Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

kata

y-control's picture

Kata adalah Senjata

Ini bukan artikel tentang Subcommandante Marcos atau artikel tentang perang gerilya. Ini adalah artikel tentang menulis saja yang mungkin bisa berguna bagi para blogger di SS ini di era di mana sering muncul para grammar nazis (polisi bahasa). Tanpa bermaksud menggurui, jika ingin menulis apapun, kita harus tahu bahwa selain teknik menulis, kepekaan penulis dalam menggunakan bahasa juga sangat penting. Bagi penulis, bahasa ibarat senjata untuk mengalahkan sebanyak mungkin musuh. Jika kita tidak menguasai teknik memakai “senjata” satu ini, maka hasilnya tidak akan efektif. Tanpa kepekaan berbahasa, maka bisa muncul kata dan kalimat yang tidak efektif, rancu, dan sulit dipahami. Nah, apa saja yang ilmu yang diperlukan untuk dapat menguasai “senjata” satu ini? 

ferrywar's picture

Kata kata yang “menyamar”

 Kata kata yang “menyamar” dalam Pemaknaan Penafsiran
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengungkapkan kata-kata yang sebetulnya terdengar “biasa” tetapi sebetulnya sedikit banyak mengandung siratan tersamar. Bentuknya bisa berupa metafora, jargon, singkatan, plesetan, perumpamaan dsb.
Tante Paku's picture

Pada Mulanya Adalah Kata

 

     PADA MULANYA KATA untuk membuat kita tahu tentang segala hal, namun Alkitab ternyata  menuliskan Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (Kej 1:1) Pada mulanya adalah kata, namun Alkitab mencatat kembali bahwa, Pada mulanya adalah Firman ; (Yoh 1:1).  Padahal untuk mengerti semua itu adalah lewat KATA.

king heart's picture

Pemahaman Kata

Beberapa kali berinteraksi dan mengamati “kemesraan” antara anggota SS, sering saya melihat perdebatan mengenai penafsiran dan pemahaman akan firman Tuhan yang cukup intens dan panjang.
 
y-control's picture

Ejekan

Sebuah acara kontes di televisi sempat ditegur Komisi Penyiaran karena para presenter dan jurinya suka memakai kata-kata kasar untuk mengejek satu sama lain. Mereka ditegur karena kata-kata kasar yang keluar dari mulut mereka bisa membuat anak-anak yang menonton ikut-ikutan. Namun, apa yang terjadi?

pakdokter's picture

400

Kalau anda menduga ini ada hubungannya dengan judul cerita film 300, maka anda salah besar. Apalagi kalau anda menduga ini adalah judul lanjutan dari film 300, maka anda sudah salah besar, malu-maluin dech.

Kolipoki's picture

Bila Rasa ... Kataku

Bila kutemukan jemu,
hendak kutaruh di manakah?
Bila kutemukan kesal,
hendak kutumpahkan ke manakah?
Bila kutemukan sepi,
hendak kusimpan di manakah?
Bila yang kudapat getir,
hendak kuapakankah?

Maka nuraniku menjawab:
Rasa kataku, tiada pernah berujung,
ia bagaikan hamparan samudera dan bentangan surya,
ia bagikan desau angin tanpa arah pasti,