Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Kudus

victorc's picture

Judul: Bagaimana hidup berkenan di hadirat Tuhan?*

(You must be holy, because God is Holy.)

Teks: Imamat 20:26
"Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku."

Teks: I Petr. 1:16
"sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus."

Shalom, saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Banyak di antara kita yang ingin hidup berkenan di hadirat Tuhan, lalu kita melakukan banyak hal seperti: rajin beribadah setiap minggu di gereja, mengikuti kelas pemahaman Alkitab, ikut paduan suara, aktif melayani di komisi ini-itu, membuat kelas pemahaman alkitab bagi kaum profesional, melayani sebagai guru sekolah minggu, rajin bersaat teduh, rajin berdoa dan membaca Alkitab setiap pagi, secara rutin memberikan persembahan bulanan. Lalu kita merasa puas, bahwa kita telah hidup berkenan di hadirat Tuhan. Benarkah demikian?
Memang semua hal di atas cukup baik, namun tidak cukup di mata Allah. Semua kegiatan yang kita anggap rohani itu, mirip seperti Marta yang sibuk melayani Tuhan dengan berbagai hal yang menurutnya baik:

Teks: Lukas 10:38-42
    38  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. 
    39  Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, 
    40  sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." 
    41  Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, 
    42  tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." 

Banyak orang Kristen bergumam, syukur kepada Tuhan bahwa saya bukan sepeerti Marta. Benarkah demikian?

Makna sebenarnya: "Kitalah Marta itu, bukankah kita selalu ingin melakukan banyak hal, tapi seringkali lupa duduk di kaki Tuhan dan belajar mendengarkan Dia?"

Itulah makna kisah Maria dan Marta yang baru dibukakan Tuhan kepada saya yang bebal dan keras kepala ini.

Banyak di antara kita, yang mirip dengan Marta, terlalu kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara. Padahal yang Tuhan inginkan sederhana saja, agar kita belajar merendahkan diri lalu menyediakan waktu untuk lebih banyak duduk di kaki Tuhan dan mendengarkan Dia.

Artinya, kita mesti belajar menjadi seperti Maria. Itulah "satu saja yang perlu."

Setelah kita lebih banyak mendengarkan Tuhan, maka Tuhan sendiri akan memproses kita agar menjadi anak-anak Allah yang hidup. Hari demi hari kita akan dibukakan pengertian-pengertian baru akan Firman-Nya. Itulah makna sebenarnya dilahirkan kembali (reborn). Semuanya dimulai dengan merendahkan diri di hadapan-Nya, mengakui kegagalan-kegagalan kita, dan datang kepada-Nya dengan hati yang remuk. Bapa di sorga begitu murah hati dan pengampun, Ia tidak akan menolak setiap orang yang datang kembali kepada-Nya dengan hati yang remuk.

"Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk." (Yes.57:15)

Setelah itu kita mesti belajar untuk hidup kudus di hadirat Tuhan. Kebanyakan gereja saat ini hanya puas mengajarkan anugerah murahan: "pokoknya kita semua akan diselamatkan oleh karya penebusan Kristus, tidak perlu pertobatan dan hidup kudus." Itu bukanlah Injil yang sejati. Memang penebusan dosa adalah anugerah Tuhan semata, namun juga jangan lupa bahwa Tuhan menghendaki agar kita bertobat dan hidup kudus. Tuhan itu Maha Kudus, jadi tidak mungkin seseorang akan melihat Tuhan tanpa hidup kudus.

Bertobat artinya berbalik dari tingkah langkah kita yang jahat, dari manusia lama kita yang dikuasai kedagingan, dan belajar hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Dan hidup kudus, artinya suci sepenuhnya dalam pikiran, dalam hati, dan dalam segala tindakan dan perkataan kita. Itulah makna perintah terutama: mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Mat. 22:37)

Arti dari perintah ini adalah kita mesti bertobat dari membenci Allah, lalu belajar hidup suci dan mengasihi Tuhan mulai dari hati, lalu mengasihi dengan segenap jiwa, dan juga mengasihi dengan segenap akal budi.

Mengutip ucapan Martin Luther: orang Kristen mesti belajar bertobat mulai dari hati, lalu jiwa, lalu akal budi. Dan terakhir kita juga mesti bertobat dengan dompet kita.

Bertobat dari hati, artinya kita mesti menyerahkan hati kita yang kotor dan penuh kebencian ini untuk dimurnikan oleh Tuhan. Kita mesti memohon agar diberikan hati yang baru, hati yang lembut dan dengar-dengaran akan perintah-Nya.

Kita juga mesti merendahkan diri di hadapan Tuhan, lalu memohon agar dikaruniakan jiwa yang hidup, lalu juga akal budi yang sepenuhnya baru, agar kita dapat mengerti perkara-perkara surgawi. Tanpa jiwa, hati, dan akal budi yang baru, niscaya kita akan selalu gagal menjadi anak-anak Allah yang sejati. Semua kebaikan yang kita lakukan hanyalah kain gombal saja di hadapan Allah.

Itulah makna dilahirkan kembali, dan hanya dengan merendahkan diri dan bertobat di hadapan Tuhan, maka kita mulai belajar hidup berkenan di hadirat Tuhan.

Kiranya renungan ini berguna bagi kita semua. Tuhan Yesus mengasihi Anda semua.


Versi 1.0: 29 oktober 2017, pk. 16:24
Versi 1.1: 30 oktober 2017, pk. 10:13
VC
Dari hamba yang tidak berguna.


*catatan: artikel ini dipersiapkan dalam rangka ikut memperingati 500 tahun Gerakan Reformasi Gereja yang dipelopori oleh Martin Luther, tgl. 31 oktober 1517.

**Artikel ini terinspirasi oleh buku karya Kevin Deyoung, berjudul: Hole in the Holiness (Surabaya, Literatur Perkantas, 2017).

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.