NGLURUG TANPA BALA, MENANG TANPA NGASORAKE maksudnya berekspansi tanpa membawa pasukan, menang tanpa mengalahkan. Kesempurnaan hidup bisa dicapai ketika orang bisa berdiplomasi dengan santun, dengan hati yang ikhlas, percaya diri, rendah hati. Sikap-sikap ini memampukan orang untuk pergi ke mana pun, tanpa takut. Bahkan ketika memasuki komunitas orang-orang yang dikenal jahat pun, dia tetap bisa tenang menjalankan tugasnya tanpa halangan yang berarti.
Selain itu, kesempurnaan hidup juga bisa dicapai ketika bisa membuat orang lain menyerah kalah (bisa diartikan taat, setia, mendukung dsb), tanpa harus membuat orang yang dikalahkan itu kehilangan harga diri. Jadi orang yang bisa menempatkan orang lain pada posisi yang terhormat, sehingga merasa tetap dihargai, meskipun kenyataannya dijadikan "tawanan", dijadikan anak buah atau dijadikan pengikut.
Walau di ranah SS ini sering dijadikan arena bertarung berbagai pendekar dari perguruan mana saja, namun bila ada pendekar yang tengah berbahagia, ulang tahun misalnya, tak segan para lawan maupun kawan berdatangan untuk sekedar mengucapkan SELAMAT, bahkan terkadang dengan nada sinis sekalipun, toh semua pendekar sudah memahami hukum tak tertulis bahwa sebagai pendekar mereka harus mempunyai jiwa ksatria, tidak hanya mau menang saja dalam segala hal.
Pendekar Debu Tanah, demikian kalangan persilatan memanggilnya, dari tanah seberang datang dengan kegigihan sebagai seorang petarung yang tangguh. Berbagai pendekar sudah ia ladeni untuk sekedar mengadu satu dua jurus, atau sampai beribu-ribu jurus hingga berdarah-darah. Dia memang paling sering mengadu jurus dengan pendekar dari Padepokan Tangga Langit, sangat seru hingga berhari-hari, dari pagi sampai malam lagi.
Menurut anda bagaimana Pendekar Debu Tanah ini?
" Ha ha ha ... Pendekar Debu Tanah? Ooh.... si Deta ANJING TOLOL itu ya? Saya kaget kalau ternyata dia bisa sewot juga . Salut! Dalam sewot sekalipun dia tetap menyajikan kebenaran Alkitab dengan akurat!" katanya suatu kali.
Benarkah DETA?
"Motivasi saya menulis adalah murni membagikan berkat yang sudah terlebih dahulu saya terima dari T UHAN kepada siapapun yang membacanya. Saya sangat berterima-kasih kepada TUHAN , karena DIA telah berkenan memberikan pengertian & pemahaman tentang Firman-Nya. Tanpa firman-Nya kemanakah saya ini?
Begitukah?
"Namun memahami Firman Tuhan tidak lah datang dalam sekejap mata. Anda tahu bagaimana kebenaran Firman-Nya ada di dalam hati saya? Pemahaman saya sekarang adalah hasil pembacaan Alkitab sejak saya kecil, karena saya gemar membaca Alkitab seperti membaca buku cerita,"
Caranya membaca Alkitab ternyata tidak berbeda jauh dengan kebiasaannya HAI HAI, namun bila ceritanya lain, bertempurlah mereka dalam hiruk pikuk jurus-jurus maut, bahkan DETA tak perduli dikeroyok oleh banyak jagoan-jagoan lain yang gemas melihat "kebandelan"nya dalam bersilat. Ketika menghadapi SAMUEL FRANKLYN pun sering berlangsung lama, bahkan arena bertanding bisa meloncat ke kotak ijo, saling memaki dengan keras, menggebrak dengan kata-kata pedas. Barangkali dari kotak ijo, mungkin mencelat lagi ke dunia roh, sayangnya di dunia roh mungkin pertarungannya jadi lain, maklum sama-sama roh yang belum resmi jadi roh, rohnya nggak bakal saling mengenai, tembus pandang sih, akhirnya ya cuma main catur doang, begitu menurut laporan ahli terawang MBAH GOJEK si pemilik ilmu RAWE RONTEK itu.
"Walaupun kelihatannya saya sering berdebat dengan siapa saja, saya tidak merasa ingin mengadu kemampuan dan pengetahuan dengan siapapun. Kita bisa beradu menang dan kalah tentang hal-hal duniawi, tetapi kita tidak bisa beradu pengetahuan tentang hal-hal yang rohani. Karena menang atau kalah, kita telah kehilangan kualitas seorang anak Allah! Yang menang akan menjadi sombong rohani, dan yang kalah merasa malu, apa Tuhan kita akan berkenan dengan semuanya ini?" Katanya seperti bertanya pada diri sendiri.
"Beberapa kali saya melayani berdebat, namun saya hanya ingin mengatakan kebenaran yang telah Tuhan percayakan kepada saya. Saya tidak pernah bermaksud mengalahkan siapapun!" Lanjutnya bijak.
Tapi pendekar dari Padepokan Tangga Langit sering mengolok-olok pendekar ini dengan mengatakan sering menggunakan jurus OPINI doang. "Bisanya berkotek-kotek KONTEKS-KONTEKS eh jebul OPINI DOANG ha ha ha ha....."
"Mencari kebenaran itu seperti menyusun puzzle, kita hanya mengetahui kebenaran yang sepotong-sepotong. Bila setiap saudara menyumbangkan sepotong kebenaran yang dia punya. Bukan kah kita semua akan menikmati kebenaran yang lebih besar lagi secara bersama-sama? Karena pengetahuan manusia itu bersifat akumulatif, bila saudara-saudara dapat mengerti kebenaran yang sudah terlebih dahulu saya terima, bukankah saudara-saudara yang lain dapat menggunakan nya untuk mendapat kan kebenaran yang lebih besar lagi? Kemudian saudara-saudara membagikan nya lagi untuk kita semua! Demikian selanjutnya, hingga mungkin kita mendapat kebenaran yang hampir penuh! Siapa tahu? Atas kasih karunia-Nya?" kata DETA sambil menunjukkan sepotong Firman Allah untuk mendukung ucapannya itu.
Amsal 27:17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
"Saya tidak bermaksud menggurui lho, namun saya sangat-sangat terbeban untuk mengatakan ini. Semoga kita semua mau dengar-dengaran kepada Roh Kudus yang ada di dalam hati kita masing-masing! Karena saya percaya Dia berkenan kita menjadi saksinya sampai ke ujung bumi!"
"jujur aza gw nyerah dengan cara lo ngejawab, beranalogi, dan "memungut" ayat yang aneh." kata JESUSFREAKS ketika datang sambil menyalami di hari istimmewanya ini.
"Ha ha ha ....saudara JF, kita bisa lihat sekitar kita, banyak manusia yang karena kenyamanan hidupnya akibat pengetahuan dan teknologi manusia telah melupakan Allah! Merasa tidak membutuhkan Allah lagi! Coba perhatikan dinegara-negara maju, manusia semakin egois, merasa tidak membutuhkan Allah, gereja-gereja kosong. Tingkat kriminalitas meningkat, dunia sedang menuju kemerosotan moral dan kemerosotan nilai-nilai kebenaran!" jawab DETA sambil memeluk sobatnya itu.
"Apa yang dapat dilakukan manusia saat ini sangat luar biasa lho JF. Bisa bayangkan gak bila bila orang-orang jaman Musa dulu melihat kita manusia jaman sekarang dapat menkloning manusia dari sel mati menjadi manusia yang sama persis dengan mereka, saya yakin mereka akan menyangka kita ini Allah lho! Ini serius lho JF! Nah, bayangkan juga suatu teknologi di masa yang akan datang yang sangat luar biasa hebatnya, yang membuat kita manusia jaman sekarang mengira manusia yang akan datang itu bisa melakukan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah!!"
"Nah bayangkan lah manusia dengan kemerosotan moral seperti yang saya utarakan diatas mempunyai kemampuan yang bahkan belum bisa kita bayangkan hebatnya, maka manusia bisa saja “meninggikan” diri menjadi seperti Allah bukan? Karena manusia tidak membutuhkan Allah lagi, seperti yang JF katakan kemampuan manusia justru telah MENGGESER KEDUDUKAN Allah!"
"Tentu saja kita sama-sama tahu bahwa manusia meninggikan diri sebagai Allah bukan berarti menusia menjadi sama dengan Allah! Saya hanya melihat bahwa Allah memang melihat potensi manusia untuk dapat melakukan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan bila manusia bersatu, dan menyebabkan manusia melupakan Allah, menggeser kedudukan Allah, karena kencenderungan manusia, semakin makmur, semakin kaya maka manusia cenderung melupakan Allah. Kekristenan cenderung merosot pada negara-negara yang maju dan makmur, tetapi kekristenan justru luar biasa di negara yang miskin dan menderita."
Bahkan Yesus mengatakan, Matius 19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada SEORANG KAYA masuk ke dalam Kerajaan Allah."
"Selain itu apa yang saya tulis kan belum tentu betul semua. Walapun tentu saja saya telah berusaha menulis berdasarkan fakta-fakta yang saya dapat kan dalam Alkitab, tapi tetap saja saya hanyalah manusia biasa yang mungkin sekali melakukan kesalahan dalam melakukan analisa pemahaman Alkitab."
"Globalisasi dan teknologi informasi sekarang ini telah menyatukan seluruh dunia, dan lihat hasilnya: kejahatan dan dosa manusia tampaknya mengalami percepatan yang luar biasa!! Globalisasi telah membuat manusia dengan cepat belajar berbuat dosa!! Marilah kita memahami Dia dengan akal budi kita. Marilah kita menyelidiki Firman-Nya dengan segenap pikiran dan dengan segenap kekuatan kita! Semoga ini lebih membawa kita kepada pengenalan yang benar akan Dia! Oleh kasih karuniaNya !" urai Pendekar Debu Tanah panjang lebar kepada para tamu-tamu yang hadir.
Ada tamu istimewa yang sangat dinantikan sang pendekar, yaitu EMPU PURNOMO, karena sering membawa minuman yang sangat cocok untuk dihidangkan kepada semua tamu yang hadir.
"Hehehehe.....Det, Det, cobalah ini, kamu pasti bisa menghadapi si empek lebih enjoy," katanya sambil terkekeh.
(Bersambung)
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat


