Submitted by Dark Wing Duck on

Topik ini muncul ketika saya teringat teman saya menawarkan anak buahnya pindah ruangan karena menurut teman saya ruangan yang ditempati anak buahnya kurang nyaman, dan sering kita lupa kalau ternyata apa yang nyaman buat kita tidak selalu nyaman buat orang lain.

Sering saya diajak untuk bermalam dirumah teman saya dan saya tolak, karena saya tidak nyaman bermalam di rumah dia dimana kalau saya berkunjung saja ac kamar-nya dingin terutama buat saya yang tidak tahan dingin dan kalau saya pasang ac dirumah, saya pasang timer hanya 3 - 4 jam. Dan disini saya mulai berpikir ternyata apa yang nyaman buat kita bisa menjadi suatu siksaan buat orang lain.

Umumnya orang tau apa itu pare, kalau saya tanya orang apakah anda suka pare maka biasa saya dapati 2 pendapat orang orang yang ekstrim entah suka atau benci. Jarang saya dapati orang yang netral dimana bilang well ok saya bisa makan pare tapi bukan sesuatu yang saya cari. Tapi kenyataannya bahwa ternyata apa yang kita sukai mirip dengan pare tersebut, entah orang suka... atau orang benci.

Orang cenderung memaksakan untuk orang lain suka apa yang dia suka, dan akan tersinggung kalau apa yang dia sukai  tidak disukai orang lain. Orang tersebut bisa merasa minder, merasa terhina, kadang merasa dilecehkan. Kadang orang berpikir tunggu saya akan buktikan kalau kesukaan saya merupakan sesuatu yang paling baik dan membuat orang lain mengakui dan menyukai apa yang saya sukai.

Buat saya untuk bisa melihat perbedaan dan menerimanya itu merupakan suatu seni dan keindahan sendiri. Bayangkan jika setiap kita harus suka sama apa yang orang lain suka meskipun kita tidak suka hanya karena untuk menjaga perasaan orang tersebut seberapa repotkannya hidup kita.

Kalau kita tidak suka dituntut untuk menyukai apa yang orang lain suka supaya orang tersebut tidak moody, mungkin kita bisa dimulai dengan kita mulai menerima perbedaan dari orang lain dan tidak moody dan tidak mengambil terlalu personal untuk masalah2 perbedaan. Hargai keunikan orang lain seperti kita menghargai keunikan kita. Melihat perbedaan sebagai kekayaan bukan persaingan superioritas atau ancaman.

Tidak ada pembuktian akan sesuatu itu baik kecuali kita bisa menikmati dan orang lain bisa menikmatinya, mungkin bukan untuk orang lain nikmati hal tersebut mentah2, tapi dari reaksi positif yang keluar dari kesukaan kita akan hal tersebut dan orang bisa menikmati kehidupan kita sebagai pribadi yang positif.