Submitted by Purnawan Kristanto on

 Sekali lagi John Sung alias gbiajohnthebaptist  tidak akurat dalam menulis sejarah kaum Anabaptis. Bahkan ada kecenderungan tulisannya cenderung melakukan FITNAH. Dia menuduh gereja Protestan telah membunuh Conrad Grebel, tokoh pendiri Anabaptis. Benarkah demikian? Apa saja ketidak-akuratan John Sung? Simak tulisan John Sung dan bandingkan dengan tulisan saya di sini:

Conrad Grebel dilahirkan pada tahun 1498 di Groningen. Dia adalah anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Junker Jakob Grebel dan Dorothea Fries. Ayahnya seorang pengusaha besi yang sukses sehingga menjadi seorang yang kaya raya. Di samping itu, Jacob menduduki jabatan yang penting, yaitu Conrad Grebelsebagai anggota Dewan Kota Zurich.

 Grebel memulai pendidikannya pada Carolina, Zürich. Sekolah Latin yang terkenal milik gereja Gross Munster di Zurich. Pada akhir tahun 1514, Grebel memasuki Universitas Basel. la belajar humanisme dari Sebastian Brant, sementara Wikipedia menyebutnya dia belajar dari Heinrich Loriti. Setelah dari Basel, Grebel belajar lagi pada Universitas Wina dengan beasiswa yang diperolehnya berkat jasa ayahnya. Di sini ia belajar humanisme pada Joachim von Watt, seorang humanisme yang terkenal pada masa itu. Joachim kemudian menjadi reformator gereja di kanton St. Gall.

Setelah tiga tahun belajar di Wina, dia kembali ke Zürich selama tiga bulan. Pada tahun 1518 Grebel belajar lagi di Universitas Paris dengan beasiswa yang juga diusahakan oleh ayahnya. Di sini Grebel berkenalan dengan sarjana-sarjana Kitab Suci seperti Le Fevre d'Etaples. Ia juga dapat memperdalam humanisme dengan belajar pada William Bude dan William Cop.

Setahun di Perancis, ada wabah penyakit melanda Paris yang memaksa Grebel dan kawan-kawannya menyingkir dari kota itu selama enam bulan. Pada masa ini, Grebel menjalani gaya hidup yang bebas dan terlibat perkelahian dengan mahasiswa lain. Kesehatannya juga mulai terganggu akibat gaya hidupnya ini.

Ayah Grebel yang mendengar kelakuan anaknya ini menjadi marah sehingga menghentikan beasiswa dan memaksa Grebel pulang ke Zurich. Selama enam tahun Conrad Grebel telah belajar di tiga universitas yang berbeda tapi tak satu pun yang diselesaikannya.

Pada tahun 1521 Grebel dan beberapa orang temannya belajar bahasa Yunani dan Ibrani kepada Zwingli. Hubungannya dengan Zwingli menyebabkan Grebel bergaul dengan tokoh-tokoh humanisme di Swiss. Grebel hidup sebagai seorang humanis dan memainkan peranan yang penting dalam pemerintahan di Zurich. Di sini dia berkenalan dengan Felix Manz yang kemudian menjadi sahabat dekatnya.

Pada Februari 1522 ia menikah dengan wanita yang lebih rendah derajatnya. Ayahnya tidak menyetujui pernikahan itu sehingga hubungan bapak dan anak merenggang. Konflik antara ayah dan anak kemudian berusaha diredakan dengan bantuan seorang pendeta yang menjadi rekan Zwingli. Pada masa yang penuh tekanan ini, Grebel merasa mendapatkan dukungan moral dan kerohanian dari Zwingli.

Pada tahun itu juga, Grebel mengalami pertobatan dan beralih dari seorang humanis menjadi penganut Reformasi bersama dengan Zwingli. la sangat menghormati dan membela Zwingli. Hubungan yang mesra ini terhenti ketika diadakan perdebatan tentang patung dan Ekaristi pada akhir tahun 1523 di Zurich.

Pada perdebatan ini Grebel berselisih dengan Zwingli. Menurut Zwingli, keputusan tentang penghapusan patung dari dalam gereja dan perayaan Ekaristi diserahkan kepada keputusan Dewan Kota. Grebel menolak keras pendapat Zwingli tersebut. Ia menyatakan bahwa tidak perlu menyerahkannya kepada Dewan Kota karena yang berkuasa bukanlah Dewan Kota, melainkan Alkitab. Grebel mendesak Zwingli supaya imam-imam diperintahkan untuk menghapuskan praktik penyembahan berhala di sekitar Ekaristi. Ekaristi hanya dirayakan pada malam hari dengan mempergunakan roti biasa. Roti diambil dengan tangan oleh umat, bukan dengan meletakkannya di atas lidah oleh imam.

Grebel dan kawan-kawannya tidak puas dengan reformasi yang sangat lamban yang dijalankan oleh Zwingli. Grebel dan kawan-kawan menyerahkan konsep pembaruan gereja kepada Zwingli. Mereka menyatakan bahwa perlu dibentuk gereja yang organisasinya sama sekali baru, yaitu suatu gereja orang-orang beriman yang berdasarkan kebenaran Injili dan firman Allah. Ekaristi dalam gereja yang baru itu dirayakan seperti yang dirayakan oleh Paulus dan para penginjil. Disiplin Gereja Lama harus dihidupkan kembali. Imam-imam tidak boleh menerima zakat gereja, tetapi hidup dari persembahan umat dan segala sesuatu adalah milik bersama. Dalam konsep ini belum ada pikiran tentang penolakan terhadap baptisan anak dan pemutusan hubungan gereja dengan negara.

Grebel dan kawan-kawan tidak puas dengan sikap Zwingli. Pada Desember 1524 Grebel berdebat dengan Zwingli tentang baptisan anak. Mereka menolak baptisan anak karena tidak ada dasarnya di dalam Alkitab. Zwingli menolak untuk memperdebatkan pokok ini. Kelompok muda radikal yang dipelopori oleh Grebel ini lalu merasa telah dikhianati oleh Zwingli, sementara Zwingli memandang mereka bertindak gegabah dan tidak sabar dalam mengawal reformasi.

Golongan Radikal ini lalu mendirikan sebuah persekutuan dengan nama Persaudaraan dalam Kristus atau dikenal juga dengan sebutan Persaudaraan Swiss.

Pada Februari 1525 Persaudaraan Swiss berkumpul dan saling membaptis di antara mereka. Grebel dibaptis, oleh George Cajacob, kemudian George dibaptis oleh Grebel. George dan Grebel membaptiskan yang lainnya.

Para reformator radikal ini giat mempropagandakan ajaran mereka tentang penolakan baptisan ulang, Ekaristi dan penolakan terhadap hubungan gereja dengan pemerintah di seluruh Swiss. Hal ini mengakibatkan tokoh-tokoh Reformasi radikal ditangkap dan dipenjarakan.

Grebel pergi ke Schaffhausen untuk mengkhotbahkan bahwa Zwingli keliru mengenai baptisan. Baptisan yang benar adalah baptisan dewasa, bukan baptisan anak. Di sini Grebel berhasil membaptiskan Wolfgang Uhmann dengan telanjang di tengah es di Sungai Rhine. Kemudian Grebel pergi ke St. Gall dan terus ke Groningen, tempat kelahirannya. Di sini ia berkhotbah dan banyak orang yang simpati kepadanya.

Terjadilah keributan di sini. Para petani memberontak karena didorong oleh khotbah-khotbah Grebel. Grebel ditangkap dan dibawa kembali ke Zurich, namun dilepaskan kembali.

Pada November 1525 diadakan perdebatan tentang Baptisan di Dewan Kota Zurich. Pada perdebatan ini Zwingli menyatakan Persaudaraan Swiss adalah sesat. Grebel, Mantz dan Blaurock dipenjarakan, namun pada malam hari mereka dapat melarikan diri melalui jendela penjara yang tak terkunci.

Keletihan, pemenjaraan dan kesehatan yang memburuk membuat tubuh Grebel semakin melemah. Dia kemudian mencari tempat yang lebih baik untuk kesehatannya, lalu pindah ke Maienfeld, dimana menjadi tempat tinggal Grisons, kakak perempuan tertuanya. Tidak ada catatan tentang kegiatannya di kota ini. Menurut catatan singkat Kessler, (Sabbata) tak lama sesampainya di kota ini, Grebel meninggal karena wabah penyakit. Sampai sekarang tidak diketahui tanggal kematiannya dan dimana dikuburkan, tapi yang pasti pada bulan Juli 1526. Menurut catatan Neff, Grebel tidak meninggal di dalam penjara.

Sumbangsih Anabaptis bagi dunia ialah ide bahwa gereja harus terpisah dari negara. Bagi para penerusnya, termasuk gereja-gereja Mennonite dan brethren, pacifism (paham cinta damai) masih merupakan doktrin yang penting. Janggalnya, doktrin ini tidak dihiraukan oleh banyak pengikutnya. Nama Anabaptis menjadi sinonim dari "perpecahan". Para pengkhotbah Protestan yang masih baru sering diganggu oleh orang-orang Anabaptis ketika mereka berkhotbah. Beberapa kelompok radikal mereka juga memicu kerusuhan.

Selain itu Kenneth Curtis menyebutkan bahwa mereka melakukan praktik poligami dan mengklaim menerima wahyu dari Allah.

****

Mari kita bandingkan antara tulisan saya dan tulisan John Sung

1. John Sung menulis: Hal besar terjadi pada bulan April 1525, ketika Grebel membaptis sekitar 500 orang di sungai Sitter. Kejadian ini membuat Zwingli marah dan memutuskan untuk menangkapnya.

Temuan saya: Penangkapan itu bukan karena pembaptisan 500 orang melainkan karena khotbah-khotbah Grebel yang mendorong para petani untuk memberontak. Di belahan dunia mana pun, kalau ada orang yang memprovokasi pemberontakan pasti akan ditangkap.

2. Dalam judul tulisannya, John Sung menulis secara bombastis. "Tokoh-tokoh Anabaptis yg Dibunuh"

Mari kita buka kamus dan mencari definisi "dibunuh". Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia: "menghilangkan nyawa, menghabisi nyawa, melenyapkan nyawa, mematikan."

Sekarang mari kita lihat faktanya. John Sung menulis: "Di dalam penjara kondisi fisiknya semakin menurun dan penyakit yang mengerogotinya semakin parah." Itu artinya Grebel meninggal karena penyakit dan kondisi fisiknya yang menurun. Lalu siapa yang telah membunuh Grebel? Secara tersirat John sung menuduh bahwa yang Grebel dibunuh oleh kaum Protestan. Ini jelas FITNAH!! Fakta yang saya temukan menegaskan bahwa Grebel meninggal di luar penjara karena penyakit dan kelemahan tubuh.

3. John Sung mengklaim dirinya sebagai penganut aliran Anabaptis. Di dalam Anabaptis ada doktrin tentang pacifism (paham cinta damai). Tapi apa yang dilakukan oleh John Sung? Dalam posting-posting di SS ini dia menuduh gereja-gereja yang tidak sealiran dengan dirinya adalah sesat. Simak saja di sini: Kesesatan Gereja Setelah Rasul-Rasul Tiada dan Munculnya Kaum Anabaptis. Apakah tulisan itu mencerminkan sikap orang yang cinta damai? Saya meragukannya. Jangan-jangan John Sung bukan pengikut Anabaptis yang sesungguhnya. Bisa jadi dia adalah penyusup di gereja ini. Buktinya, dia kurang akurat dalam menulis tentang sejarah kaum Anabaptis ini.

 

 

Sumber:

  • Fr. F.D. Wellen, M.Th., "Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Sejarah gereja", BPK Gunung Mulia
  • A. Kenneth Curtis, "100 Peristiwa penting dalam Sejarah kristen", BPK Gunung Mulia".
  • Wikipedia
  • http://www.gameo.org/encyclopedia/contents/G7432.html