Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Mukjizat

victorc's picture
Tema Diskusi: masih adakah mukjizat hari ini?
Teks: Mikha 7:14-20, Zakh. 13:1-6

    15  Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban!  
    16  Biarlah bangsa-bangsa melihatnya dan merasa malu atas segala keperkasaan mereka; biarlah mereka menutup mulutnya dengan tangan, dan telinganya menjadi tuli. (Mikh. 7:15-16)

Shalom, selamat siang saudaraku. Kali ini izinkan saya membahas tentang mukjizat. Sekitar 2004, Jewish Theological Seminary melakukan survei kepada 1087 dokter dari berbagai aliran kepercayaan dengan pertanyaan: "Apakah para dokter percaya mukjizat?" Hasilnya cukup menarik: 74% dokter percaya bahwa mukjizat terjadi pada masa lalu, 73% percaya mukjizat masih terjadi hari ini, dan 72% percaya bahwa agama dapat diandalkan dan merupakan petunjuk hidup yang diperlukan. (9)(10)
Memang, kita mesti akui bahwa pertanyaan, "masih adakah mukjizat hari ini" merupakan salah satu topik yang sering diperdebatkan baik di kalangan hamba Tuhan maupun jemaat awam. Setidaknya ada 3 pandangan yang dapat disebut untuk menjawab pertanyaan tersebut:
a. Rasional-Ilmiah: sebagian besar mukjizat yang dikisahkan dalam Alkitab dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan modern,
b. Cessationist: mukjizat hanya ditujukan untuk kurun waktu tertentu, yakni sekitar 40th setelah hari Pentakosta (30M), jadi diperkirakan mukjizat berakhir sejak 70M,
c. Ya, mukjizat masih terus terjadi hari ini bagi semua orang percaya, terutama bagi mereka yang mau berjalan dengan iman dan bersandar kepada Tuhan.
Sebelum kita lihat argumen-argumen tersebut, terlebih dahulu kita akan lihat dulu pengertian mukjizat.

Pengertian(1)
Alkitab menggunakan beberapa kata Ibrani, Aram dan Yunani untuk mengartikan pekerjaan Allah yang hidup dalam alam dan sejarah. Semuanya diterjemahkan tanda atau mukjizat. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa pekerjaan Allah itu adalah:
1. Ganjil, ajaib: diungkapkan dengan mengasalkannya dari kata Ibrani berakar pl', berasalkan kata Aram "temah" (Dan. 4:2-3, 6:2-7), dan berasalkan kata Yunani "teras" (ump. Kis. 4:30, Rm. 15:19)
2. Berkuasa, berkekuatan: diungkapkan dengan kata Ibrani "gevura" (Mzm. 106:2, 145:4) dan kata Yunani "teras" (Mat. 11:20, I Kor. 12:10, Gal. 3:5)
3. Penuh arti, bermakna: diungkapkan dengan kata Ibani 'ot (Bil. 14:11, Neh. 9:10), dengan kata Aram 'at (Dan. 4:2-3, 6:27), dan dengan kata Yunani "semeion" (Yoh. 2:11, 3:2, Kis. 8:6).

Hukum Alam
Beberapa ahli mengatakan bahwa mukjizat berarti pelanggaran terhadap hukum alam. Dan mereka bertanya: kenapa Tuhan mesti melanggar hukum-hukum alam yang dibuat-Nya sendiri? Mereka lupa bahwa Allah itu sangat berdaulat.
Mukjizat-mukjizat adalah peristiwa-peristiwa yang secara dramatis menyatakan Allah yang hidup dan berpribadi, yang bekerja dalam rentangan sejarah bukan sebagai melulu takdir, tapi sebagai Penebus yang menyelamatkan dan memimpin umat-Nya.

3 pandangan tentang mukjizat:
a. Rasional-Ilmiah: beberapa ahli PB berpendapat bahwa mukjizat-mukjizat PB lebih dapat dipercaya dalam terang psikologi modern atau pengobatan "psikosomatis." (catatan: psiko: jiwa, soma: tubuh). Memang tidak ada alasan a priori untuk menganggap bahwa Yesus tidak menggunakan sumber-sumber kekuatan jiwa dan roh manusia, seperti yang kini digunakan dalam psikoterapi. Namun peristiwa-peristiwa mukjizat lainnya memperhadapkan kita pada bidang-bidang yang tidak dikenal oleh psikoterapi dan juga kurang ditemui oleh penyembuh-penyembuh rohani. (1)
Meskipun beberapa ahli biblika bersikeras bahwa narasi Alkitab mesti di-"demitologisasi" dari unsur-unsur non-ilmiah, namun toh tidak semua narasi mukjizat dapat dijelaskan dari sudut pandang ilmu pengetahuan modern.
b. Cessationist: sementara kalangan menafsirkan teks-teks seperti Mikha, Zakharia dan Kis. 2:38-39 sebagai petunjuk bahwa mukjizat dan tanda-tanda luarbiasa memang ditujukan untuk menguatkan pemberitaan Injil sebelum adanya teks Alkitab yang tertulis. Mereka memberikan tarikh waktu 40 tahun setelah peristiwa turunnya lidah api pada hari Pentakosta, artinya hanya generasi para rasul yang pertama yang mengalami pemberitaan Injil dengan mukjizat. Jadi mereka berkeyakinan bahwa tidak ada lagi mukjizat setelah 70M. Benarkah demikian?
c. Namun sebagian besar umat Kristen, terutama mereka yang berjalan dengan iman dan mengalami sendiri bagaimana Tuhan terus berkarya hingga kini, menyaksikan dengan tekun bahwa mukjizat juga dapat dialami oleh siapapun kini dan di sini. Tentu bagi seseorang yang skeptis atau ragu, maka besar kemungkinan ia tidak akan menyaksikan mukjizat dalam hidup mereka. Namun bagi mereka yang belajar untuk bersandar dan berjalan dengan iman bersama Tuhan, maka mukjizat akan senantiasa mereka alami.

Mengapa kita sulit mengalami kesembuhan ilahi?
Dari sudut pandang eskatologi, ada 3 kemungkinan jawaban tentang mengapa banyak orang Kristen sulit mengalami kesembuhan ilahi:
a. Eskatologi belum: doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus memuat frase : Datanglah, yang dapat ditafsirkan sebagai eskatologi atau kerajaan yang belum datang.
b. eskatologi sudah: Matius 12:28 berbunyi: "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu." Banyak orang Kristen yang mengklaim ayat ini sebagai janji bahwa Tuhan akan senantiasa mengabulkan semua doa, karena kita adalah anak-anak Allah. bagaimana sikap yang betul?
c. Eskatologi sudah-namun-belum: Saya kira lebih bijak untuk bersikap bahwa Tuhan menghendaki semua anak-anak Tuhan bebas dari penyakit dan penderitaan, namun terkadang Tuhan mengizinkan umat Kristen mengalami penderitaan untuk suatu maksud tertentu. Dengan kata lain kerajaan Allah itu sekaligus sudah namun juga belum datang. Eskatologi ini disebut "already-but-not-yet" (sudah namun belum). Lihat (2)

Suatu eksegesis terhadap narasi mukjizat
Mari kita perhatikan dengan cermat narasi Markus 6:34-43, sebagai berikut:

    34  Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.  
    35  Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.  
    36  Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."  
    37  Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"  
    38  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."  
    39  Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.  
    40  Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.  
    41  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.  
    42  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.  
    43  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.  

Dari narasi di atas, setidaknya ada 5 hal yang dapat kita petik:
1. Belaskasihan: apakah Anda digerakkan oleh belaskasihan yang daripada Allah? Atau Anda hanya ingin mujizat untuk memenuhi hawa nafsu dan keserakahan Anda? Kata asli yang digunakan untuk belaskasihan di ayat ini adalah "splagchnizomai," yang arti harafiahnya adalah: suatu perasaan belaskasih dan haru yang begitu mendalam sampai ke perut. Kata ini digunakan beberapa kali dalam Injil sinoptik terutama dalam Lukas.
2. Apa yang ada padamu? - belajarlah untuk tidak mulai dari angan-angan: seandainya ada dermawan yang menyumbang 5 milyar, maka saya akan lakukan ini dan itu. Bukan begitu yang diiinginkan Tuhan. Tuhan ingin Anda mulai lakukan sesuatu dari apa yang ada pada Anda, bukan dari impian-impian kosong. Sesungguhnya, Tuhan dapat melakukan banyak hal melalui Anda, jika saja Anda mulai melakukan sesuatu dengan apa yang ada pada Anda. Itulah makna kata "huparcho" dalam Luk. 8:3: ya para perempuan itu melayani Yesus dengan apa saja yang ada pada mereka. Itu bisa berarti waktu, ketrampilan, harta, atau bahkan sekadar memasak atau menyediakan tumpangan (rumah singgah) bagi Yesus dan sahabat-sahabatnya.
3. Periksalah: cek inventori, gudang, rumah, atau lemari Anda. Lalu tanyakan adakah hal-hal yang dapat Anda gunakan menjadi berkat untuk orang lain.
4. Mintalah berkat Tuhan: sebelum melakukan sesuatu, berdoalah agar Tuhan berkenan memberkati milik Anda yang sedikit itu menjadi berkat bagi banyak orang.
5. Mulailah bertindak: selanjutnya, jangan ragu-ragu. Mulailah melangkah dengan iman. Jangan mengukur kemampuan Anda dari besarnya masalah yang Anda hadapi. Jalani saja, selanjutnya biarkan Tuhan yang bertindak. Meminjam slogan Nike: "just do it."

Contoh kasus
Berikut ini adalah ringkasan kisah seorang jemaat yang mengalami kesembuhan.
Ceritanya beberapa waktu yang lalu saya memimpin persekutuan doa lingkungan gereja kami dan di situ ada seorang bapak bercerita (sebutlah namanya: bapak A) bahwa dia baru mengalami berbagai gangguan akibat dari tekanan darah yang tidak normal, pola detak jantung yang kacau dan gula darah yang menaik dalam beberapa hari terakhir. Setelah menghubungi dokter jantung dan menjalani tes ECG, hasilnya ternyata menunjukkan ada yang tidak beres. 
Malamnya dia berlutut dan berdoa, dan seperti ada suara Roh Kudus yang menegur dia bahwa semua sakit penyakit sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib, sekarang dia tinggal membereskan dosa-dosa yang belum diakui. Kira-kira seperti itulah pesan yang dia dengar dalam doa, akhirnya bapak A berdoa minta ampun kepada Tuhan sambil menangis kira-kira 30 menit. Dia mengucap syukur bahwa Yesus telah memikul semua penyakit oleh bilur-bilurNya. 
Ajaib, besok paginya waktu bangun tidur dia cek tekanan darah dan detak jantung ternyata sudah normal, gula darah juga sudah turun. Besoknya bapak A ini pergi ke dokter spesialis, dan dokter menyatakan semuanya normal. 
Akhirnya, bapak A tersebut menyimpulkan bahwa kalau kita beriman bahwa semua penyakit sudah ditanggung Yesus ya kita akan sembuh, kalau kita tidak yakin ya kita tidak sembuh.

Memulai pelayanan penyembuhan.(2)
1. Ciri-ciri umum:
1.a. Keyakinan bahwa Allah berkehendak menyembuhkan orang sakit
1.b. belas kasihan kepada yang menderita
1.c. Para pendoa yang berani mengambil resiko untuk mendoakan.
2. Lima langkah:
2.a. Mewawancara: mendapatkan informasi yang relevan
2.b. memilih suatu strategi doa: ingatlah bahwa mungkin ada akar masalah di balik keluhan sakit, seperti keresahan rohani, trauma emosional, dan relasi yang rusak mendasari kebanyakan penyakit yang kronis dan serius. Misalnya stres emosional dapat berhubungan dengan munculnya berbagai jenis kanker.
2.c. Berdoa untuk terjadinya suatu hasil spesifik
2.d. Memeriksa hasilnya
2.e. memberikan pengarahan pasca-doa.

Otoritas dan ketaatan
Janji Tuhan adalah Ia akan memberikan dalam segala kelimpahan. Tuhan bukanlah Tuhan yang hidup dalam ekonomi kekurangan (economy of scarcity). Ia adalah Allah dari segala kelimpahan. 
Yesus berkata: "Mintalah maka kamu akan menerima, carilah maka kamu akan menemukan, ketuklah maka pintu akan dibukakan." (Mat. 7:7)
Ayat ini sebaiknya dibaca bersamaan dengan Yoh. 15:7, sehingga kita memiliki gambaran yang lebih utuh: "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."
Dengan kata lain, otoritas untuk meminta segala hal akan diberikan jika kita tetap tinggal di dalam Yesus dan tetap memelihara firman-Nya dalam hidup kita. Artinya, otoritas kita sebagai anak-anak Allah berbanding lurus dengan ketaatan kita kepada perintah-perintah-Nya. 
Mungkin itu sebabnya kehidupan banyak orang percaya jauh dari otoritas sebagai anak-anak Allah karena mereka enggan untuk mengabdikan diri dalam ketaatan dan penyerahan total kepada Bapa.

Pertanyaan untuk diskusi:
a. Pernahkah Anda berada dalam situasi sangat kepepet, lalu Anda berpaling kepada Tuhan?
b. Seringkah Anda mengalami doa-doa Anda yang tidak dijawab oleh Tuhan? Mengapa?
c. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan agar doa-doa Anda akan dijawab oleh Tuhan?
d. Apakah Anda mengalami kuasa Kerajaan Allah itu dalam hidup Anda? Atau Anda lebih sering dikecewakan? Mengapa?

Penutup
Izinkan saya mengutip kalimat penutup dari film "Miracles from Heaven", ketika Jennifer Gardner mengutip kalimat Albert Einstein: "Hanya ada 2 cara untuk menjalani hidup: pertama, menganggap bahwa tidak ada mukjizat apapun. Dan kedua, menganggap bahwa segalanya dalam hidup kita adalah mukjizat."(11)(12)
- Mari kita hidup dengan ucapan syukur ke hadirat Tuhan atas segala mukjizat yang dibuat-Nya dalam hidup kita. Yang kita perlukan adalah membuka mata dan telinga lebar-lebar.
- Mari kita mulai pelayanan penyembuhan dengan apa yang kita miliki, bahkan jika itu hanya iman yang sebesar biji sesawi. Serahkanlah biji sesawi itu kepada Tuhan dan biarkan Ia menggunakannya sekehendak-Nya.

"dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu."(Lukas 10:9)

Versi 1.0: 27 april 2017, pk. 12:29
Versi 1.1; 28 april 2017, pk. 11:17
Versi 1.2: 28 april 2017, pk. 20:51
VC

Bacaan:
(1) J.D. Douglas, F.F. Bruce. Ensiklopedi Alkitab masa kini, jilid II. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1982. Hal. 95-98
(2) Ken Blue. Authority to Heal. Jakarta: Yayasan Pancar Pijar Alkitab, 2010
(3) https://www.thegospelcoalition.org/article/why-dont-we-see-miracles
(4) https://www.compellingtruth.org/God-miracles.html
(5) http://www.awmi.net/reading/teaching-articles/receive_miracle1/
(6) https://www.challies.com/book-reviews/god-performs-miracles-today
(7) http://miraclestories.com/
(8) J. Harold Ellens (ed.) Miracles: God, science and psychology in the paranormal. 3 vols. Westport: Greenwood Press, 2008. 971 p.
(9) Daniel P. Sulmasy. What is a miracle? Southern Medical Journal Vol. 100, no. 12, Dec. 2007.
(10) Robert D. Orr. Responding to patient beliefs in miracles. Southern Medical Journal Vol. 100, no. 12, Dec. 2007.
(11) Albert Einstein. http://www.awakin.org/read/view.php?tid=255
(12) movie quotes: Miracles from Heaven. http://www.imdb.com/title/tt4257926/quotes
__________________

Publikasi:
1. Sangkakala Sudah Ditiup (sept. 2016). Dapat dipesan melalui: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
2. Menggugat Eisenman (Nov. 2016). Dapat dipesan melalui email: admin@nulisbuku.com