Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Kalah?? Kecewa

yujaya27's picture

Beberapa hari ini saya terus menerus menerima wa message yang bernadakan kesedihan kekecewaan, yaa... saya juga kecewa dan sedih, tetapi kalo kelamaan seperti begitu juga ndak bagus, apalagi kalo isinya pake acara boikot memboikot suatu produk/perusahaan, kalo sudah seperti itu apa bedanya kita dengan "toko sebelah" sono, yang sedikit-sedikit maen boikot.

Hari Senen kemaren saya membaca sebuat tulisan di kompasiana, ini link nya http://www.kompasiana.com/jonihartugung/kamu-kalah-jonn-tidak-kita-semua-yang-kalah_58f9a2656e7e61600a134e8d . Sehabis membaca tulisan ini, saya jadi teringat seorang penulis blog di Sabda Space, yang di bagian akhir di bawah tulisannya selalu ada sebuah kalimat quotes "Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?" 

Hmmm.... mengatakan "kebenaran" semakin lama semakin sulit, bahkan di dalam lingkugan komunitas agama atau gereja sekalipun sama saja, resikonya lihat saja seperti Tuhan Yesus, tetapi tetap harus ada yang berani menyatakan itu, menyatakan kebenaran bukan untuk menang atau kalah, tetapi lebih kepada suatu keharusan atau kewajiban, seperti apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus.

Ada teman yang japri ke saya, dia mengatakan bagi dia belum kalah, saya jawab memang tidak kalah, saya tidak mengatakan "belum kalah", kalo pake kata "belum" itu artinya masih ada kemungkinan nantinya kalah, tinggal masalah waktu, menurut saya lebih tepat "tidak kalah", makanya judulnya saya beri tanda tanya :)

Melihat peristiwa ini mirip seperti ketika Yesus habis dielu-elukan di Yerusalem, kemudian akhirnya disalibkan oleh musuh-musuhnya, mungkin termasuk juga ada orang-orang yang mengelu-elukan, tetapi kemudian menjadi berteriak salibkan Dia. Bukankah semuanya berpikir dengan kematian Yesus, maka akan berakhir segalanya?

Singapore 26 April 2017

 

Pagi ini saya menerima sebuah wa message singkat "Ahok bebas", saya reply tahu dari mana beritanya? Karena setelah saya check di internet, belum ada beritanya, kemudian saya check dengan beberapa teman di Indonesia dan juga teman dekatnya, ternyata benar masih belum ada beritanya, sampai akhirnya tadi siang saya mendapat wa message lagi bahwa Ahok di vonis 2 tahun :(, selanjutnya wa message silih berganti masuk yang mengungkapkan kekecewaan, kesedihan, dari yang berupa text singkat sampai dengan gambar tulisan yang kurang lebih isi message nya "Indonesia berduka", "Keadilan sudah mati", sangat wajar jika banyak yang sedih dan kecewa, saya pun tidak terkecuali.

Ahhh.... di tengah kekecewaan ini, tiba-tiba saya jadi teringat akan salah satu lagu favorit saya dari sebuah (cantata) musikal "Joseph - The Dreamer", judul lagunya "HE Opens a Window", lagu ini dinyanyikan ketika Yusuf sekali lagi harus kecewa, karena juru minuman yang dipulihkan jabatannya oleh Firaun, tidak menepati janjinya, Ketika di dalam masa kekecewaan dan kesedihan, lirik & lagu ini memberi saya kekuatan, dan mengingatkan saya ketika semua pintu sudah tertutup, Dia pasti buka jendela, paling tidak supaya kita bisa melihat, bahwa Dia masih bekerja memelihara anak-anak-Nya.

Ini link lirik lagu tersebut http://dranhscanticles.blogspot.sg/2009/12/he-opens-window.html

Sore tadi saya juga menerima wa message dari seorang teman, dia juga mendapat dari seorang temannya di Jakarta, kalimatnya sangat bagus, sayang rasanya kalo tidak dibagikan, jadi saya copas saja di sini, sekalian sebagai arsip juga :)
Refleksi seorang teman di Jkt: 
We are just watching a movie. What seems to be a still picture of injustice, is just an evolving story. The end is not here yet. As the story evolves, things may get better - but they may get worse as well. 
What we were taught - is to trust, knowing the the movie is written and directed by One far above the actors. He is simply showing off His power, authority and sovereignty - of which we are simply asked to be at awed and admiration, while clinging unto Him.

Singapore 09 May 2017