ada members SS yg merasa ngomong sendiri itu sebuah bentuk diskusi, awalnya saya berprasangka baik kepada members tsb mampu berdiskusi dgn elegan dan intelek, namun fakta membuktikan yg lain, ketika saya ajukan pertanyaan verifikasi ataupun meminta definisi, members2 tersebuy biasanya menunjukan sisi sentimentil dan kekanak2an.
anehnya ketika saya menegur members2 tsb, malah saya dilabeli sebagai the absolute one, guru, dsb, bukannya mereka membuka diri utk diajari dan dikoreksi, ramai2 mereka membentuk opini publik yg hasil sentimentil belaka
lalu bagaimana suatu percapakan bisa disebut diskusi?
1. tersedia DEFINISI
2. tersedia REFERENSI utk alat uji bagi kelayakan logis dari definisi
3 tersedia KONTEKSTUALISASI, yaitu batasab pembahasan agar tetap fokus (tidak melebar) dan tajam
4. tersedia perangkat nalar/logika utk VERIFIKASI, entah dengan perangkat logika seperti silogisme atau sampai ke aksiologi dsb
5. tersedia perangkat MODERASI, apakah ke arah DEBAT atau SINERGI
6. tersedia PREPORSISI, yaitu kejelasan pendirian terhadap argumen yg bsa berupa hipothesis, sinthesis atau anti thesis
7. tersedia KONKLUSI, yaitu akhir dari satu babak atau sati fase yg memberikan kesimpulan dari hasil debat atau diskusi
nah members seperti @guestx, @moron dsb sering mengakui minim wawasan ttng alkitab dan teologi, tapi kadanf masih nekat ngajak "diskusi" atau yg lebih tepat ngomong sendiri
kalau minim referensi, minim daya abstraksi, minim penguasaan dalam mengkonstruksi argumen yg logis
----dengan modal apa, mereka bisa berdiskusi?----
semoga mereka yg baca alkitab saja malas menjadi sadar, lebih baik DIAM daripada sok tahu tapi keblinger
karna apapun yg anda sampaikan, akan membawa dampak dan dimintai pertangungjawaban kelak