Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Filsafat

sincere's picture

Hati Cerdas vs Hati Bijak

Jika abad 20 adalah abab kecerdasan otak, abab 21 adalah abab hati yang cerdas - Paul Pearsall PhD.

victorc's picture

Dari kosmologi ke dialog

Shalom,

Kira-kira dua minggu lalu saya mendapatkan sebuah buku yang sangat bagus berjudul "Dari kosmologi ke dialog" (Mizan, 2010). Buku itu berisi pidato ilmiah Dr. Karlina Supelli di Paramadina beserta tanggapan dari beberapa pakar. Kebetulan saya pernah bertemu beliau di suatu acara sekitar 2008, jadi saya mengirim pesan kepada beliau sebagai berikut:

------

 

y-control's picture

Anak Bajang Menggiring Angin

Kisah Ramayana memang sudah sangat dikenal terutama oleh orang Jawa. Sementara aku sendiri hanya tahu beberapa garis besarnya. Bahwa cerita itu tentang Rahwana yang bermuka sepuluh menculik Sinta. Sementara Sinta yang jadi eksil di hutan karena mengikuti Rama yang juga diikuti Lesmana, tertangkap Rahwana karena tidak mau menurut untuk terus berada di dalam lingkaran (cerita yang juga ada di kisah Sun Go Kong). Bahwa dalam usaha merebut Sinta itu, Rama dibantu oleh kera Anoman yang sempat membakar Alengka dengan ekornya. Bahwa setelah Sinta bisa didapatkan kembali, ternyata Rama ragu akan kesucian Sinta sehingga ia menyuruh supaya Sinta membuktikannya dengan masuk ke api, jika terbakar berarti tidak suci, tapi kalau tidak apa-apa berarti suci, masih belum diapa-apakan Rahwana. Tapi membaca buku karya Romo Sindhunata ini, aku baru sadar bahwa ada begitu banyak filosofi tentang cinta dan tentu saja fatalisme (yang di buku-buku karya orang asing disebut adalah ciri/karakter orang Jawa) di kisah itu.