Submitted by Mas Ded on

Pada suatu hari ketika selesai ibadah tengah minggu saya mengobrol dengan salah satu rekan hamba Tuhan yang masih ada di gereja. Dan hamba Tuhan itu sedang membangga-banggakan seorang penginjil dari agama lain yang sekarang dipakai Tuhan menjadi Saksi dimana-mana. Jumlah orang yang bertobat olehnya juga sangat besar. Tetapi disela-sela hamba Tuhan itu berbicara saya memotongnya dengan perkataannya "sayangnya penginjil itu menikah lagi".

Dan jawaban yang mengejutkan adalah hamba Tuhan itu berkata "di dalam doktrin GPdI hal itu tidak apa-apa."

Jujur saya shock. Tetapi saya mencoba menjelaskan bahwa istrinya itu masih hidup, seharusnya dia tidak menikah lagi. Itu seharusnya menjadi harga dari mengikut Yesus. Tetapi temanku itu tetap berkata bahwa tidak apa-apa, sebab sebelumnya itu tidak diberkati atau dinikahi secara Kristen. Jadi boleh menikah lagi. Lagipula dia diceraikan.

Daripada saya nanti dianggapnya melawan hamba Tuhan, akhirnya saya memutuskan untuk pulang saja, meninggalkan teman saya yang masih ngotot berkata tidak masalah kalau Penginjil itu menikah lagi.

Tetapi pertanyaannya benarkah doktrin GPdI seperti itu? Bila benar demikian, masihkah layak doktrin seperti itu diterapkan di zaman sekarang ini?

Menikah dengan orang non Kristen berapa kali pun diperbolehkan. Lalu kalau sudah menikah dengan orang Kristen, maka barulah tidak boleh bercerai lagi. Ini persis moto anak muda yang berkata "muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk Sorga".

Bagi saya ini adalah hal yang lucu, sebab ajaran seperti ini sangatlah aneh. Darimana ajaran ini berasal sih? Kok bisa seperti itu? Kalaupun benar begitu kenapa tidak suruh ceraikan saja para pasangan yang suka berantem dan hampir tidak pernah rukun? Mereka dulu menikah beda agama, ya ceraikan saja. Nggak perlu ribet mendengar para pasangan suami istri yang berantem saat konseling dan berpikir keras untuk menengahinya.

Tetapi berhubung saya tidak menemukan ada satu ayat pun yang mendukung prinsip seperti itu. Maka saya pribadi menolak keras pengajaran yang keliru itu. 

Tidak peduli warga gereja biasa maupun hamba Tuhan bila bercerai lalu menikah lagi, bagi saya itu tetap saja dosa. Dosa adalah dosa. Dan barangsiapa yang hidup di dalam dosa bagaimana mungkin dapat tetap berkenan kepada Tuhan?

Mungkinkah karena banyaknya orang yang dibawanya menjadi percaya Yesus maka dia diampuni dosanya itu? Lagipula bukan dia yang mengusahakan perceraiannya, tetapi pihak istrinya. Jadi secara logika saya maklum akan tindakan penginjil itu. Dan Alkitab juga mencatat bahwa orang yang mengakui dosanya akan diampuni oleh Tuhan.

Tetapi bila ada orang yang merasa boleh bercerai lalu menikah lagi dengan orang lain, hal itu bukanlah kebenaran Firman Tuhan yang saya ketahui.

Silahkan tulis komentar dibawah bila tidak setuju dengan tulisan saya ini. Dan berikanlah "Like" jika kamu setuju bahwa tidak boleh bercerai dengan alasan apapun.

 

Terima kasih,

Tuhan Yesus memberkati kita semua..