Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Hidup yang Berserah

julian's picture

 

Bacaan Alkitab: 1 Samuel 1: 1-20

 


Keputusasaan dan kekecewaan merupakan penghalang iman untuk memiliki pengharapan yang pasti. Hal tersebut, salah satunya disebabkan oleh persoalan hidup. Coba bayangkan jika kita mengalami persoalan silih berganti. Apa yang harus kita lakukan?

 

Tentunya, yang harus kita lakukan adalah berserah kepada Tuhan. Namun kenyataannya banyak orang, ketika menghadapi persoalan, mereka bergantung kepada kekuatannya atau kepada manusia.

 

Ketika masalah tidak kunjung selesai, atau tidak ada satu orang pun menolongnya, ia pun putus asa dan kecewa. Bahkan, mempersalahkan Tuhan. (Baca juga: Menggunakan kesempatan)

Hidup yang berserah

Ada seorang ibu yang sedang mengalami sakit kanker ovarium yang tidak bisa disembuhkan lagi, ia hanya bisa menunggu pertolongan Tuhan saja. Namun, ia tak berputus asa dan tetap semangat.

 

Setelah ia mengikuti pengobatan kemotherapi ketiga kalinya, para Dokter akhirnya menghentikannya karena akan lebih membahayakan fisiknya apabila dilanjutkan dan menyatakan penyakitnya tidak bisa disembuhkan lagi. (Baca juga: Ketaatan Menghancurkan Tembok)

 

Selanjutnya, ia hanya bisa melakukan operasi menyedot cairan ditubuhnya apabila perutnya sudah membengkak (asites). Apa yang dialami ... (Selengkapnya, baca di http://www.fokushidup.com: Hidup yang Berserah)

victorc's picture

@Julian: trims, artikel yg bagus ...

Walau tidak lengkap...:-). Btw adakah bedanya antara: berserah, pasrah, putus asa dan apatis? -- VC
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.

julian's picture

Trims, atas tanggapannya...

Trims, atas tanggapannya.

Jika membaca selengkapnya seluruh artikel ini, maka jelas akan mengerti maksud penulis atas arti kata berserah dalam renungan ini. Sebab kalimat-kalimat berikutnya menjelaskan mengenai berserah. Berserah dan pasrah itu punya arti yang sama, tapi berserah di sini, "menyerahkan diri kepada Tuhan," bukan pasrah kepada keadaan. Nah kelanjutan isi artikel ini menjelaskan tentang sikap seseorang yang "menyerahkan diri kepada Tuhan" yang sedang aktif bukan pasrah atau pasif. Juga berbeda dengan putus asa dan apatis. Berserah di sini tidak rugi pengharapan, enak sebaliknya. Sedang putus asa adalah tanpa pengharapan. Bukan juga apatis atau cuek / masa bodoh / tidak peduli.

Terima kasih ... Tuhan Yesus Memberkati ...

victorc's picture

@Julian..ok trims

ok trims. JBU - VC

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.