Submitted by mujizat on

 

Apakah Alkitab MEMBUAL ataukah KUTUK WARISAN Memang benar-benar Ada ?

Di Pasar Klewer ini sepertinya belum ada kata sepakat soal kutuk-mengutuk, khususnya soal kutuk warisan. Di satu pihak bersikukuh bahwa kutuk warisan memang ada, tetapi di pihak lain ada yang mati-matian membela pendapatnya, bahwa kutuk warisan sebenarnya tidak ada. Seperti kita bersama ketahui, sudah ada Blog dari salah seorang user di SS yang mengupas soal ini, khususnya buku rohani MEMATAHKAN KUTUK GARIS KETURUNAN karangan sdr Gilbert Lumoindong namun sayangnya sdr GL tidak menanggapi blog tsb. Saya yakin Pasar Klewer ini cukup terkenal, apalagi penulis blog tsb sudah coba hubungi sdr GL melalui penerbitnya, dan kalau melihat statistik pengunjung SS untuk blog tersebut, sangat sedikit kemungkinannya bahwa sdr GL tidak tahu menahu mengenai sorotan tulisan beliau. Entah apa alasannya, apakah merasa terlalu hina meladeni – anggaplah penulis Blog tsb memang bodoh – tulisan (blog) tersebut ataukah memang tak mampu . Yang jelas, membiarkan opini umat jadi mengambang bukanlah sesuatu yang terpuji. Maka terpaksalah Mujizat yang “bangkotan” ini mencoba mengungkapkan pendapatnya sejalan dengan apa yang diketahuinya berdasarkan buku ajaib bernama Alkitab.

Arti kata Kutuk:

1ku·tuk n 1 doa atau kata-kata yg dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kpd seseorang; 2 kesusahan atau bencana yg menimpa seseorang disebabkan doa atau kata-kata yg diucapkan orang lain; laknat; sumpah: mereka tidak berani berbuat jahat krn takut kena --;
me·ngu·tuk v 1 mengatakan (mengenakan) kutuk kpd; menyumpahi; melaknati;

Sumber (http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php)

Yang Mengucapkan Kutukan:

TUHAN           (Kej 3:14-17 ; Kej 4:11; Ul 21:23;  Ul 28:15-19)

Manusia           (Kej 9:25 ;  Ul 27:15-26 ; Yos 6:26 ; Yos 9:23 ; Hakim 21:18)

Faktor penyebab TUHAN atau seseorang Mengutuk:

TUHAN marah  lantaran Firman-Nya dilecehkan (Kej 2:17) VS (Kej 3:4-6).

TUHAN marah kepada Kain karena peringatan-Nya diabaikan Kain (Kej 4:7) VS (Kej 4:8).

TUHAN marah kepada setiap manusia yang tidak mengindahkan dan tidak mau melakukan Firman-Nya (Ul 28:15-19).

Nuh (manusia) marah kepada Ham yang tidak menghormati ayahnya (Kej 9:22-27).

Yosua (manusia) "marah" kepada penduduk kota Yerikho (Yos 6:26).

Sebagian besar suku Israel (manusia) marah kepada suku Benyamin (Hakim21:1,18).

Yosua (manusia) marah atas penipuan penduduk Gibeon (Yos 9:23).

Kita kembali ke makna kutukan:

Kutukan dapat diartikan sebagai perkataan yang dapat mengakibatkan kesusahan, bencana atau kesulitan kepada seseorang yang kepadanya perkataan itu tertuju.

Mengapa “hanya sebuah perkataan” dapat mencelakai seseorang?

Apakah setiap “kutukan “ selalu dapat mencelakai seseorang?

Di alam semesta berlaku setidaknya dua macam hukum: hukum materi dan hukum roh.

Hukum materi mengatur hal-hal yang bersifat materi (saya yakin Banyak Blogger SS yang dapat menjelaskan dengan jauh lebih baik soal ini dari pada saya), sedangkan hukum roh mengatur segala sesuatu yang bersifat roh (idem).

Ketika “seseorang” yang memiliki otoritas (baca = orang benar atau dalam sebuah situasi dianggap benar menurut hukum roh) karena memiliki alasan yang dapat dibenarkan untuk mengucapkan itu, maka kata-kata kutuknya akan didukung oleh suatu kuasa agar perkataannya itu terjadi (pendapat mujizat).

Amsal 15:29

TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya.

Yakobus 5:16

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar  kuasanya.

Ketika Yosua memimpin penggempuran terhadap kota Yerikho, setelah pertempuran itu, oleh dorongan Roh TUHAN,  mantan Abdi Musa ini mengutuki Yerikho (Yos 6:26). TUHAN menyertai perkataan orang benar ini dan di alam roh hal itu tertulis sebagai bagian dari hukum roh yang akan berlaku, dan terbukti sekian ratus tahun sesudah itu kutukan Yosua ini terjadi (1 Raj 16:34)

Nuh adalah manusia pertama yang membuat kebun anggur (Kej 9:20). Orang tua ini belum pengalaman soal “khasiat” buah anggur. Suatu hari Nabi Nuh ini kebanyakan makan buah anggur, maklum, buah anggur memang manis dan enak, dan maboklah ia (sepertinya saat itu TUHAN belum melarang manusia mabok anggur) sehingga Nuh tak sadarkan diri. Dan dalam keadaan mabok itu telanjanglah Nuh, dan Ham melihat kemaluan ayahnya dst dst,… Dan ketika Nuh telah sadar, orang tua ini marah besar kepada Ham yang bukannya menutupi ketelanjangan ayahnya malah matanya …… Masuk akal kalau Nuh marah besar, dan mengutuki Ham. Di alam roh, kutukan Nuh ini “tercatat” dengan rapi, itulah sebabnya bangsa Kanaan (Keturunan Ham) akhirnya kalah melulu dengan bangsa Israel (keturunan Sem), tepat seperti salah satu ayat hukum roh yang tercipta oleh kutukan nabi Nuh. Perhatikan bahwa kutukan nabi Nuh ini berlaku turun temurun, sehingga tidak salah kalau saya dan banyak rohaniwan mengkategorikannya sebagai KUTUK WARISAN .

Apakah Rasul Paulus MEMBUAL soal Yesus Disalib Menanggung Kutuk ?

Sekarang kita masuk pada sebuah prinsip yang sangat krusial, yaitu hakikat penyaliban Yesus.

Hakikat Penyaliban Yesus menurut Alkitab adalah untuk:

  1. Menanggung sakit penyakit dan memikul kesengsaraan orang percaya (Yes 53:4)
  2. Membayar “upah” kejahatan orang percaya (Yes 53:5)
  3. Menyembuhkan sakit penyakit kita (Yes 53:5)
  4. Menebus dosa orang percaya (Yes 53:5,12)
  5. Korban penebus salah orang percaya (Yes 53:10)
  6. Menanggung kutuk orang percaya (Galatia 3:13 )

 

Tetapi benarkah manusia mewarisi kutuk (Jika Anda belum yakin) ?

 

Atau, saya ubah pertanyaannya:

 

Kutuk siapa saja yang telah Yesus tanggung? Kutuk semua orangkah?

Sakit penyakit siapakah yang telah Yesus sembuhkan dengan bilur-Nya ?

Dosa siapakah yang telah ditebus-Nya ? Dosa semua orang-kah ?

Hukuman siapakah yang telah dipikul-Nya? Hukuman semua orangkah ?

 

Jawabannya ternyata ada di Yesaya 53:1

Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?

Ternyata tangan TUHAN, atau kuasa TUHAN akan dinyatakan kepada “yang percaya kepada berita yang kami dengar”.

Yesus menanggung kutuk orang yang percaya kepada sebuah berita, bahwa Yesus disalib untuk menanggung kutuk.

Yesus menyembuhkan (dengan bilur-Nya) sakit penyakit orang yang percaya kepada sebuah berita, bahwa Yesus disalib untuk menanggung sakit penyakit kita.

Yesus menebus dosa setiap orang yang percaya kepada sebuah berita, bahwa Yesus disalib dan mati untuk menebus dosanya.

Yesus memikul hukuman yang seharusnya dijalani orang yang percaya kepada sebuah berita, bahwa Yesus disalib untuk memikul hukuman (hukuman adalah sesuatu perlakuan yang membuat sengsara) .

Saudara,…

Saya bersyukur bahwa Allah setia dengan Firman-Nya. Puluhan kasus sudah membuktikan, bahwa ketika kami melayani orang sakit dengan pertama-tama memberitakan kebenaran Firman TUHAN, termasuk diantaranya adalah hakikat penyaliban Yesus Kristus sebagai : pemikul hukuman, penyembuh penyakit, penebus dosa dan penanggung kutuk, dan OLEH ANUGERAH Allah kami melihat iman pada klien, maka TUHAN dengan setia menunjukkan kebaikan-Nya dengan menyembuhkan orang sakit itu (dalam cukup banyak kasus) dalam waktu SEKETIKA .

Percayalah bahwa sebelumnya Anda mewarisi kutuk keturunan, kemudian rendahkan hatimu di hadapan TUHAN meminta Yesus menanggung kutuk atas Anda. Jikia Anda merendahkan diri dan SUBMIT pada Firman-Nya, maka Tuhan Yesus sendiri yang akan membawa Anda mengalami pengalaman2 rohani bersama-Nya, dan alami bagaimana iman Anda akan bertumbuh dengan pasti, serta alami juga bagaimana Anda akan disembuhkan-Nya secara mujizat. Sembuhnya penyakit Anda secara mujizat (seketika-tanpa obat, tetapi dg kuasa Allah) boleh menjadi sebuah tanda dari Surga bahwa Allah berkenan kepada sikap Anda, dan bukan saja sakit penyakit Anda yang dibereskan Tuhan Yesus, tetapi juga kutukan atasmu akan dipatahkan-Nya, dan dosa-dosamu akan diampuni-Nya.

MUJIZAT