Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Garlic

victorc's picture
Shalom, selamat pagi saudaraku. Kali ini izinkan saya menulis tentang garlic. Garlic alias bawang putih sangat akrab bagi semua orang yang rajin ke dapur, terutama para ibu dan mbak-mbak.

Asal usul
Dalam Alkitab LAI 1974 hanya ada satu ayat yang menyebut bawang putih:

Bilangan 11:5
Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. 

Jadi ayat ini sepertinya menunjukkan bahwa bawang putih berasal dari Mesir dan sangat disukai orang Israel. Namun ada juga yang menduga bahwa bawang putih berasal dari Siberia di Rusia.
Di Palestina ada hampir 70 jenis bawang. Pada zaman kuno bawang merupakan makanan biasa. Dalam Alkitab disebut ada 3 jenis bawang: 1. Bawang merah atau betsalim (allium cepa), yang sering menjadi bahan makanan namun juga berkhasiat obat. 2. Bawang putih atau syumim (allium sativum). 3. Bawang prei atau khasir. Juga digambarkan di kuburan Mesir. (1)

Deskripsi
Bawang putih dapat tumbuh di ladang-ladang di daerah pegunungan dengan hawa sejuk dan cukup mendapat sinar matahari. Berbatang semu dan berwarna hijau. Buahnya terdapat pada bagian bawah dengan akar, umbi bawang putih berbentuk seperti umbi besar dan berwarna putih. Tiap siung bawang putih diselimuti dengan kulit tipis. Berakar serabut. Bila diiris akan menimbulkan aroma yang khas dan rasanya cukup pedas dan getir apabila dimakan mentah. Kini telah tersedia bawang putih dalam kapsul.

Manfaat
Bawang putih mengandung senyawa berupa minyak atsiri, yang bersifat anti bakteri dan antiseptik. Kandungan allicin dan aliin berkaitan dengan daya anti kolesterol. Daya ini mencegah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi dan lain-lain.
Bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, menghambat proses penuaan. Ajoene yang ada dalam bawang putih bisa meredam depresi/stres, dan manfaat bawang putih yang lainnya yaitu mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik, antiarthritis, hipoglikemik, dan juga memiliki antivitas sebagai antitumor. 
Penyakit yang bisa diobati menggunakan bawang merah di antaranya: sakit batuk atau flu, kolesterol, kanker, wasir, meningkatkan stamina tubuh, dan gejala diabetes.

Terapi Anti-kanker
Meskipun manfaat bawang putih telah lama dikenal untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, namun masih sangat sedikit penelitian yang dilakukan tentang manfaat tersebut secara spesifik dan mekanisme kimiawinya. Saya hanya menemukan 2 paper ilmiah yang membahas potensi anti-kanker dari bawang putih dan bawang hitam. (4)(5)
Namun akhir-akhir ini mulai dilakukan berbagai penelitian di Indonesia tentang khasiat bawang putih untuk terapi kanker. Salah satu di antaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa kedokteran UGM sekitar tahun 2015 mengenai manfaat bawang putih untuk terapi kanker lidah.(3) Perlu dikaji lebih lanjut mengenai potensi bawang putih untuk terapi kanker yang lain, misalnya kanker kolon, kanker hati, kanker getah bening, kanker paru, kanker otak, dan proses kanker stadium lanjut seperti metastasis pada otak.(6)

Penutup
Seperti kita ketahui, jika ada seorang pasien didiagnosis menderita kanker, maka dokter akan merekomendasikan untuk kemoterapi. Selain itu, ada juga terapi lainnya seperti ultrasonik atau microsurgery seperti yang ditawarkan oleh rumah sakit besar di dekat rumah kami. 
Meskipun obat-obatan modern yang canggih telah tersedia untuk terapi kanker, barangkali ada baiknya jika para dokter dan ahli oncology juga mempertimbangkan kearifan lokal dengan menyertakan bawang putih dalam diet sebagai proses terapi yang lebih holistik. Sehingga pasien dapat mengalami pemulihan dalam waktu yang cepat.

Versi 1.0: 1 Februari 2017, pk. 9:58
VC

Referensi:
(1) apps Kamus Alkitab dari Yayasan SABDA
(2) apps Tanaman Obat
(3) http://www.ugm.ac.id/id/newsPdf/10062-bawang.putih.sebagai.anti.kanker.lidah
(4) Jin-ichi Sasaki et al. Processed black garlic extracts enhance anti-tumor potency against mouse tumors. Medicinal and Aromatic Journal of Plant Science and Biotechnology, 1(2), 2007.
(5) Dominique Boivin et al. Antiproliferative and antioxidant activities of common vegetables: A comparative study. Food chemistry 112 (2009) 374-380.
(6) http://www.naturalnews.com/044365_garlic_brain_cancer_natural_cures.html
(7) http://www.naturalnews.com/044329_beating_cancer_garlic_Alliums.html
__________________

Publikasi:
1. Sangkakala Sudah Ditiup (sept. 2016). Dapat dipesan melalui: http://nulisbuku.com/books/view_book/9035/sangkakala-sudah-ditiup
2. Menggugat Eisenman (Nov. 2016). Dapat dipesan melalui email: admin@nulisbuku.com