Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Bukan dengan cara apa, tapi "di tangan siapa" seseorang itu meninggal

mujizat's picture

Seorang hamba Tuhan yg cukup senior berkata: "Yang penting bukan dengan cara apa seseorang itu mati, tetapi sedang berada di tangan siapa seseorang itu meninggal,.."

Adil, kukira.

Seringkali seseorang tidak tahu dalam kondisi apa dia mati. Bisa saja seseorang sedang menyeberang jalan, tiba2 seorang anak muda ugal2an yang sedang nyetir mobil sambil mabok menabraknya hingga tewas. Bisa saja seseorang yang sedang tidur, tiba2 gempa bumi skala besar, dan dia kejatuhan bagunan rumahnya sendiri sampai tewas seketika. Banyak contoh bahwa seseorang sulit memprediksi dengan cara apa dia mati. Jika seorang anak Tuhan jatuh ke tangan musuh dan "mati kutu" lalu hendak dibunuh, maka apakah mau dipenggal, apakah mau dicincang, apakah mau ditembak, ataukah mau dibakar SAMA SEKALI TIDAK MENENTUKAN apakah dengan cara matinya itu ia akan masuk sorga atau neraka, tetapi "di tangan siapa" ia saat itu yang jauh lebih penting.

Ya, cara kematian tidak menentukan "nasibnya" di alam baka, apalagi CARA PENGUBURANNYA, karena seseorang yang sudah mati gak lagi bisa meminta dikubur dengan cara apa. Tidak ada satupun ayat Alkitab bahwa seorang yang mati harus dikubur miring, atau telentang, atau tengkurap, dan tidak ada satu pun ayat Alkitab yang menyebutkan bahwa dikubur nungging akan membuat roh orang mati itu pusing.

Stefanus dibunuh mati ketika diakon itu sedang dipenuhi Roh Kudus, sedang berada "di tangan" Yesus, sedang diijinkan untuk mati sebagai martyr, maka Stefanus 100% masuk sorga.

Bagaimana dengan Yudas Iskariot. Banyak orang Kristen berpendapat bahwa "penjual Yesus" itu layak masuk neraka, tapi benarkah?

Sebelumnya Yudas Iskariot dikuasai oleh keinginan materi. Murid Yesus yang mata duitan ini menjual Yesus dengan tiga puluh uang perak, tetapi tak lama sesudah itu ia menyesal lalu bunuh diri.

3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri (Mat 27:3-5)

Yudas menyesal, dan penyesalan merupakan bagian dari pertobatan. Mungkin ia berfikir bahwa cara terbaik untuk "menebus" kesalahannya adalah dengan cara menggantung diri, dan ia melakukan itu sebagai satu2nya cara untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.

Jika pun Yudas harus masuk neraka, maka alasan terkuatnya adalah karena dia bunuh diri, tetapi bukan lagi soal menyerahkan Yesus, lantaran dosa itu sudah disesalinya, dan bukankah jika Yesus ngak mati disalib berarti proses penebusan belum lengkap??? Namun saya yakin - soal Yudas Iskariot - bahwa Tuhan Maha bijaksana. Masih mungkin bahwa kebijakan Tuhan berbeda dengan pendapat sebagian kalangan "rohaniwan" Kristen. Yudas Iskariot membunuh dirinya sendiri, membinasakan "bait Allah" yaitu tubuhnya sendiri dengan sebuah alasan: menyesal. Kita juga dapat membandingkan pembunuhan yang dilakukan oleh Yefta terhadap anak perempuannya dengan alasan: menggenapi nazar. Ada dua macam "pembinasaan bait Allah" dengan dua alasan yang berbeda,..............

Jika Yudas Iskariot sudah menyesal, padahal Tuhan menghendaki pertobatan seseorang, dan bukan kebinasaannya, maka di tangan siapa Yudas sedang mati???

....................

Masih ada Habel yang mati "dilimpe" atau disergap oleh kakaknya sendiri, dipukul hingga mati, tetapi kematian Habel yang tidak siap untuk membela diri, namun posisinya saat itu sedang benar di hadapan Tuhan, maka dimatikan dengan cara seperti itu pun sama sekali tidak menentukan soal sorga-neraka,...

Karena itu, langkah terbaik yang perlu kita kerjakan setiap hari adalah memastikan bahwa kita cinta Tuhan, bahwa kita "haus dan lapar" untuk mencari kehendak Tuhan LALU hidup menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan tersebut, agar dengan langkah ini kita selalu berada di tangan Tuhan. Maka apakah kita tiba-tiba mati ataukah dengan cara apapun kita tiba-tiba harus "meninggalkan dunia ini" maka proses kematian menjadi tidak penting lagi.

Salam.

__________________

 Tani Desa

Debu tanah's picture

Yudas tidak bisa bertobat

[Yudas menyesal, dan penyesalan merupakan bagian dari pertobatan. Mungkin ia berfikir bahwa cara terbaik untuk "menebus" kesalahannya adalah dengan cara menggantung diri, dan ia melakukan itu sebagai satu2nya cara untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.]

 

Ada fakta dalam Alkitab dalam Ibrani 6:6 bahwa ada saatnya manusia TIDAK BISA bertobat lagi.

Ibrani 6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

mujizat's picture

@Deta,... murtad

Ibrani 6:6 memang tertulis begitu, dan Petrus pun menyatakan hal serupa disini:

24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,
25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." (Kisah 1:24-25).

dan aku rasa, sebagian besar thelog Kristen berpendapat senada. Tapi saya melihat sebuah kemungkinan yang sangat kecil. Saya BELUM menyatakan bahwa pendapat saya ini tentu benar (benar = dalam hal ini, sesuai dengan kehendak Tuhan).

Tetapi Alkitab mencatat sebuah pengajaran tentang pengampunan seorang ayah, kisah si bungsu (Lukas pasal 15).

Saya melihat bahwa si anak bungsu SEBELUM dia minggat, dia SUDAH BERSTATUS ANAK, yaitu anak bungsu. Anak ini "KURANG AJAR" dengan pergi berfoya2 dst,... Nah, minggatnya si bungsu ini tak bolehkah disetarakan dengan MURTAD nya Yudas?

Tapi anak bungsu ini, ketika dia bertobat, dia diterima oleh Bapak nya. Sekali lagi: diterima kembali, bahkan dengan sukacita, pakai dipestakan lagi,... Itu SATU.

Lalu yang KEDUA:

Kalau Tuhan Yesus sudah mengajarkan kita untuk mengampuni sebanyak 7 x 77 kali, padahal Yudas baru salah kurang dari 10 x, lalu bagaimana ini Deta??

Oke lah, mungkin ada unsur "mendukakan Roh Kudus" atau alasan lainnya. Jika ada unsur ini, bukankah Yudas tidak menghina pekerjaan Yesus, seperti sudah dilakukan oleh kelompok Farisi yang menuduh Yesus bekerja dengan Beelzebul ketika Yesus lakukan mujzat? (Markus 3:22-30). Dan Deta tentu tau lah bahwa kasus Yudas didorong oleh materialistiknya, dan bukan yang lain.

Atau  bagaimana menurut Deta?

Apakah karena Paulus (Ibrani) sudah menuliskannya, dan karena Petrus sudah mengucapkannya (dogmatic) dan Theolog sudah sepakat bahwa rasul dan nabi TIDAK MUNGKIN SALAH , sehingga seperti itulah yang seharusnya? Ucapan Petrus dilakukan ketika dia BELUM dibaptis Roh Kudus, sedangkan Paulus sendiri pernah berselisih pendapat dengan Petrus. Jadi saya melihat ada sedikit kemungkinan bahwa manusia juga bisa salah, seperti Musa (nabi besar penuh urapan) juga bisa salah :)D

Salam

 

 

__________________

 Tani Desa

Debu tanah's picture

Yudas menyesal tapi tidak bertobat..

Apakah bukti bahwa Yudas hanya menyesal tapi bukan bertobat ?

II Korintus  7:10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.

Ayat di atas berkata bahwa penyesalan yang menghasilkan pertobatan, berasal dari kehendak Allah dan hasilnya adalah keselamatan.

Apa mungkin menyesal dengan cara bunuh diri menghasilkan keselamatan bang Muji ? Disimpulakan penyesalannya bukan lah pertobatan.

 

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

mujizat's picture

@Deta, Yudas bertobat atau menyesal,...

Shalom,

Menurut saya, Yudas bisa jadi "hanya" menggenapi kehendak Allah bahwa Mesias harus diserahkan untuk dibunuh mati (Yesaya pasal 53), atau jika bukan Yudas, tentu Tuhan akan "menunjuk" orang lain agar rencana-Nya terlaksana (@ Tuhan: "ampuni Muji, Tuhan, kalau ini salah,...") atau jika tidak, maka ANak Manusia tidak akan pernah menjadi "korban sembelihan" or korban tebusan menurut Taurat,...

Menurut seorang dosen, bertobat diambil dari asal kata "Metanoia", meta = perubahan, noia = cara berfikir atau pikiran, jadi metanoia = perubahan pikiran (koreksi jika saya salah Det,...)

Sebelumnya, Yudas MUNGKIN berfikir bahwa menjual Yesus dapat duit banyak, lalu Yesus "laku" 30 uang perak, cukup buat beli sebidang tanah. Maklum, murid aneh ini mata duitan.

Tapi, ketika Yudas melihat Yesus diarak, disiksa, dipukuli, (sisa) rasa belas kasihannya bermanifestasi, Yudas merasa sangat kasihan, dan rasa belas kasihannya Yudas ini LEBIH BESAR dari ketamakannya akan uang, sehingga Yudas MENYESAL.

Deta, menyesal adalah salah satu bagian yang perlu dilewati ketika seseorang sedang akan bertobat, sebaliknya, pertobatan tanpa rasa sesal akan sangat DIRAGUKAN,...

Menurut Muji, rasa belas kasihan atau SISA rasa belas kasihan yang bermanifestasi di "hati" Yudas adalah BERASAL DARI TUHAN, karena Iblis tidak memiliki rasa belas kasihan.

Shalom.

__________________

 Tani Desa

Debu tanah's picture

Dosa tak terampuni

[ Menurut Muji, rasa belas kasihan atau SISA rasa belas kasihan yang bermanifestasi di "hati" Yudas adalah BERASAL DARI TUHAN, karena Iblis tidak memiliki rasa belas kasihan. ]

Memang benar bahwa pertobatan harus melalui penyesalan. Tetapi tidak semua penyesalan menghasilan pertobatan. Jadi ada penyesalan yang menghasilan pertobatan yaitu penyesalan menurut kehendak Allah dan ada penyesalan menurut kehendak MANUSIA yang tidak menghasilkan pertobatan.

II Korintus  7:10 Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.


Menyesal haruslah oleh manusia itu sendiri karena karena manusia memang diciptakan dengan hati nurani. Tetapi celakanya hati manusia bisa menjadi batu atau tumpul. Alkitab memperingatkan bahwa hati manusia tidak selamanya bisa dibaharui. Baca lagi Ibrani 6:6.

Yudas melakukan dosa yang tidak terampuni. Sebelum menghianati  Yesus, kita tahu Yesus secara langsung TELAH memperingatkan Yudas tentang akibat dari apa yang akan diperbuatnya:

Matius  26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

Ada dosa yang bisa diampuni ada dosa yang tidak bisa diampuni. Tidak semua DOSA bisa dihapus dengan darah anak domba. Ini adalah FAKTA dari Alkitab.

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

mujizat's picture

@Deta, dosa yang tidak dapat diampuni

Deta:

Yudas melakukan dosa yang tidak terampuni. Sebelum menghianati  Yesus, kita tahu Yesus secara langsung TELAH memperingatkan Yudas tentang akibat dari apa yang akan diperbuatnya:

Muji:

Menurut Deta, apa alasan Yudas bunuh diri, jika bukan oleh penyesalan dia?

Aplikasi umum: Alkitab telah memperingati semua orang yang membacanya tentang dosa dan akibat2nya. Jadi kalau ada orang kristen yang tahu bahwa - misalnya -  berzinah dengan pikiran itu dosa, karena YESUS TELAH MEMPERINGATKANNYA, lalu oleh karena dorongan yang tiada terbendung, ia berdosa, atau ia NEKAT berdosa, mungkin berzina, atau mungkin sebatas pikiran, lalu masturbasi, misalnya, berarti orang Kristen itu sudah melakukan dosa yang TIDAK TERAMPUNI, lantaran Yesus sudah memperingatinya?

Deta, Daud juga tau kalau berzina itu dilarang TUHAN (Taurat) tapi Daud NEKAT, dan walau TUHAN murka, akhirnya Daud diampuni juga. Lalu apa bedanya Daud dengan orang2 lain?

Deta, jika pelakunya bukan Yudas Iskariot, maka pastinya akan ada seseorang yang menjadi "korban" rencana Allah itu, sehingga Allah telah memesan (kuota) satu tempat khusus di neraka, khusus untuk yang menyerahkan Yesus kepada musuh2-Nya,... begitu kah?Cool

Deta, setahuku dosa yang tidak dapat diampuni adalah menghujat Roh Kudus (Markus 3:29,30). Kalau Deta membaca Markus 3 dengan teliti, Deta pasti akan menemukan bahwa para Ahli Tauratlah - pada waktu itu - yang dimaksud Yesus sebagai penghujat Roh Kudus (ayat 29) karena mereka mengatakan bahwa Yesus kerasukan roh jahat (ayat 30) dengan dengan kuasa Beelzebul Yesus (dituduh) melakukan mujizat2.

Yudas tidaklah secara eksplisit menghina pekerjaan roh Kudus, tetapi ia dikuasai iblis yang masuk ke Yudas memasuki sebuah celah yang saya sebut "ketamakan" yaitu cinta uang.

Yesus adalah Firman; Yudas pelanggar Firman; saat ini banyak orang Kristen juga pelanggar Firman, tapi perlu dapat dipilahkan antara melanggar firman oleh sebab kelemahan, dengan penghujatan kepada Roh Kudus. Jangan lupa juga soal si anak bungsu, yang (dapat) menggambarkan Kristen yang SENGAJA berdosa oleh sebab tiada tahan godaan, seperti Daud juga.

Pendapat Deta mewakili sebagian besar Teolog Kristen, kurasa.

Salam

__________________

 Tani Desa

Debu tanah's picture

Esensi dosa tidak terampuni

[ Yudas tidaklah secara eksplisit menghina pekerjaan roh Kudus, tetapi ia dikuasai iblis yang masuk ke Yudas memasuki sebuah celah yang saya sebut "ketamakan" yaitu cinta uang. ]

Dosa yang tidak dapat diampuni bila dilihat dari hubungan dengan Roh Kudus memang adalah menghujat Roh Kudus. Tetapi secara esensi yang terjadi adalah HATI nya yang tidak bisa DIBAHARUI lagi sehingga Roh Kudus undur dari orang itu.

Tidak ada orang yang murtad dalam satu hari, tetapi terjadi secara berangsur-angsur. Prinsip ke dua: kepada siapa banyak diberi, kepadanya akan dituntut banyak. Maka posisi rasul adalah posisi yang sangat rentan oleh serangan IBLIS.  Kenapa?  Karena mereka diberi kuasa Roh Kudus untuk melakukan mujizat antara lain mengusir roh-roh jahat. (Matius 10:1). Perhatikan bagaimana iblis menuntut supaya Petrus ditampi seperti gandum:

Lukas  22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,

Kapankah Yudas bisa dikatakan murtad? Saya rasa saat ia dengan posisi sebagai rasul tetapi Yudas sering mencuri  uang yang dipegangnya. Puncaknya adalah saat dia menyerahkan Yesus  kepada orang Farisi dengan imbalan uang. Saya kira Iblis bisa merasuki Yudas karena Iblis sebelumnya telah menuntut Yudas untuk ditampi di hadapan Allah sehigga Roh Kudus undur dari Yudas. Hati nuraninya sudah sedemikian bobrok sehigga Roh Kudus undur daripada nya sehingga bisa dirasuki oleh iblis dan tidak bisa dibaharui lagi.

Indikasi yang kuat dan tak terbantahkan adalah bahwa Yudas sudah tidak bisa diperbaiki /dibaharui lagi adalah Iblis bisa merasuki dirinya ! Dalam perjanjian lama, contoh yang sangat jelas adalah Saul. Awalnya Saul telah dihinggapi oleh Roh, tetapi karena melanggar perintah Tuhan, Roh Allah undur daripada Saul sehingga bisa dirasuki oleh roh jahat. (I Samuel  16:14)

Berbeda dengan Rasul Petrus, walaupun sempat menyangkal Yesus hingga 3 kali karena ketakutan tetapi nuraninya masih bisa dibaharui (Roh Kudus belum undur darinya) sehingga bisa bertobat. (Lukas 22:32).

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

mujizat's picture

Deta, Saat itu Yudas "belum" menerima Roh Kudus

Deta:

Dosa yang tidak dapat diampuni bila dilihat dari hubungan dengan Roh Kudus memang adalah menghujat Roh Kudus. Tetapi secara esensi yang terjadi adalah HATI nya yang tidak bisa DIBAHARUI lagi sehingga Roh Kudus undur dari orang itu.

Muji:

Yang saya garis bawah itu, Muji ngak setuju. Ada kalimat ini:

3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,

4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." (Mat 27:3,4)

Kata-kata "menyesallah ia", "mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu" , "Aku telah berdosa" adalah bukti bahwa "hati" Yudas telah mengalami perubahan. Kalau ngak berubah, ia tidak menyesal, ia akan menikmati uangnya, dan ia tidak MENGAKU dosanya. Apakah Yudas KURANG BAIK dalam mengungkapkan langkah pertobatannya Det? Apa menurut kamu seharusnya Yudas melakukan apa atau mengucapkan apa?

Satahuku, Yesus berkata:

28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." (Mrk 3:28,29)

Deta, dosa Yudas dengan dosa orang Farisi beda. Yang pertama tamak, yang kedua menghina pekerjaan Roh Kudus.

Roh Kudus undur dari Yudas?

Deta, memang Yesus pernah memberikan kuasa (baca=otoritas) kepada ke 12 murid bahkan ke 70 murid untuk usir setan dan sembuhkan penyakit, tapi apakah itu berarti bahwa mereka saat itu SUDAH MENERIMA ROH KUDUS?

Perhatikan beberapa ayat ini:

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus..." (Yoh 20:22).

Nah Deta, bisakah Deta membedakan pemberian otoritas dengan penerimaan Roh Kudus? Yesus memberikan Roh Kudus hanya kepada 11 sisa murid-Nya, yakni setelah kebangkitan-Nya (Yoh 20:22). Lalu Yesus membaptis ke-11 murid plus rasul pengganti plus sekian ratus murid lainnya di Kisah Rasul 2:1-4, tapi SEMUA ITU TIDAK TERMASUK Yudas Iskariot (almarhum).

Deta:

Saya kira Iblis bisa merasuki Yudas karena Iblis sebelumnya telah menuntut Yudas untuk ditampi di hadapan Allah sehigga Roh Kudus undur dari Yudas. Hati nuraninya sudah sedemikian bobrok sehigga Roh Kudus undur daripada nya sehingga bisa dirasuki oleh iblis dan tidak bisa dibaharui lagi.

Muji:

Kalau Yudas Iskariot tidak pernah menerima apalagi dibaptis dengan Roh Kudus, bagaimana kamu bisa bilang bahwa Roh Kudus undur dari Yudas?

Deta:

Indikasi yang kuat dan tak terbantahkan adalah bahwa Yudas sudah tidak bisa diperbaiki /dibaharui lagi adalah Iblis bisa merasuki dirinya !

Muji:

Deta, Iblis pernah juga merasuki Petrus disini:

33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Mrk 8:33; sinkron Mat 16:23).

Lihatlah bahwa Iblis dapat menggunakan "CELAH SEKECIL APAPUN" untuk merasuki pikiran seseorang, Petrus adalah salah satu korbannya.

Iblis hanya satu pribadi, dan dia tidak maha hadir. Karena iru, merasuknya Iblis ke Yudas bersifat temporer. Kalau Iblis bisa "hengkang" dari pikiran Petrus, maka dia pun bisa juga "minggat" dari pikiran Yudas Iskariot.

Iblis mulai merasuki Yudas iskariot disini:

27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." (Yoh 13:27)

Lihat Deta, Yudas kerasukan Iblis sehabis makan roti  Yesus.

Kalau Iblis masih merasuki Yudas, mungkinkah Yudas menyesal?

Deta:

karena melanggar perintah Tuhan, Roh Allah undur daripada Saul sehingga bisa dirasuki oleh roh jahat.

Muji:

Deta, bagaimana jika Deta, selepas lahir baru, suatu hari berbuat dosa, misal menipu istri, misal berzinah dengan pikiran, padalah Deta sudah menerima Roh Kudus, apakah Roh Kudus akan undur dari Deta lantaran dikau melanggar perintah Tuhan kayak kasusnya raja Saul?

Lalu apa makna pengampunan? Apakah hanya untuk mengampuni dosa masa lalu? Apakah Deta melihat MAYORITAS orang Kristen yang TANPA KESALAHAN setelah lahir baru?

Salam.

__________________

 Tani Desa

Debu tanah's picture

Bang Muji, menurut anda

Supaya fokus baiklah saya bertanya:

Matius  26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

 

Bang Muji, menurut anda kenapa tentang orang yang menyerahkan Anak manusia itu dikatakan: Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." ?

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

mujizat's picture

@Deta, soal Yudas

Deta:

Supaya fokus baiklah saya bertanya:

Matius  26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."

 

Bang Muji, menurut anda kenapa tentang orang yang menyerahkan Anak manusia itu dikatakan: Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." ?

Muji:

Deta, argumentasi Anda SAMA dengan dosen saya yang anut aliran Injili. Saya simpulkan bahwa alasan "celaka" nya Yudas adalah karena Yesus (Yang diserahi segala kuasa oleh Bapa) sudah menyatakannya demikian, jadi ini soal HAK PREROGATIF Tuhan. Kalau alasannya ini, Muji dapat menerima.

Tapi kalau alasannya bahwa kerusakan Yudas sudah begitu PARAH sehingga mustahil diperbaiki lagi, SEKALIPUN oleh Roh Kudus, maka pendapat seperti ini akan mengecilkan kuasa Tuhan Allah, yaitu kuasa untuk memperbaiki atau kuasa untuk memulihkan. Kecuali kalau Anda bisa meyakinkan saya bahwa Yudas benar2 telah menghujat Roh Kudus, maka Muji baru bisa menerima.

Dosa Yudas lebih dipicu oleh "cinta akan uang" yang jika boleh "ditaksir" seperti tidak lebih parah dari pada pembunuh2 berdarah dingin, ataupun jika dibandingkan dengan dosa Daud yang jelas2 ingin meng ikhtiarkan tewasnya Uria demi Betsyeba.

Bahkan ketika Daud mendengar tewasnya Uria, dia TIDAK MENYESAL. Daud bertobat setelah Daud ditegur nabi Natan.

Berbeda dengan Yudas. Dia MENYESAL sebelum pembunuhan atas diri Yesus terjadi. Yudas begitu shock ketika dia menyadari bahwa akibat perbuatannya, gurunya dijatuhi hukuman mati. Saya simpulkan begini karena dari tindakan Yudas yang membuang uang 30 perak itu dan bunuh dirinya.

Jika alasan TIDAK SELAMAT nya Yudas lantaran aksi bunuh diri, ini cukup aneh dan tidak menyentuh substansi masalah.

Bisakah Deta membedakan "kualitas" penyesalan Daud versus Yudas dalam soal "waktu" ?

Salam.

__________________

 Tani Desa

Debu tanah's picture

HAK PREROGATIF TUHAN

[ Deta, argumentasi Anda SAMA dengan dosen saya yang anut aliran Injili. Saya simpulkan bahwa alasan "celaka" nya Yudas adalah karena Yesus (Yang diserahi segala kuasa oleh Bapa) sudah menyatakannya demikian, jadi ini soal HAK PREROGATIF Tuhan. Kalau alasannya ini, Muji dapat menerima. ]

Menurut saya dosen anda ngawur deh. Saya baru dengar Yesus punya HAK PREROGATIF, membinasakan manusia. Koq Tuhan kejam banget ya. Jauhkan lah daripada Tuhan melakukan hal yang demikian! Bila benar demikian maka Tuhan lah yang telah mencelakai Yudas !


[Tapi kalau alasannya bahwa kerusakan Yudas sudah begitu PARAH sehingga mustahil diperbaiki lagi, SEKALIPUN oleh Roh Kudus, maka pendapat seperti ini akan mengecilkan kuasa Tuhan Allah, yaitu kuasa untuk memperbaiki atau kuasa untuk memulihkan. ]

Saya mengungkap bahwa memang ada keadaan demikian.

Kl soal mengecilkan kuasa Tuhan, saya kira memang kuasa Tuhan “SANGAT TERBATAS”, nyatanya  Dia hanya mampu menyelamatkan sebagian kecil dari Israel, hanya mampu menyelamatkan sebagian kecil dari manusia. Bila memang itu ukuran kemahakuasaan-Nya lho.

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

teograce's picture

@deta

hi deta! lepas dari apa yang udah diomongin di atas, gimana dengan yesaya 45:9 : Celakalah orang yang berbantah a  dengan Pembentuknya; b  dia tidak lain dari beling periuk c  saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: d  "Apakah yang kaubuat? e " atau yang telah dibuatnya: "Engkau tidak punya tangan! atau amsal 16:4 : Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuatnya untuk hari malapetaka?

 

to be honest everything in the bible is a lil bit confusing sih. not lil bit actually. very very confusing. hahahahaha...

__________________

-Faith is trusting God, though you see impossibility-

Debu tanah's picture

@ Teograce, baca blog yang ini

Wah ini adalah kontradiksi Alkitab, baca blog saya yang lama, klik SINI.

 

 

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

teograce's picture

@deta

thanks deta buat linknya.. tapi sepertinya kita beda pendapat.. hehe.. :D

g ga percaya, kalo manusia manapun, akan memilih Tuhan kalau bukan Tuhan yang memilih dia terlebih dulu. dan kalau mau bilang sifat kemahatahuan Tuhan itu menyebabkan Tuhan memilih orang yang meresponi Dia aja, rasanya aneh, ngapain Dia ciptain Hawa yang jelas-jelas udah Dia tau akan nyebelin hati Dia dengan melanggar perintah Tuhan. Saya lebih suka ilustrasi yang disampein sama salah satu hamba Tuhan dulu, Tuhan Maha Tahu, betul, tapi ibarat sebuah perpustakaan yang besar, berisi buku tentang semua pengetahuan di dunia, dan saat kita ingin mengaksesnya kita harus mencari buku yang tepat, mungkin Tuhan juga seperti itu. Semua pengetahuan apapun, Dia memilikinya, Dia hanya perlu "ingin mengetahuinya", kalau Dia "belum ingin tahu" yah belum. saat ini, iilustrasi itu yang saya pikir cukup logis dan bisa saya terima. :D

__________________

-Faith is trusting God, though you see impossibility-

Debu tanah's picture

Teograce, kita memang beda pendapat.

Kita memang beda pendapat, tapi menurut saya pendapat mu aneh menjurus ngawur, hehehe.. Allah yang demikian juga Allah yang NGAWUR & TIDAK KONSISTEN!!

Saya TIDAK percaya Tuhan yang telah MENETAPKAN Adam dan Hawa berdosa dan menetapkan sebagian binasa dan sebagian selamat..

Tuhan memilih Israel, tetapi hanya sisanya yang diselamatkan. Dalam Yesaya 65 Tuhan berkata “Ini Aku, ini Aku” kepada bangsa yang tidak mengenal Dia, tetapi pada akhirnya orang yang menerima Dia lah yang diselamatkan.

Baca juga Roma pasal 10 seluruhnya.

Roma
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."
10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

teograce's picture

@deta : relativitas

haha... ngawur kan dalam subjektifitas pandangan deta sendiri, sama halnya dengan subjektifitas pandangan saya tentang deta yang tertuang dalam kata yang deta sebutkan : ngawur!

saya ga rata kiri predestinasi, tapi ga rata kanan kehendak bebas.. tapi yang jelas loe di utara g di selatan.. :D

selama melihat silang pendapat di forum-forum, dll, kehendak bebas n predestinasi mang ga ada ujungnya. n saya blakangan melihat hal itu tidak lagi penting untuk didiskusikan. karena semua mengaku berlandaskan alkitab, n ga ada yang mo dibilang salah. padahal kebenaran yang kita asumsikan n terjemahkan n interpretasikan n whatever whatever dari alkitab adalah kebenaran relatif yang kita mengerti dari sudut pandang pikiran kita yang terbatas. jadi g rasa ga ada yang benar-benar benar. yang ada orang-orang yang berpikir : ini benar, ini salah. paling-paling lebih tepat dibilang : kebenaran Alkitab yang mendekati kebenaran, versi x.. :D

__________________

-Faith is trusting God, though you see impossibility-

Debu tanah's picture

@ Teograce, ngawur ya ngawur

[ selama melihat silang pendapat di forum-forum, dll, kehendak bebas n predestinasi mang ga ada ujungnya. n saya blakangan melihat hal itu tidak lagi penting untuk didiskusikan. karena semua mengaku berlandaskan alkitab, n ga ada yang mo dibilang salah. padahal kebenaran yang kita asumsikan n terjemahkan n interpretasikan n whatever whatever dari alkitab adalah kebenaran relatif yang kita mengerti dari sudut pandang pikiran kita yang terbatas. ]

Jangan mengaitkan pada Alkitab dl. Saya hanya mempermasalahkan logis atau tidak logis / ngawur. NGAWUR itu TIDAK LOGIS. Orang yang ngawur tidak menggunakan otaknya untuk berpikir logis. Selanjutnya pikiran ngawur itu akan memercayai ajaran ngawur..

Orang yang tidak terbiasa berpikir logis bahkan tidak merasa bahwa ajaran yang diyakininya itu ngawur, karena sudah malas berpikir (dengan logis). Dulu saya diajarkan tentang ajaran predestinasi dan sempat menerimanya juga, tetapi sekarang tidak lagi. Nah, anjuran saya, belajarlah berpikir logis, siapa tahu kamu meninggalkan ajaran yang tidak logis alias ngawur ini.


Orang yang berkata bahwa kebenaran Alkitab itu relatif seperti kamu ini adalah orang yang belum menerima kebenaran yang dimaksud. Artinya masih diombang-ambingkan berbagai-bagai angin pengajaran (yang ngawur). Trus, pake alasan “dari sudut pandang pikiran kita yang terbatas”. Ya terbatas laaa, karena MALAS atau tidak mau berpikir (logis) itu toh ?? Seperti katak dalam tempurung gitu lho.


Memang percaya atau tidak pada ajaran predestinasi sama sekali tidak mempengaruhi keselamatan sama sekali. Tapi NGAWUR ya NGAWUR, tidak ada istilah lain yang lebih tepat.

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

teograce's picture

@deta: hey ngawur

loe liat bae2 donk, jelas2 paragrafnya kepisah. g ga kalah logis kq dari loe.. logika g bilang, loe yang ngawur, sebagaimana g udah sampein di paragraf pertama. capcay ah..

__________________

-Faith is trusting God, though you see impossibility-

Debu tanah's picture

Teograce, bener kan

Nah bener gue bilang, orang yang terbiasa ngawur kayak loe merasa logis..  Tongue out

__________________

Debu tanah kembali menjadi debu tanah...

teograce's picture

@deta : masih ga ngeliat relativitasnya..

asli g pengen ngakak bacanya... kalo dasar kebenaran adalah statement loe barusan, brarti itu juga berlaku buat loe, loe ngawur makanya berasa logis.. heran d.. gali lobang sendiri... wkakakakaka...

__________________

-Faith is trusting God, though you see impossibility-

Zakheus's picture

"Menyesal..."

Muji : "Yudas menyesal, dan penyesalan merupakan bagian dari pertobatan".

 

Ketika seseorang mengakui dan menyesali perbuatan salahnya, lalu berbalik 180 derajat itulah pertobatan.

aku rasa yang dialami Yudas bukan pertobatan tapi "Rasa Bersalah" yg super besar, yg dialami seorang manusia. (bandingkan dng action yg dilakukan Petrus setelah mendengar koor ayam jago....)

 

Zakheus's picture

"Menyesal..."

Muji : "Yudas menyesal, dan penyesalan merupakan bagian dari pertobatan".

 

Ketika seseorang mengakui dan menyesali perbuatan salahnya, lalu berbalik 180 derajat itulah pertobatan.

aku rasa yang dialami Yudas bukan pertobatan tapi "Rasa Bersalah" yg super besar, yg dialami seorang manusia. (bandingkan dng action yg dilakukan Petrus setelah mendengar koor ayam jago....)

 

mujizat's picture

@Zakheus, apa bedanya?

Zakheus:

aku rasa yang dialami Yudas bukan pertobatan tapi "Rasa Bersalah" yg super besar, yg dialami seorang manusia. (bandingkan dng action yg dilakukan Petrus setelah mendengar koor ayam jago....)

Muji:

Bro Zakheus, Yudas pada waktu itu menghadapi saat2 tersulit dalam hidupnya. Anda benar, Yudas dilanda rasa bersalah yang super besar, very HUGE mistake, I think,...

Saya memahami kondisi Yudas. Lalu ia (Yudas) bermaksud mengembalikan uang yang 30 kepeng perak itu, tetapi ditolak oleh imam2 Yahudi, lalu dalam keputus asaannya Yudas melemparkan kepingan2 uang perak itu hingga berhamburan.

Yudas bagaikan "buluh yang terkulai" , ia tak tahu harus berbuat apa, mau tanya sang Guru, Yesus sedang diarak. Kalau untuk pertobatannya, Yudas harus merebut sendirian Yesus dari tangan musuh2-Nya, punya daya apa dia?

Satu2nya yang dapat dia pikirkan, saya rasa, adalah mempertanggung jawabkan kesalahannya dengan membayarkan nyawanya dengan bunuh diri.

Salam.

__________________

 Tani Desa