Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Keutamaan Yosua

mujizat's picture
Siapa tidak kenal Yosua? Pemimpin bangsa Israel yang dipilih oleh TUHAN menggantikan nabi Musa untuk menyeberangkan bangsa keturunan Yakub itu melewati sungai Yordan? Apa kira-kira pertimbangan TUHAN menentukan Yosua sebagai pengganti Musa? Apa saja yang telah dilakukan oleh Yosua sehingga TUHAN terpikat kepada anak Nun ini?
 
Banyak hal dapat diutarakan untuk mengisahkan Yosua, namun dalam artikel ini Muji tertarik untuk menyoroti sikap hati seorang Yosua, bagaimana seseorang yang dari sejak mudanya begitu setia mengabdi kepada Musa, bagaimana pembelaannya terhadap Musa, dan bagaimana tokoh hebat ini membangun imannya dengan ingatan-ingatan akan perbuatan TUHAN di masa lalu.
 
Yosua, seperti Kaleb dan Musa, beliau dilahirkan di tanah Mesir. Alkitab menjelaskan bahwa dia menjadi abdi Musa sejak masa mudanya. Namun mengingat bahwa Yosua diserahi pucuk pimpinan sebagai pengganti Musa disaat dia berumur 80 tahunan (Yosua 14:10), padahal Musa menyertai Israel di gurun pasir selama 40 tahunan, maka setidaknya Yosua telah menjadi abdi Musa selama sedikitnya 40 tahun dengan setia,...
 
Kesetiaan seorang hamba:
 
Dalam kitab Bilangan pasal 11 diceriterakan ketika TUHAN memerintahkan 70 orang sebagai pemimpin di bawah Musa:
Silahkan handai taulan baca baik-baik bagaimana TUHAN bukan hanya memilih pemimpin, namun juga memberikan otoritas dalam "ujud" Roh (kepemimpinan).
 
Bilangan 11:16-17
16  Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, yang kauketahui menjadi tua-tua bangsa dan pengatur pasukannya, kemudian bawalah mereka ke Kemah Pertemuan, supaya mereka berdiri di sana bersama-sama dengan engkau.
17  Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.
 
Lalu TUHAN menepati perkataan-Nya disini:
 
Bilangan 11:25-29
25  Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.
26  Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka—mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah—maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan.
27  Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: "Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan."
28  Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: "Tuanku Musa, cegahlah mereka!"
29  Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!"
 
Nah, awalnya hanya terkumpul 68 orang tua-tua (dari 70 yang ditetapkan TUHAN), kemudian TUHAN mengambil sebagian Roh (kepemimpinan) yang ada pada Musa dan dibagikan-Nya kepada ke-68 tua-tua Israel itu sehingga sejenak mereka kepenuhan seperti nabi (ayat 25).
 
Adalah dua orang yang tercecer, tidak ikut hadir, namun masih tertinggal di perkemahan, tetapi TUHAN tidak lupa, sehingga TUHAN juga memenuhi dua orang tua-tua itu, yang bernama Eldad dan Medad, maka kedua orang itu juga mengalami kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan (ayat 26).
 
Yosua, yang pada waktu itu belum memahami benar apa yang dilakukan oleh TUHAN sendiri terhadap Eldad dan Medad, bagaimana TUHAN menaruh Roh (kepemimpinan) pada kedua orang tua-tua itu, sepertinya merasa bahwa hal itu seperti "menyaingi" Musa selaku nabi (ayat 28). Tapi Musa dengan bijak menjawab pembelaan Yosua itu dan menjelaskan bahwa TUHAN lah yang melakukan itu terhadap Eldad dan Medad (ayat 29).
 
Iman Yosua
 
Handai taulan tentunya masih ingat ketika Yosua dan Kaleb tergabung dalam team pengintai dari kedua belas pengintai (Bilangan pasal 13).
Sepulangnya dari pengintaian itu, kesepuluh pengintai menyatakan ketakutan mereka akan bangsa yang tanahnya akan diduduki, sebagai suku bangsa yang kuat dan mengerikan, sehingga bangsa Israel menjadi kecil nyalinya, sehingga memberontak.
 
Adalah Kaleb dan Yosua yang menenangkan bangsa itu, dan sikap dua orang ini telah menyelamatkan jiwanya, karena setelah itu TUHAN berfirman bahwa semua orang Israel yang lahir di Mesir, tidak akan ada satupun yang sampai ke tanah Kanaan, kecuali Yosua dan Kaleb, dua orang yang menyatakan imannya yang teguh, baik di hadapan bangsa Israel maupun di hadapan Allah.
 
Mengapa kebanyakan orang Israel kala itu memiliki "iman yang rapuh" ?
 
Bukankah mereka telah melihat dengan mata masing-masing bagaimana TUHAN menunjukkan ke Maha Kuasaan-Nya baik ketika terjadinya tulah Mesir, lalu bagaimana TUHAN membelah Laut Teberau sehingga Israel dapat menyeberang di dasar laut yang kering, dan masih ada juga mujizat Manna, dan lain sebagainya,...
 
Rupa-rupanya bangsa Israel terlalu mudah melupakan perbuatan-perbuatan TUHAN. Di sinilah kuncinya.
 
Kaleb dan Yosua juga menjadi saksi hidup bagaimana TUHAN banyak melakukan mujizat yang menyolok mata, tetapi dua orang ini tidak melupakan perbuatan-perbuatan besar yang telah dilakukan TUHAN. Rupa-rupanya mereka berdua mengingat dengan KUAT perbuatan2 TUHAN di masa lalu, sehingga iman mereka tidak menjadi goyah ketika melihat suku bangsa "raksasa" yang mendiami tanah Kanaan.
 
Belajar dari Yosua dan Kaleb, maka iman kita pun akan dapat bertumbuh dengan subur dan kuat, jika kita rajin mengingat perbuatan-perbuatan Allah, baik yang dilakukan-Nya di masa lalu, yang sebagian besar dapat kita baca di dalam Alkitab yang sungguh luar biasa, maupun yang Tuhan telah lakukan melalui pengalaman-pengalaman pribadi Anda dan saya di masa lalu.
 
Salam,
 

 

__________________

 Tani Desa