Submitted by Tante Paku on

Supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas (Yesaya 66:11)

Mengapa pangkuan menerima aku, mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu? (Ayub 3 : 12)

Puisi :

Payudaranya bisa sebesar semangka
Payudaranya bisa seukuran pepaya
Payudaranya bisa juga sekecil buah mangga
Namun tersimpan air susu kehidupan
Yang memberi gizi tinggi untuk para bayi

Apakah aku tidak bisa memahami-Mu
Ketika aku tuliskan protes pada-Mu Tuhan
Kenapa Kau berikan kanker pada payudara itu
Kenapa Kau izinkan kanker menyerang payudara itu

Tuhan, aku protes pada-Mu
Jangan kau beri kanker pada payudara
Pindahkan saja ke ujung rambut
Tapi jangan ke payudara
Tempat bersemayam air susu kehidupan
Bahkan para nabi pun menikmatinya
Tidakkah Engkau tahu itu?

Aku tidak tahu, aku bertanya pada-Mu
Aku protes padamu bukan untuk aku
Berikan kebebasan pada payudara para wanita
Agar menikmati kesehatannya sampai tua
Singkirkan semua penyakit kanker dari payudaranya
Biarkan para suami menikmati wadahnya
Saat kangen bernostalgia menjadi bayi

Tuhan, kadang-kadang Kau sulit dimengerti
Tuhan, kadang-kadang Kau tidak perduli
Tuhan, tolong dengarkan
Kau Tuhan semua nabi
Kau tahu pasti banyak yang protes pada-Mu
Mengapa Kau tidak mengusahakannya lebih mudah dimengerti
Mengapa Kau tidak membuatku bisa mengerti
Jika kanker payudara itu benar-benar Kau inginkan?

Dan aku tertunduk berusaha memahami anugerah terbesar-Mu yang tidak mendikte semua ciptaan-Mu, melainkan harus kreatif sendiri mencari apa yang harus diselesaikan. Kebebasanku adalah kesenangan-Mu bukan karena pemenuhan-Mu.

210212

 


     

 

 

Illustrasi : tarzan-blogermi.blogspot.com, koleksigambarunik.blogspot.com