Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Hitman

victorc's picture

Shalom, pagi ini izinkan saya mengupas sebuah buku menarik karya John Perkins. Bagi Anda yang belum pernah membaca buku tersebut, versi elektroniknya bisa diperoleh di [1]. Saya anjurkan Anda membacanya perlahan-lahan dan mencoba mencernanya, dan kalau Anda kurang lancar berbahasa Inggris, silakan cari versi Indonesianya (sudah terbit).

Tukang pukul ekonomi
Yang dimaksud dengan hitman di sini adalah para ekonom yang ditanamkan oleh negara-negara maju seperti Amerika ke negara-negara yang sedang atau belum berkembang untuk memastikan bahwa kekayaan netto mengalir ke negara-negara maju tersebut. Dan menurut buku ini, John Perkins dulunya juga adalah salah satu dari para ekonom 'tukang pukul' tersebut, namun ia sudah insyaf dan justru berupaya keras mempromosikan keadilan bagi negara-negara terbelakang. [3]
Sekalipun berbagai kritik meragukan akurasi data-data yang diungkap dalam buku tersebut, namun demikian dari berbagai newsletter dan juga kicauannya (tweet), tampaknya John Perkins serius dan peduli akan terciptanya masyarakat dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.[2]

Tukang pukul di Amerika Latin
Salah satu topik yang dibahas buku ini adalah eksploitasi manusia yang terjadi di Amerika Latin, sebut saja Nicaragua, Ekuador, dll.
Meskipun bisa saja data-data yang diberikan disangkal, namun kalau kita cek silang dengan perkembangan ekonomi misalnya perang terselubung yang dilakukan terhadap masyarakat Nicaragua atau perlawanan rakyat Ekuador terhadap Chevron, tampaknya memang argumentasi buku ini cukup masuk akal. [4] Bahkan bukan tidak mungkin kebangkrutan Puerto Rico pertengahan tahun ini juga merupakan hasil kerja para ekonom tersebut. [7] [8]
Bagaimana dengan negeri ini? Eksploitasi sumber daya alam sudah jelas terjadi di mana-mana, yang mungkin telah diramalkan oleh Bung Karno dengan ungkapannya yang terkenal: exploitation de l'homme par l'homme (eksploitasi manusia atas sesamanya).
Memang tidak semua kebijakan di negeri ini berujung eksploitasi, misalnya program BPJS sangat baik dalam rangka menyediakan layanan kesehatan yang terjangkau, meskipun dalam pelaksanaannya masih sering antre. Diperlukan tidak saja terobosan tapi juga keberanian untuk mewujudkan pendidikan murah, listrik murah, air murah dst.

Bagaimana sikap kita?
Dalam konteks iman Kristen, tampaknya kita mesti belajar untuk memahami pesan Injil untuk berbelas kasih dan tidak menindas sesama terutama mereka yang miskin dan menderita. Justru itulah yang sedang terjadi: pemujaan terhadap kekayaan (seperti yang dipromosikan para penganut teologi kemakmuran), dan perang terhadap kaum miskin. [5] Dan itu tampaknya terjadi di hampir semua level, termasuk dalam dunia pendidikan dan bahkan di gereja-gereja.
Padahal justru untuk itulah Tuhan Yesus memanggil kita: sebagai agen-agen Kerajaan Allah untuk membawa perubahan yang berdampak nyata dan bermakna bagi sesama.[6]

Bagaimana pendapat Anda?

versi 1.0: 24 nopember 2015, pk. 3:02
VC
Referensi:
[1] John Perkins. Confessions of an economic hit man. url: http://library.uniteddiversity.coop/Money_and_Economics/confessions_of_an_economic_hitman.pdf
[2] John Perkins. http://www.johnperkins.org/newsletter-2/
[3] https://en.m.wikipedia.org/wiki/Confessions_of_an_Economic_Hit_Man
[4] Revista envio. The silent war against Nicaragua. url: http://www.envio.org.ni/articulo/3383
[5] http://www.religion-online.org/showchapter.asp?title=2288&C=2188
[6] Brian D. McLaren. The secret message of Jesus: Tuhan Yesus mengubah segala sesuatu. Penerbit Gandum Mas, 2008. Hal. 89-96
[7] http://latino.foxnews.com/latino/news/2015/02/04/report-puerto-rico-is-bankrupt-with-actual-debt-thats-twice/
[8] http://waragainstallpuertoricans.com

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.