Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Anak Jalanan

ely's picture

Penyakit Bangsaku

"Inilah gambaran bangsaku, bangsa yang aku akui, aku cintai ini. Bangsa Indonesia, yang aku tahu dari dulu hingga saat ini terus mengidap penyakit yang sama, penyakit yang belum sembuh dan kian menjadi parah."

Benia Herawati's picture

Kadang banyak cinta hadir dalam hidupmu untuk menguji cinta sejatimu.

Thanks God!

Aku sudah duduk di dalam taksi ketika hujan deras turun mengguyur bumi. Kabut tampak jelas bergerak di atas pohon-pohon jauh di lembah, lepas tengah hari angin di Dago Tea House bertiup cukup kencang, udaranya yang berkabut menusuk kulit sampai ke tulang, tapi karena dari rumah aku sudah berniat akan menghabiskan waktu seharian untuk diriku sendiri aku menunggu sampai sore baru pulang.

Josua Manurung's picture

Sepenggal Kisah Dari Jalanan I

"Mengapa sih kita takut pada matahari..." ... "... jika cinta sudah dibuang... jangan harap keadilan akandatang... ternyata kita mesti berjalan... robohkan setan yang berdiri mengangkang... oo yao yao ya bongkar... oo yao yao ya bongkar... lagu-lagu itu yang mereka terus nyanyikan pada saat itu di bianglala AC 76 atau 57 jurusan ciputat... aku termangu-mangu waktu itu... apa ada kehidupan lain yang mereka punya selain ini...

anakpatirsa's picture

Kisah Seorang Anak Jalanan

Siang itu pemandangan di pertigaan Gellael tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Pemandangan ketika lampu lalu lintas menyala merah. Pemandangan ketika anak-anak jalanan berhamburan menghampiri orang-orang yang terpaksa berhenti. Pemandangan ketika anak-anak menjulurkan tangan -- sebagian sambil mengelus-elus perut, sebuah ungkapan yang menggantikan kalimat "aku lapar". Pemandangan ketika seorang ibu ikut menjulurkan tangan kanannya, sementara tangan kiri menahan kain yang menutupi tubuh bayinya -- sebuah ungkapan kasih naluriah seorang ibu yang sedang melindungi bayinya dari panas terik matahari.