelompok Yahweisme/Unitarian ini menggunakan Alkitab terjemahan mereka sendiri yang menulis kata Yahweh untuk setiap kata TUHAN dalam alkitab versi LAI. Kalau itu hanya di PL masih mendingan karena memang teks aslinya berbunyi YHWH (tetragrammaton), tapi kalau di PB juga akan menggunakan kata YHWH menjadi tidak jelas darimana sumber yang digunakan, karena teks asli PB dalam bahasa yunani tidak satupun menyebutkan tetragrammaton. (Silakan cari di google Alkitab PB bahasa Yunani).
Saya tidak tahu persis tentang kelompok ini, jadi tidak akan berkomentar lebih jauh. Hanya saja perkenankan saya menghimbau dua hal kepada para tokoh dari kelompok Unitarian ini, yaitu :
(a) silakan saja Anda mengklaim ini dan itu sepanjang itu terbatas untuk forum internal gereja Anda, tapi jangan membuat promosi besar-besaran melalui baliho di jalan atau via radio atau televisi yang mengundang keresahan dalam masyarakat.
(b) Lagipula, jika Anda memang mau bertanggungjawab atas kesahihan teologi Anda, kenapa cenderung menghindar jika akan dipertemukan dalam seminar dengan ahli biblika yang kompeten?
Demikian sekelumit catatan kecil kiranya dapat menolong para pembaca sekalian agar dapat bersikap bijaksana dalam membaca setiap posting artikel yang bernuansa Yahweisme/Unitarian tersebut. Lebih lanjut semoga kita dapat membantu menjelaskan jika ada masyarakat non-kristen yang resah akibat ungkapan kafir-mengkafirkan dari kelompok Yahweisme tersebut. Jika Anda ingin lebih mengetahui tentang aliran unitarianisme termasuk yang modalis dan lain-lain, silakan lihat ref. (2).
Catatan: kepada para tokoh pendukung Yahweisme, jika Anda bersedia untuk seminar bersama, saya kenal beberapa ahli biblika yang cukup kompeten yang dapat menanggapi dengan baik jika Anda berkeberatan terhadap artikel ini. Silakan menghubungi email: victorchristianto@gmail.com
Penutup
Omong-omong soal pagar, berikut ada cerita lucu yang baru saya dapat dari sepupu saya:
A LOY & A CONG baru saja merasakan punya HP seumur hidup nya.
A LOY : Cong, ngapain megangin pagar rumah aja ?.
A CONG : Iya nich Loy, gue mau ngisi pulsa...
A LOY : Trus, apa hubungannya ngisi pulsa dgn megang pagar rumah ?. Telpon aja operator nyapasti beres.
A CONG : Itu dia masalah nya, operator bilang suruh "tekan pagar", tapi udah di tekan beberapa kalimasih kaga masuk pulsanya, jempol gue ampe lecet nich.
A LOY : lu sich belum seberapa Cong, gue lebih parah lagi dikerjain operator.
A CONG : Emang kenapa ?.
A LOY : Lu masih mending disuruh "mencet pagar", lah gue disuruh "mencet bintang", emang gue Gatotkaca yg bisa terbang ke langit sono. Udah gila tuch operatornya...
Versi 1, 16 mei 2015, pk. 02:32
VC
ref.
(1) http://www.sarapanpagi.org/pemuja-nama-yahweh-vt2011.html
(2) http://morechrist.blogspot.com/2014/06/unitarianism.html