Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

jiwa

mujizat's picture

Membedakan roh dengan jiwa

Uya KuyaDalam acara tivi UYA KUYA, ketika si Uya menanyai orang yang dia hipnotis, yang ditanya itu JIWANYA ataukah rohnya? Kalau jiwanya, kok sewaktu ybs sadar, dia tak pernah MERASA ditanyai sesuatu? Menurutku, rohnya, atau dalam bahasa umum, "alam bawah sadarnya" Karena "jiwa" (soul) berhubungan dengan kesadaran, sedangkan "roh" (spirit) berkaitan dengan semangat, dorongan, dsb nya.

 


Contoh mudahnya begini.

Kalau seseorang dicubit tangannya, maka dia merasakan sakit pada tangan yang dicubit itu. Rasa sakit ini dapat dia rasakan dalam keadaan SADAR, yang dia rasakan dengan jiwanya. Lalu... jika seseorang disiksa di api neraka, maka yang merasakan sakit adalah jiwanya juga.

Ruth Lestari's picture

Sakit Jiwa.......

Aku keluarkan jantungnya dan aku masukan dalam kotak. Aku akan gonjangkan dengan keras dan aku akan berhenti ketika benda itu sudah hancur berkeping-keping. Atau aku bisa saja menarik rambutnya sampai terjatuh dan kuseret dia. Akan ku tatap kedalam matanya sampai jiwanya kesakitan dan berteriak minta ampun.

Mauli Siahaan's picture

Aman di Dalam Tuhan

AMAN DI DALAM TUHAN

Mazmur 62: 2-13

 

            Sejak  Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, rasa aman sudah  meninggalkan  mereka.  Sebab  jejak  kaki  dan panggilan Allah kepada mereka tidak lagi menghadirkan rasa tenang tetapi ketakutan sehingga mereka bersembunyi dari Allah. Semua itu menunjukkan bahwa sejak saat itu rasa aman sudah menjadi masalah dalam kehidupan manusia di dunia ini. Dunia sudah diliputi dengan kecamuk, manusia yang tidak bisa mengendalikan ambisinya merecoki sesamanya bahkan dengan segala cara.

tonypaulo's picture

Dikotomi atau trikotomi?

Dualism (dikotomi tubuh dan jiwa/roh) sering sekali diadu dengan trilism (trikotomi tubuh, jiwa dan roh)? namun apakah sebenarnya itu layak untuk diadu-adu?

tidak sama sekali

Eudice's picture

Sejiwa

Jiwa yang kering
Seperti tanah yang kering
Tanpa air, tidak setetes pun

Jiwa yang sepi
Seperti hutan yang sunyi
Tiada berpenghuni, tidak seorang pun

Seperti jiwa yang merana
Kemana bisa dicari cinta