SUNGGUH suatu pertanyaan yang sangat mudah untuk dijawab bagi mereka pengikut Yesus Kristus, tapi apakah benar jawabannya semudah dan sesuai dengan yang diharapkan bagi penanya dengan pertanyaan seperti judul blog di atas itu?
Banyak yang setuju bila Yesus Kristus adalah Firman yang telah menjadi manusia seperti yang tertulis pada Injil Yohanes 1 :14.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Sebagai manusia artinya sama dengan kita, yang dilahirkan dari darah dan daging, menjadi bayi dan terus bertumbuh menjadi dewasa. Yesus juga mempunyai naluri seperti manusia biasa, lapar, haus, letih, tidur, sedih, menangis, punya cinta dan kasih, bisa marah dan sedih, penuh hormat dan percaya, serta berdoa juga. Yesus sama seperti kita KECUALI Ia tidak berdosa karena tidak pernah berbuat dosa. Lalu ketika Yesus dikatakan pernah berbohong, apakah Ia tidak berdosa?
Bukit tengkorak telah menjadi saksi bisu, tatkala Yesus Kristus disalibkan bersama dua penjahat di sebelah kiri dan kanan-Nya. Sungguh kontras sikap kedua penjahat itu dalam percakapannya ketika mengomentari penyaliban Yesus seperti tertuis dalam Injil Lukas 23 : 39-41.
39 Seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya : "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya : "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
Percakapan tersebut seolah menunjukan dua sikap fundamental dalam kehidupan manusia. Penjahat yang pertama menampilkan karakter manusia yang GAGAL FATAL TOTAL hingga AJAL , yakni menolak Allah dalam membangun sikap takwa dan takut akan Allah. Penjaha itu akhirnya mati dalam keadaan menghujat Yesus sebagai Kristus. Sementara penjahat yang satu menyadari bahwa hukuman yang diterimanya itu memang setimpal dengan kejahatannya. Namun dalam batas hidupnya menuju kematian kekal, dia menyerahkan kematiannya pada Yesus. Bahkan dengan rendah hati berkata :
42 lalu ia berkata : "Yesus, ingatlah akan akau, apabila Engkau datang sebagai Raja."
43 Kata Yesus kepadanya : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Jawaban Yesus itu adalah Sabda kedua ketika berada di kayu salib, namun penjahat yang kedua itu telah melihat bahwa salib Yesus itu seperti tahta kerajaan dan Yesus adalah Sang Raja, pertobatan penjahat kedua itu adalah rahmat yang membuat imannya mekar seperti cakrawala luas. Tapi benarkah penjahat itu bisa berada di Firdaus hari ini juga? Ataukah jawaban Yesus itu spontanitas saja, karena sifat Yesus yang penuh belas kasih dan selalu dinyatakan kepada orang banyak. Belas kasih Yesus menyebabkan Dia memperhatikan kebutuhan jasmani manusia, seperti tertulis pada Yohanes 6:5 dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menggambarkan Yesus penuh belas kasih.
Timbul pertanyaan setelah Yesus mengucapkan sabda-Nya itu, apakah penjahat itu langsung masuk ke Firdaus? Artinya tidak mati terlebih dahulu, langsung ke Firdaus bersama Yesus? Tentu tidak mungkin, karena kaki kedua penjahat itu dipatahkan ketika di tiang salib dengan tujuan agar mereka cepat mati. Dan kematian Yesus tidak dalam waktu bersamaan dengan penjahat itu (Yoh 19: 31-37), Yesus meninggal mendahului penjahat-penjahat itu.
Dengan demikian, apakah Yesus berangkat ke Firdaus sendirian, tanpa menunggu penjahat yang dijanjikan-Nya itu? Ataukah Yesus telah melupakannya, dalam arti membohonginya? Toh penjahat itu tidak bakalan protes kalau ternyata tidak berada di Firdaus? Lagipula, setelah Yesus meninggal, Ia juga tidak langsung masuk ke dalam Firdaus, kenyataannya masuk ke dunia orang mati dan tinggal di sana sampai Ia dibangkitkan. Setelah dibangkitkan pun Yesus tidak langsung masuk Firdaus juga, masih jalan-jalan menemui murid-murid-Nya. Jadi benarkah Yesus membohongi penjahat itu atau lupa? Atau terjemahan Luk 23:43 tidak pas? Berikut ini ada beberapa terjemahan dari ayat tersebut untuk mencoba membandingkannya.
Terjemahan TB 1974 :
43 Kata Yesus kepadanya : "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Terjemahan BIS 1985 :
"Percayalah," kata Yesus kepadanya, "hari ini engkau akan bersama Aku di Firdaus."
Terjemahan Shellabear Draft 1912 :
Maka katanya kepadanya, "Sebenarnya aku berkata kepadamu, pada hari ini kelak engkau bersama-sama dengan aku dalam firdaus."
Sementara terjemahan secara hurufiah sesuai dengan urutan kata dalam bahasa aslinya, maka bunyinya begini : "Sesungguhnya kepadamu Aku berkata hari ini engkau akan ada bersama-Ku."
Ataukah seperti yang tertulis dalam Alkitab Sabda menjelaskan bahwa istilah "Firdaus" dipakai untuk menunjukkan sorga atau kehadiran Allah (bahwa "sorga" dan "Firdaus" menunjukkan tempat yang sama telah jelas dari 2Kor 12:2,4). Perkataan Yesus mengajarkan dengan jelas bahwa setelah kematian orang yang diselamatkan akan langsung ke hadirat Yesus dalam sorga.
Namun bila direnungkan, apa yang diucapkan Yesus itu bukan suatu kebohongan atau kelalaian, tapi suatu PENGHARAPAN akan Dia. Bahwa dalam hidup betapapun berat dan gelap serta menyakitkan keadaannya, kita tidak boleh berpaling kepada Dia. Pengharapan yang benar hanya Dia, Yesus Sang Juru Selamat Manusia, karena lewat kematian-Nya serta kebangkitan-Nya kita punya pengharapan untuk kelak berada bersama Kristus di dalam Firdaus. Masihkah kita berani mengatakan bahwa Yesus itu pernah berbohong?
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat


