Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace
kata
Kata adalah Senjata
Ini bukan artikel tentang Subcommandante Marcos atau artikel tentang perang gerilya. Ini adalah artikel tentang menulis saja yang mungkin bisa berguna bagi para blogger di SS ini di era di mana sering muncul para grammar nazis (polisi bahasa). Tanpa bermaksud menggurui, jika ingin menulis apapun, kita harus tahu bahwa selain teknik menulis, kepekaan penulis dalam menggunakan bahasa juga sangat penting. Bagi penulis, bahasa ibarat senjata untuk mengalahkan sebanyak mungkin musuh. Jika kita tidak menguasai teknik memakai “senjata” satu ini, maka hasilnya tidak akan efektif. Tanpa kepekaan berbahasa, maka bisa muncul kata dan kalimat yang tidak efektif, rancu, dan sulit dipahami. Nah, apa saja yang ilmu yang diperlukan untuk dapat menguasai “senjata” satu ini?
- y-control's blog
- 6 comments
- Read more
- 816 reads
Kata kata yang “menyamar”
- ferrywar's blog
- 13 comments
- Read more
- 1036 reads
Pada Mulanya Adalah Kata
PADA MULANYA KATA untuk membuat kita tahu tentang segala hal, namun Alkitab ternyata menuliskan Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kej 1:1) Pada mulanya adalah kata, namun Alkitab mencatat kembali bahwa, Pada mulanya adalah Firman ; (Yoh 1:1). Padahal untuk mengerti semua itu adalah lewat KATA.
- Tante Paku's blog
- 1 comment
- Read more
- 1596 reads
Pemahaman Kata
- king heart's blog
- 11 comments
- Read more
- 1850 reads
Ejekan
Sebuah acara kontes di televisi sempat ditegur Komisi Penyiaran karena para presenter dan jurinya suka memakai kata-kata kasar untuk mengejek satu sama lain. Mereka ditegur karena kata-kata kasar yang keluar dari mulut mereka bisa membuat anak-anak yang menonton ikut-ikutan. Namun, apa yang terjadi?
- y-control's blog
- 34 comments
- Read more
- 2888 reads
400
Kalau anda menduga ini ada hubungannya dengan judul cerita film 300, maka anda salah besar. Apalagi kalau anda menduga ini adalah judul lanjutan dari film 300, maka anda sudah salah besar, malu-maluin dech.
- pakdokter's blog
- 2 comments
- Read more
- 2925 reads
Bila Rasa ... Kataku
Bila kutemukan jemu,
hendak kutaruh di manakah?
Bila kutemukan kesal,
hendak kutumpahkan ke manakah?
Bila kutemukan sepi,
hendak kusimpan di manakah?
Bila yang kudapat getir,
hendak kuapakankah?
Maka nuraniku menjawab:
Rasa kataku, tiada pernah berujung,
ia bagaikan hamparan samudera dan bentangan surya,
ia bagikan desau angin tanpa arah pasti,
- Kolipoki's blog
- Read more
- 2184 reads












