Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

cerpen

anakpatirsa's picture

Kau

"Pulanglah, ayah mau meninggal."

"Mau mati? Koit?"

Saya tidak suka candamu. Saya tahu, kau dulu memang minta diberitahu kalau ayah meninggal, bukan kalau sakit.

"Ayah kritis."

Hening.

anakpatirsa's picture

Senja

Saat paling indah di danau ini ketika langit berwarna kemerahan, ketika matahari merendahkan diri seperti mau menyembunyikan diri di balik pepohonan. Ketika itulah makhluk hutan mulai bersuara menyambut malam. Dari atas pohon, burung-burung mengeluarkan kicauan yang berbeda karena telah melewati hari dengan selamat, monyet-monyet berteriak lebih keras untuk menakut-nakuti hantu penunggu hutan.

anakpatirsa's picture

Si Bajoi dan Orang Utan

        Si kakek tidak pernah bermimpi mendapat pertanyaan seperti itu dari cucunya. Kek, orang utan itu apa? Waktu masih menjadi presiden, ia sesumbar, "Tidak akan kubiarkan cucuku mendengar kisah kepunahan harimau, badak dan orang utan. Tidak akan kubiarkan cucuku mempelajari orang utan dengan mengais-ngais sisa tulang belulangnya."

        Si kakek menarik nafas panjang. Ia harus menceritakan sebuah kisah.

anakpatirsa's picture

Lelaki yang Ususnya Terburai

        Ia berteriak-teriak di pintu neraka, mengira begitu mati langsung disambut tujuh bidadari. Bukan! Ia disambut setan merah bertanduk dan bertombak mata tiga yang langsung menendang pantatnya sehingga terperosok jatuh ke lubang neraka.

        "Ia langsung masuk neraka," kata seseorang, "Tuhan bahkan tidak mau mengadilinya, langsung melemparkannya begitu saja ke neraka,"

        "Astaga!" yang lain berseru, "Ususnya terburai keluar."

anakpatirsa's picture

Si Bajoi

        "Dasar pelacur, belum diapa-apain sudah mendesah," Bajoi mengumpat dalam hati.

        Mereka baru menyepakati harga. Tiga ratus ribu untuk satu babak pertandingan bola. Sebelum mengangkangkan paha, ia pastikan jatah Bajoi dengan mengaktifkan stopwatch di ponselnya.

        Bajoi menatap tubuh berbalut kaus putih ketat dan rok pendek hitam itu.

        "Jangan lama-lama, Mas," katanya. "Ini sudah jalan lima menit."

Pak Tee's picture

Sutradara

            Aku tidak heran. Paman ditangkap polisi. Keluarga korban yang lapor kalau korban sudah dua hari tidak pulang,  dan beberapa saksi mata mengatakan bahwa pamanlah yang terakhir terlihat bersama korban. Paman tak bisa mengelak.

anakpatirsa's picture

Sebuah Kampung di Pinggir Sungai

        Ia tersenyum.

        Kubalas dengan senyum yang bentuknya kuharap seperti mulut orang marah mencicipi mangga masam.

        Tidak terlalu sulit. Aku membenci orang-orang Humas dan Protokol. Sudah banyak cerita tingkah mereka kalau gubernur mau datang. Pagi ini kualami sendiri. Mereka datang, bertingkah seolah-olah merekalah pemilik hotel: mengutak-atik susunan ruangan, menyuruh mengganti deretan kursi depan, kemudian menempelkan jabatan orang yang pantatnya akan menempel di situ. Itu belum cukup. Seorang di antara mereka—manusia sombong dengan alat komunikasi di lubang telinga—meletakkan bara di atas kepalaku. Ia mengusirku dari lobi, berkata, "Sebentar lagi Gubernur datang, jangan bengong di depan pintu."

y-control's picture

Balada 4 Generasi

ada cerita tentang generasi sebuah keluarga. si kakek adalah orang yang pintar dan suka bekerja keras. tapi waktu itu zaman masih susah sehingga ia masih hidup miskin. meski begitu, si kakek terus bekerja keras dan belajar dan berusaha merumuskan satu resep cerdas untuk kaya.

anakpatirsa's picture

Menar

        "Di mana?"

        "Jogja!"

        Kota penuh kenangan, "Mengapa Jogja? Dapat gadis Jogja?"

anakpatirsa's picture

Umar Landuk

        Jembatan itu tidak pernah sepi. Bila senja tiba, penduduk pada berdatangan. Orang yang baru datang ke kota ini mengira penduduk berkumpul karena ingin melihat kota dari tempat paling sempurna, atau melihat matahari lenyap di ujung sungai. Salah! Mereka melakukannya karena hal lain dan hanya penduduk kota ini yang tahu alasannya.

anakpatirsa's picture

Kisah Sepotong Tahi

        Sepotong tahi mengapung.

        "Tahu kisah Sangumang dan Maharaja?" tanyanya.

        Aku tahu. Pemuda miskin memeras raja gara-gara sepotong tahi. Seperti Abunawas dan Raja, Kisah Sangumang dan Maharaja bercerita tentang seorang rakyat jelata miskin dan seorang raja tolol.

        Raja tolol yang mempunyai putri yang sangat cantik.

Tante Paku's picture

Penampakan Hantu Gunung Merapi

 http://gambarfotohantu.com/wp-content/uploads/2008/05/hantu-kepala311.jpg
ely's picture

Bersama Sahabat

Sahabat bagiku seperti seorang malaikat, yang Tuhan utus untuk membantu aku mengerti apa arti  kebersamaan dan perpisahan, yang bagiku memiliki nilai sama pentingnya.
anakpatirsa's picture

Aku Merokok

Sebuah pesan singkat masuk:

Keponakanku Si Martin kedapatan merokok di sekolah, padahal masih SD kelas tiga. Rokoknya Dji Sam Soe lagi. Ternyata sudah sering dia merokok. Diapain ya, si Martin ini biar kapok?

Aku ngakak. Kubalas:

Lebih baik kedapatan merokok di sekolah pakai Dji Sam Soe daripada tertangkap basah duduk dibawah pohon sambil menghisap rokok rambut jagung.

Itu sama sekali tidak keren.

Kok kamu begitu?

Ia sama sekali tidak mengerti.

psikologila's picture

Empat Sahabat yang Bahagia (?)

Yang terdengar hanyalah suara bising “Dancing in The Moonlight” versi house club. Dentuman musik lengkap dengan gemerlap lampu diskotik ampuh menyuntikan atmosfir ekstasi ke seluruh ruangan! Hampir semua pengujung bar memenuhi “dancing floor”, tak  terkecuali temanku Hedi.

teograce's picture

Label

 

Angin semilir lembut menyentuh wajahku. Aroma rumput yang wangi menentramkan jiwa. Sinar matahari pun tidak terik. Sungguh suasana yang menyenangkan. Di hari yang bahagia ini, entah bagaimana pikiranku membawaku ke sepuluh tahun silam. Saat itu aku masih kelas 2 SMP.

anakpatirsa's picture

Gedung Baru Parlemen

        "Hanya pelacur yang mengangkangi jalan seperti itu," katanya. "Dan kalian tinggal di gedung yang mengangkangi jalan seperti pelacur."

anakpatirsa's picture

Angkot Air

        SEKALI lagi Ririn melihat layar ponselnya. Pesan itu tetap sama, AC pesawat A546 rusak. Khusus penerbangan hari ini, semua pramugari yang bertugas harus memakai deodoran sebanyak-banyaknya.

anakpatirsa's picture

Pelajaran Kesenian

        Indonesia Raya ...

        "Masa langsung kamu nyanyikan bagian Indonesia Raya-nya," kata Pak Ludie, "itu kan refrain-nya?"

        Tanpa ia potong pun, aku tahu ada yang salah. Rasanya bukan seperti ini bagian awal lagu yang kudengar Senin lalu.

anakpatirsa's picture

TUMBANG ANOI

Ada musimnya anak-anak hidup dalam ketakutan.

Orang tua punya musim sendiri—musim hujan, musim kemarau, musim buah, dan musim ikan mudik. Kami punya musim sendiri—musim enggrang, musim gasing, musim tembak tutus, dan musim kayau. Di musim enggrang, kami ke sekolah naik tiang kayu. Di musim gasing, kami menarik tali yang membuat kepala serasa ikut berputar. Di musim tembak tutus, kami membawa senapan bambu berpeluru kertas basah di tas sekolah. Di musim kayau, kami hidup dalam mimpi buruk dan ketakutan.