Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Feminisme: Antara Apel dan Plum

PlainBread's picture

Hari ini saya dan istri duduk di beranda, mengamati lembaran-lembaran gambar Tara Lynn, seorang foto model terkenal. Model yang terkenal bukan hanya karena kecantikannya, tapi juga karena dia berbeda dengan model-model lain.

Hari ini Tara Lynn muncul dalam sebuah majalah wanita populer, Elle, khusus di edisi yang diterbitkan di negara Perancis.

 

Sudah puas menatapnya?

Ijinkan saya melanjutkan cerita saya.

 

Perbincangan saya dan istri terseret sampai ke masa lalu, di mana saya dan dia pertama kali bertemu. Seorang gadis yang cantik, demikian pikir saya. Obrolan pertama kita sudah berisi dengan argumentasi.

"Cantik" kata saya mengomentari cover sebuah majalah yang dia beli

"Yup, orang cantik pake baju apa saja memang bakal pas. Orang jelek mau pake baju jelek pun bakal tetep jelek."

Wow. Repons yang tidak biasa dari orang yang baru pertama kali berkenalan. Biasanya komentar seperti ini diucapkan seorang wanita untuk membangun tembok buat siapa pun yang mendekatinya. Kalau banyak pria yang mencoba menghancurkan tembok-tembok tersebut dengan susah payah, saya malah terbalik. Saya terbiasa dengan meloncati tembok tanpa perlu tangan dan hati sakit.

"Kecantikan hanya sebatas kulit ari. DIbawahnya cuma daging dan tulang. Mungkin juga banyak cacing kremi." Sahut saya untuk melihat responsnya

Saya lihat matanya menatap saya sepersepuluh detik, seakan tidak percaya apa yang dia dengar. Setelah itu dia hanya tersenyum dan membuang muka. Hahaha. Di keningnya seolah ada tulisan besar-besar "He's not a typical guy."

 

 

Pembicaraan antara saya dan dia pertama kali tersebut erat kaitannya dengan feminisme. Memang tidak terlihat jelas. Tapi saya dan dia tahu bahwa kami sedang beradu jurus dan mengadu ilmu walaupun orang-orang melihat kami berdua hanya tersenyum dan terlihat mengobrol seperti biasa. Dan itu diakuinya ketika kami akhirnya resmi berpacaran.

Feminisme merupakan topik yang digandrungi banyak orang, bahkan tak jarang dikotbahkan di dalam gereja. Buat saya, feminisme hanyalah alat seperti pisau. Dipakai untuk tujuan yang benar bisa jadi berguna. Dipakai untuk tujuan yang kelliru bisa masuk penjara. Feminisme di awal sejarahnya, telah berupaya dan berhasil mengangkat harkat dan martabat wanita menjadi sama dengan pria.

Pada saat yang sama, feminisme tidak jarang menjadi feminisme yang kebablasan. Bablas dalam mempengaruhi pikiran wanita. Bablas dalam mempengaruhi cara pandang pria. Mungkin anda menolaknya, karena anda pikir feminisme tidak berarti apa-apa di dalam hidup anda. Pada kenyataannya, feminisme ada di mana-mana. Di majalah, di televisi, di koran, di internet, bahkan dalam pembicaraan sehari-hari, tanpa orang mesti menyebut-nyebut feminisme.

Seperti gambar Tara Lynn di atas.

Banyak orang yang menyayangkan kenapa seorang wanita berwajah cantik tapi bertubuh gemuk. Bahkan bisa menjadi model di sebuah majalah kelas dunia. Justru itu adalah akibat feminisme. Efek samping yang menakutkan. Feminisme yang awalnya terasa manis seperti buah apel, khasiatnya malah bisa membabi buta seperti makan buah plum, yang bisa membuat orang mencret sepanjang hari.

Bagaimana kita bisa menentukan apakah seseorang cantik atau tidak? Dari kesimetrisan wajah. Dari warna kulit yang cerah. Dari lekuk tubuh yang ditampilkan, tidak ada lemak di mana-mana. Bukankah semuanya itu hasil dari media yang selama ini membombardir masyarakat dengan standar yang mereka tawarkan? Masyarakat akhirnya percaya bahwa cantik itu yah seperti itu. Tapi sesungguhnya tidak ada definisi cantik, karena menurut kata orang,"beauty is in the eye of beholder". Cantik adalah tergantung yang melihat. Jadi kecantikan adalah relatif. Pintarnya media, mereka bisa mempengaruhi persepsi audience. Sehingga lambat laun definisi kecantikan ditentukan oleh media, bukan ditentukan oleh setiap pribadi.

 

Itulah sebabnya di awal saya katakan bahwa feminisme memmpengaruhi wanita. Karena kesamaan derajat, harkat dan martabat, wanita akhirnya bersaing antara sesamanya, untuk mendapatkan pengakuan sebagai yang terbaik. Lihat betapa banyaknya alat dan bahan kosmetik yang dijual di toko-toko. Semuanya itu ditawarkan supaya wanita bisa tampil menarik. Alat, bahan, dan aksesoris yang sangat banyak, jumlahnya jauh melebihi aksesoris pakaian yang dimiliki oleh kaum pria. Melihat kenyataan itu, media juga tidak mau kalah. Mereka menyodorkan model-model yang berkulit terang, berambut pirang, memiliki postur tinggi, dan bermata bulat dengan kelopak mata yang terbuka lebar. Puluhan tahun berikutnya, karena semakin banyak yang menyadari bahwa media mempengaruhi masyarakat dalam memandang kecantikan, pelan-pelan media berubah arah. Yang berambut hitam ditawarkan. Yang berkulit gelap ditampilkan. Yang bermata sipit juga sekarang bisa menjadi model. Yang bertubuh gemuk, bahka gendut seperti Tara Lynn, akhirnya menjadi model. Media menentukan mana yang baik dan buruk buat masyakarat, bukan sebaliknya.

Tidak berhenti sampai situ, feminisme juga membuat kaum pria mencret sepanjang hari. Mitos kecantikan wanita yang ditawarkan oleh media, dimakan habis-habisan oleh kaum pria. Lihatlah kaum pria yang mengemis cinta dari seorang wanita yang menurut banyak kaum pria adalah wanita yang cantik. Begitu menjijikkan. Menawari hadiah, menawari kebaikan semu, antar jemput setiap hari, hanya untuk bisa mendengar si wanita akhirnya bilang, "I love you."

 

Itulah yang terjadi setelah kami berdua berkenalan, dan kemudian berpacaran.

Sang pacar bertanya,"Kenapa sih kamu beda dari laki-laki kebanyakan yang terus menerus mengejar saya?"

"Beda. Karena saya pintar, dan mereka bego." Jawab saya seadanya

Dia tertawa. Anehnya, dia malah bertanya kenapa saya bilang mereka bego.

Bego, itu suatu kata yang definite. Begitu kata saya. Bego, karena saya juga dulu sama seperti mereka, mengejar cinta seorang wanita, yang akhirnya pupus begitu saja karena termakan ilusi cerita-cerita novel dan film-film murahan produksi Hollywood. Bego, karena saya pikir dengan promosi bahwa saya baik, rendah hati, paling baik sedunia, dan royal tanpa malu-malu membelikan ini itu, saya akan mendapatkan respons yang baik, bahwa saya akan balik dicintai. Ternyata kenyataan berbicara sebaliknya.

"Jadi," kata sang pacar menginterupsi,"kamu mendekati saya dengan cara tidak mendekati saya. Begitu ya?"

Saya mengangguk.

Dia tersenyum.

Sebagai seorang feminis, dia tentu tahu langkah saya tersebut adalah langkah yang pintar. Seorang wanita yang cantik tentu akan didekati oleh banyak pria. Umumnya pria akan melakukan trik yang sama: Menawarkan kebaikan semu, sampai akhirnya mendapatkan cinta dari si wanita. Kalau dengan pakai trik itu, semua toko dan mall juga menggunakan trik yang sama. Nothing new. Perilaku manusia bisa ditebak dengan mudah. Tidak butuh kepintaran untuk bisa menebak kemunafikan kaum pria yang menjijikkan. Hanya butuh seorang wanita cantik yang bisa mempelari itu semua dengan cepat.

Akhirnya timbul supply and demand di lapangan. Banyaknya pria yang mendekati (demand) timbul karena tidak banyaknya wanita yang cantik yang tersedia (supply). Cantik menurut definisi media. Cantik menurut persepsi umum. Cantik menurut opini publik. Fenomena ini merupakan salah satu efek samping dari feminisme. Inilah yang menyebabkan di jaman sekarang ini, semakin banyak orang susah dan bahkan enggan menikah. Tidak seperti jaman dulu, menikah itu mudah sekali. Hari ini ketemu, besok menikah. Lima puluh tahun kemudian sudah punya anak cucu.

"Jadi,"kata sang pacar,"Pria-pria lain yang mencoba mendekati saya terus sebenarnya cuma berlagak seperti pangeran yah, padahal aslinya mereka itu cuma pengemis. Belagak baik, padahal busuk. Belagak kaya, padahal miskin. Belagak rendah hati, padahal cuma untuk mau dipacari. Belagak mau antar-jemput, padahal cuma mau bibir untuk diseruput."

"Orang pintar adalah orang yang mau belajar" Tukas saya sambil mengusap-usap rambutnya

"Wah kalau begitu, selama ini kamu tampil seperti pengemis, padahal sebenarnya kamu adalah pangeran yang menyamar. Yang tidak pernah melakukan hal-hal istimewa untuk kekasihnya, seperti memberikan bunga, atau cincin berlian, atau kalung permata, atau sebongkah emas, karena semuanya itu disimpan setelah dia menikah dengan kekasihnya." Kata sang pacar dengan pelan sambil tersenyum. Senyum yang misterius.

Gantian saya yang tertawa.

"Kamu terlalu pintar." Kata saya sambil terus tertawa

"Kok?"

"Iya. Itu kan wishful thinking kamu aja. Gak ada juga yang mau nikah sama kamu. Apalagi kasih cincin berlian dan kalung permata." Saya tertawa lepas sambil melangkah menjauhinya

"Sialan kamu!" Teriaknya sambil melempar sendal yang dipakainya ke arah saya.

 

Sekarang kami telah menikah.

 

Feminisme sudah ada puluhan tahun. Diteriakkan orang. Dibenci orang. Bahkan tidak jarang membuat wanita menjadi misandry, dan tidak sedikit kaum pria yang anti feminisme karena dari awalnya mereka adalah misogyny. Di tengah keramaian orang-orang yang membicarakan Tara Lynn yang ada di majalah Elle, dan di tengah perdebatan orang-orang mengenai pro dan kontra feminisme, kami berdua duduk di beranda, menikmati udara senja sambil menyantap buah apel dan plum yang kami baru beli dari pasar tadi pagi.

billy chien's picture

@plainbread

anda menikah sudah berapa lama?

sudah dikarunia berapa anak?

beda berapa tahun umur anda dengan istri anda? anda sekarang umur 28th?

sekian dulu sksd nya...

__________________

Kerjakanlah Keslamatanmu dengan takut dan gentar...

smile's picture

PB : seandainya bisa melihat

kalau untuk cerita drama bagus,...difilmkan lebih bagus,...coba Mas Wawan jadi sutradaranya,...tapi kalau ini realita,....*

Saya suka dengan cerita anda,...walau dihati saya ada satu perasaam penasaran,....selain dari yang ditanyakan billy, *saya juga penasaran melihat wajah anda dan istri anda,...

Tapi bagaimana mungkin...seandainya,...

 

smile

__________________

"I love You Christ, even though sometimes I do not like Christians who do not like You include me, but because you love me, so I also love them"

PlainBread's picture

@BicHiE and SmiLe Hanya Untuk Kalangan Terbatas

Thanks buat komennya.

Usia pernikahan kami belum ada seumur jagung. Soal anak, saat ini kami belum kepikiran untuk memilikinya. Usia istri, dia 2 tahun di bawah saya.

Soal foto dan Identitas, kami berdua selalu membunyikannya di dunia internet, walaupun ada 2-3 orang di dunia maya yang sudah bertemu kami. Kenapa kami sembunyikan? Karena "hanya untuk kalangan terbatas" :) 

Sebenarnya sudah ada 1-2 orang yang bisa trackback keberadaan dan identitas kami, karena saya sering menaruh foto istri sebagai avatar saya di YM. Tapi orang2 demikian emang dari awal jadi fans saya (baca: kurang kerjaan dan nekad).

Jadi maafkan saya kalo kesannya saya sombong. Karena saya mungkin memang sombong :) Thanks lagi yah.

 

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

Rusdy's picture

Ngaku

"Jadi maafkan saya kalo kesannya saya sombong. Karena saya mungkin memang sombong :)"

Untung udah ngaku duluan, jadi lebih enak diterima di klewer tanpa diplester (digebukin sih sering). Ditambah lagi bawel...

Purnawan Kristanto's picture

Bingung

Izinkan saya untuk merasa bingung dengan konsep feminisme Anda. Saya akan merenungkan sejenak dulu isi tulisan Anda sebelum saya memberi komentar.


__________________

------------

Communicating good news in good ways

joli's picture

PDKT

Purnawan, kenapa bingung? wong Joli juga nggak ngerti apa itu feminis juga nggak bingung ;) eh kalau feminax sama nggak ya?

PB, cara PDKT nya lumayan

 

dennis santoso a.k.a nis's picture

sama tololnya dengan joli *kekekeke*

wah sama jol, gue juga ga ngerti apa itu feminisme.... kalo sekedar cara PDKT sih gue ngerti :-)

joli's picture

Nis, apa yg kamu tahu..

Dennis, enak aja, bilang sama tololnya dengan Joli

Nis, coba yang apa yg pig ngerti tentang cara PDKT (ngetest ketololan)

 

 

PlainBread's picture

@Purnawan Feminisme 3 Lipatan

Pertanyaan itu sebenarnya pertanyaan saya juga. Feminisme sudah bercampur aduk dengan segala efek sampingnya ditambah evolusinya yang panjang di dalam sejarah feminisme itu sendiri, belum ditambah dengan campur aduknya feminisme dan demokrasi dan kapitalisme.

Istri saya menyebutnya sebagai "feminisme 3 Lipatan":

1. Lipatan pertama adalah feminisme yang sebenarnya, perjuangan kaum wanita yang mendapat kesejajaran dengan kaum pria

2. Lipatan kedua adalah efek samping feminisme, yang memberikan wanita ruang besar dalam mega industri. Dunia tampak memanjakan wanita, dengan segala produk yang ditawarkan dan tidak jarang membuat wanita akhirnya menjadi superior dibandingkan pria. Pekerjaan2 yang awalnya adalah milik pria bisa dikerjakan wanita, seperti mekanik, insinyur, pilot, dll. Tapi pekerjaan2 yang hakikatnya adalah milik wanita, seperti memasak, mengurus anak, tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dikerjakan wanita.

3. Lipatan ketiga berpengaruh besar kepada kaum pria. Kaum pria menjadi lebih sensitif dan banyak yang menjadi metroseksual. Efek samping ini akibat dari efek samping yang pertama. Disamping itu telah banyak pria yang stress mencoba menaklukkan hati wanita namun tidak pernah berhasil. Pria2 yang tahu cara pdkt hanya dari film2 Holllywood atau sinetron2, menganggap kalo promosi kebaikan dirinya dan betapa dia adalah seorang pria paling baik sedunia, supaya akhirnya si wanita menjadi luluh dan mau berpacaran dengannya. Fenomena ini jarang ditemukan sebelum adanya feminisme. Seperti yang saya singgung di cerita saya di atas, pria2 yang saya katakan sebagai pria2 yang bego.

Mungkin ada yang Purnawan bisa tambahkan atau koreksi. Thanks.

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

agamaitucandu's picture

@PB

No2 terjadi karena  komodifikasi.

No3 terjadi karena proses yang disebut mediasi.

Loe nikah ma feminis sayap kiri ya? 

__________________

.

PlainBread's picture

@AIC Thanks

Thanks buat inputnya.

Hehehe. Begitu dia baca soal elu bilang dia feminis sayap kiri, dia senyum2 aja.

Buat gue sih kiri kanan itu tergantung yang ngeliat. Kiri di gue kan kanannya elu kalo elu sama gue berhadapan :)

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

ronggowarsito's picture

@PB, feminist tak berdaya di rumah mertua

Di rumah, isteri saya adalah seorang feminist.
Tapi di rumah orangtua saya feminismenya hilang, karena dia yang harus selalu membuatkan kopi untuk saya.
Hehehe...

salam hangat,
rong2

__________________

salam hangat,
rong2

KEN's picture

Ada benarnya juga sih...

Kalau semua pria menikah sama wanita cantik, wanita jeleknya ditaruh ke mana yah?

Kalau semua wanita menikah sama pria ganteng, pria jeleknya ditaruh ke mana juga?

PlainBread's picture

@Ken Dekonstruksi Persepsi

Makanya hancurkan dulu persepsi umum soal cantik dan ganteng, supaya semua dapat bagian :)

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

M23's picture

@PB: Dekontruksi Persepsi Feminisme

Makanya hancurkan dulu persepsi umum soal cantik dan ganteng, supaya semua dapat bagian :)

kesimpulannya: muka boleh kayak setan, yang penting rasanya kayak ketan

permisi OOT ya PB.

 

Tuhan aku percaya; tolonglah aku yang tidak percaya ini.

bennylin's picture

bicara ideal

Idealnya setelah menikah semua pria/wanita lainnya jadi jelek, bukan

Sudah berapa jam Anda duduk memandangi saya? Sana, gih, jalan-jalan dulu mendinginkan mata dan kepala. Blogging dapat menyebabkan mata sakit, kepala pusing, dan punggung pegal. Jika sakit berlanjut, jangan hubungi admin!

paulwekwek's picture

trik PB ajah..

daripada ga kbagian yg cantik, ya blajar trik PB yg diatas ajah.. asoy tuh..wkwkkw 

Bless all of Us..

__________________

Bless all of Us..

tonypaulo's picture

@PB bagian ini sungguh memberkati

"Iya. Itu kan wishful thinking kamu aja. Gak ada juga yang mau nikah sama kamu. Apalagi kasih cincin berlian dan kalung permata." Saya tertawa lepas sambil melangkah menjauhinya

"Sialan kamu!" Teriaknya sambil melempar sendal yang dipakainya ke arah saya.

Sekarang kami telah menikah.

bagian ini indah dan jujur, @tonypaulo suka

kalau mengenai feminisme....dalam batasan tertentu di kukungan budaya patrenialis, mari kita dukung untuk maju terus

seperti tolak pologami, kawin kontrak, atau UU pornografi yang menjadikan wanita sebagai objek materi hukum

hanya yang artifisial atau kosmetikal belaka, perlu dikebaskan dari esensi perjuangan kaum feminisme

 

GBU

PlainBread's picture

@Tony

"Iya. Itu kan wishful thinking kamu aja. Gak ada juga yang mau nikah sama kamu. Apalagi kasih cincin berlian dan kalung permata." Saya tertawa lepas sambil melangkah menjauhinya

"Sialan kamu!" Teriaknya sambil melempar sendal yang dipakainya ke arah saya.

Sekarang kami telah menikah.

bagian ini indah dan jujur, @tonypaulo suka

Thanks.

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

hai hai's picture

@Ken, Iis Tidak Cantik

Ken, Iis (ini istri saya) tidak cantik. Dia lumayan sexi namun tidak cantik. Bila mau jujur, di antara semua wanita yang saya kenal dan MAU saya nikahi, Iis tidak masuk TOP TEN. NB: tolong jangan kasih tahu Iis, nanti dia ngamuk!

Namun saya menikahinya dengan sukarela, sehat jasmani dan sehat rohani. Bila anda bertanya, "Kenapa saya MEMILIH dan MENIKAHI Iis?" Maka saya bisa memberi anda 100 alasan lebih. Namun, bila anda mengizinkan saya untuk menjawab dengan jujur, maka saya akan jujur. Saya melamar lalu menikahi Iis karena saya mencintainya. Saya memang membandingkannya dengan semua wanita yang saya kenal dan mau saya nikahi, namun saya menikahi Iis bukan karena dia yang paling cantik atau yang paling masuk kategori, namun karena saya mencintainya.

Saya pernah menjalani kehidupan rumah tangga dengan BERHITUNG, Iis sama sekali tidak MASUK hitungan. Itu sebabnya saya lalu mulai dari AWAL lagi. Itu sebabnya saya memahaminya.

CINTA itu tidak FAIR, bila mau FAIR, jangan bercinta, DAGANG saja.

Kesadaran itulah yang menyelamatkan pernikahan kami. Kesadaran itulah yang membuat kehidupan rumah tangga kami penuh warna dan INDAH.

Semua lelaki suka wanita cantik dan sexi namun untuk menjadikannya istri, lain lagi ceritanya.

Bagaimana dengan Iis? Saya tahu pasti, di dalam daftar TOP TEN-nya, nama saya sama sekali tidak ada. Kenapa dia menikahi saya walaupun lelaki TOP TEN-nya ingin menikahinya? CINTA! silahkan menambahinya dengan JODOH! Namun, itu tidak mengubah kenyataan,

CINTA itu tidak FAIR, bila mau FAIR, jangan bercinta, DAGANG saja.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

billy chien's picture

@hai - gue suka pion ini...

Semua lelaki suka wanita cantik dan sexi namun untuk menjadikannya istri, lain lagi ceritanya.

 

  kata upin ipin "betul...betul...betul..."

__________________

Kerjakanlah Keslamatanmu dengan takut dan gentar...

esti's picture

@Hai-hai...kalo dagang fair apa nggak rugi ?

Hai-hai menulis,

CINTA itu tidak FAIR, bila mau FAIR, jangan bercinta, DAGANG saja.

aku suka statement yang ini,.... iya sih makanya banyak yang masuk perangkap

..... lalu menyesali diri....

 

@PlainBread....salam kenal ya...

he..he..he....berarti anda termasuk pria yang cerdik ya, bisa menaklukkan hati wanita tanpa melakukan hal-hal yang bego, padahal sebagian besar wanita yang normal sangat senang lho sama pria yang mau melakukan hal-hal bego...."...

Selamat ya anda menemukan wanita yang sangat specific"

 

 

Salam"

hai hai's picture

@Esti, Kalimat Itu

Mbak esti, kemana aja? Mani kangen oiiii!

Memahami kalimat tesebutlah yang membuat kehidupan rumah tangga kami luar biasa.

CINTA itu tidak FAIR, bila mau FAIR, jangan bercinta, DAGANG saja.

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

minmerry's picture

Lho, kog...

Kog... rada mirip yah?

(Ga pa pa. Ga penting banget. Silakan abaikan comment ini, ^^)

 

logo min kecil

__________________

logo min kecil

dReamZ's picture

ikutan yah...

gw jg ngefans ma plain hihihi...pic istrina plain pena liat di ym se, istrina plain cakep n seksey

niwei, imo, gw ngeliat gerakan feminist pada dasarnya mirip2 ama gerakan para minoritas laenna. Ngerasa kl pandangan ato standard yg ada di society skrang kaga bner n ngerugiin mreka, kyak stereotype kale ya. N akhirnya mreka fight back n nuntut persamaan hak.

Cuma, sayangnya se kalo slama ini feminist berjuang ntuk nentang yg namanya subjection n degradation, ironik banget klo akhirnaya malah jatuh jg ke subjection n degradation yg laen ke pandangan/standard yg dipake ma org2 kebanyakan, kyak misalna standard kecantikan. Mpe ada kan 2 model yg besodara mpe mati karna diet abiz2an, lupa gw namanya hehehe...karna mereka anggap kl yg ideal itu kurus..

Tapi yg lebih ironik, walu gw jg pengagum feminist tapi gw jg kdang masi suka terjebak ma standard kecantikan yg ada hihihihi..... Abiz idung gw pesek se, kan slama ini yg di blg cakep itu kl punya idung mancung, dulu gw sempet mala mikir mo operasi huehee...

nyambung ga ya

PlainBread's picture

Welcome DreamZ

Gue masih inget waktu itu elu ngajak gue untuk gabung ke Forum Kristen, yang dengan berati hati gue tolak dengan halus karena gue rasa gue udah gak tertarik lagi diskusi topik2 kekristenan yang buat gue umumnya udah basi.

Gak taunya malah ketemu di sini :) Sorry DreamZ kalo gue lebih memilih masuk ke sini daripada ke sana.

Soal yg mati karena diet itu, si Eliana sama Luisel Ramos ya, model dari Uruguay? Iya kasian tuh.

Kalo soal persepsi kecantikan emang susaah lepasnya. Karena dari kecil sampe sekarang kita udah dicekokin sama hal2 kaya gitu. Jadi hidung mancung, kulit cerah, mata besar, wajah simetris, postur tinggi, leher jenjang, udah jadi stigma atau paradigma umum soal cakep, baik itu cewek maupun cowok.

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God

dReamZ's picture

@plain

gpp dunk, kan gw jd bisa dibelain ma plain disini jg *laq koq pede* hihihi...

maap2 jd oot

Purnawan Kristanto's picture

Share dikit tentang Feminisme

Dear PB,

Setelah saya membaca tulisan Anda dengan pelan-pelan, saya baru menangkap kata kunci yang menjadi ciri khas kaum feminis yaitu: Dekonstruksi makna.

Hal itu pernah saya alami sekitar 10 tahun yang lalu ketika saya nyantrik pada seorang aktivis teolog-feminist pertama di Asia. Pola pikiran saya dibongkar habis-habisan, kemudian direkosntruksi ulang sehingga saya mengalami "pertobatan" dan "lahir baru."

Aktivis feminis ini telag mencelikkan mata saya dengan menunjukkan berbagai ketidakadilan yang dialami oleh kaum perempuan. Setelah dianalisis, akar penyebab dari ketidakadilan tersebut adalah budaya patriarki dan idelogi gender.

Pengertian gender dapat dimengerti sebagai berikut: Manusia itu dilahirkan dan dididik sebagai perempuan dan laki-laki. Tujuan pendidikan itu supaya kelak mereka menjadi seorang perempuan dan laki-laki seutuhnya. Mereka dididik bagaimana cara bersikap, berperilaku, berperanan, dan melakukan pekerjaan yang sepantasnya sebagai perempuan dan sebagai laki-laki. Mereka dididik bagaimana harus berelasi, tugas mereka mulai dibedakan, dan sebagainya. Akibatnya mereka mempunyai identitas peranan berdasarkan gender. Misalnya, kalau pekerjaan kasar itu tugas laki-laki, kalau tugas yang halus itu pekerjaan perempuan.  Laki-laki itu boleh tertawa terbahak-bahak, kalau perempuan itu hanya boleh tersenyum.

Pembagian peran ini merupakan hasil dari konstruksi sosial. Namun dalam perkembangannya, pembagian peran ini menjadi sebuah ideologi yaitu keyakinan yang sistemik yang susah diubah lagi. Lebih jauh lagi, peran gender ini kemudian dibakukan menjadi sebuah kodrat. 

Misalnya, ada anggapan bahwa kodrat laki-laki adalah menjadi pencari nafkah utama. Sedangkan perempuan hanya membantu menambah penghasilan keluarga. Perbedaan gender ini kemudian menghasilkan  ketidakadilan. Meski bekerja dengan jam kerja yang sama dan beban pekerjaan yang sama, namun gaji karyawan perempuan lebih rendah dari gaji karyawan laki-laki. Alasannya, karyawan perempuan itu hanya mencari penghasilan tambahan. Dia sudah mendapat penghasilan dari suaminya. Dalam paradigma yang sama, terjadi juga perbedaan dalam pemberian tunjangan. Karyawan laki-laki mendapat tunjangan untuk isteri dan anak-anak, sedangkan karyawan perempuan tidak mendapat tunjangan. Alasannya, dia sudah mendapat tunjangan dari suaminya. Faktanya, kadang-kadang pihak perempuan justru yang menjadi penyokong utama.

Pembagian peran yang timpang ditetapkan oleh masyarakat yang patriarkat. Dalam masyarakat yang patriarkat, kelompok laki-laki menempati posisi tertinggi. Sedangkan perempuan dan anak-anak adalah warga kelas dua.

Budaya patriarki ini telah menghasilkan berbagai “turunan” dalam berbagai sistem kemasyarakatan yang menghasilkan ketidakadilan. Budaya patriarki telah menempatkan perempuan sebagai subordinat dari laki-laki. Turunan dari budaya patriarki juga berupa feodalisme yang menghasilkan relasi tuan-budak. Turunan berikutnya adalah kapitalisme yang menghasilkan relasi pemilik-modal-buruh. Ada juga militerisme yang menghasilkan dikotomi bersenjata-tidak bersenjata. Semua relasi tersebut dibangun di atas dasar hubungan kekuasaan sehingga menghasilkan berbagai ketidakadilan.

Inilah yang menjadi alasan bagi kaum feminis untuk menggugat ketidakadilan. Yang perlu diketahui bahwa gerakan feminis itu tidak bersifat monolitik. Sebagaimana kekristenan, gerakan perempuan juga terbag--bagi dalam berbagai aliran. Bedanya, dalam pemikiran feminisme tidak ada label "sesat", "haram", "tidak kepenuhan Roh", "anak Iblis" atau "bidat" terhadap  aliran lain.

Walalupun  ada banyak  namun semua teori menjelaskan tentang penindasan terhadap perempuan, menerangkan sebab dan akibatnya, dan strategi pembebasannya. Rosemarie Tong membuat perbandingan antara berbagai aliran teori feminis.

1. Feminisme Liberal

Akar pemikirannya muncul dari pengalaman perempuan yang secara pribadi tidak bebas menentukan hidupnya. Pemikiran itu dimulai dari hidup dalam keluarga pribadi perempuan, hidup yang tergantung kepada bapak, paman, abang, suami dan atau laki-laki yang lain. Bahkan negara juga mengontrol setiap pribadi perempuan. Dengan dalih “perlindungan” perempuan tidak bebas secara individu.

Feminisme Liberal muncul pada abad ke-18, gerakannya menuntut persamaan pendidikan bagi perempuan dan laki-laki. Dasar pemikirannya, perempuan tidak tahu hak-haknya di bidang hukum karena pendidikan mereka rendah. Maka asumsinya, apabila pendidikan perempuan meningkat, dengan sendirinya mereka akan mudah diajak untuk menyadari hak-haknya. Gerakan feminisme ini berkembang, dan pada abad ke-19 mulai memperpanjangkan haknya sebagai warga negara dan haknya di bidang ekonomi. Mereka menuntut persamaan kesempatan bagi perempuan dan laki-laki. Pada abad ke-20 berkembang dari tuntutan perlakuan yang sama terhadap perempuan dan laki-laki, menjadi tuntutan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan. Tokoh-tokoh feminis liberal ini antara lain : Betty Friedan, Zillah Einstain, Elizabeth Holtzman, Bella Abzug, Eleanor Smeal, Pat Schroeder dan Patsy Mink. Gerakannya adalah membentuk jaringan organisasi perempuan guna mengubah sistem masyarakat yang mengikat perempuan.

Ada beberapa kritik yang ditujukan kepada aliran feminisme ini, antara lain:

Cenderung menerima nilai-nilai maskulin sebagai nilai manusia, sehingga gerakannya mengarah kepada emansipasi.

Cenderung membentuk manusia individualis, padahal kenyataannya di dalam masyarakat manusia hidup berkelompok.

Mempunyai pemikiran dualistik, kebebasan individu, dan bertindak rasional.

 

2. Feminisme Radikal

Tokoh aliran ini antara lain Alison Jaggar dan Paula Rothenberg, pernah menyatakan bahwa perempuan berada di tempat penindasan yang paling bawah. Situasi ini digambarkan sebagai berikut:

Perempuan dalam sejarah digambarkan sebagai kelompok masyarakat yang pertama tertindas.

Penindasan terhadap perempuan tersebar luas ke berbagai aspek kehidupan sosial.

Penindasan terhadap perempuan adalah yang paling dalam dan tidak dapat digeser oleh kelompok sosial lain.

Penindasan perempuan menyebabkan penderitaan bagi korban, secara kuantitatif dan kualitatif, walaupun penderitaan ini tidak selalu diakui dan disadari baik oleh pelaku atau oleh korban.

Penindasan perempuan merupakan konsep model untuk mengetahui bentuk penindasan yang lain.

Kaum Feminis Radikal berfokus pada permasalahan fungsi reproduksi dan fungsi ibu. Pandangannya adalah bahwa sistem masyarakat membuat laki-laki mengontrol tubuh perempuan. Konstruksi seksual bagi perempuan disesuaikan dengan kebutuhan, keinginan, dan keuntungan laki-laki. Feminisme ini mengkritik sistem budaya patriarki yang digunakan kaum laki-laki untuk mengontrol perempuan melalui lembaga keluarga.

 

3. Feminisme Marxist

Teori feminisme ini didasarkan pada histories materialism (materialisme sejarah) yang mengatakan bahwa pada hakikatnya manusia itu menciptakan dirinya sendiri. Perempuan dan laki-laki membuat dirinya sendiri secara individu. Dalam kehidupan sosial manusia mengerjakan pekerjaan produksi dan reproduksi, sama antara laki-laki dan perempuan. Produksi tidak hanya berarti benda dan jasa, tetapi melahirkan dan memelihara anak juga merupakan aktivitas produksi dari potensi manusia (SDM). Feminisme Marxist percaya bahwa keadaan sosial ditentukan secara sadar. Pekerjaan perempuan yang tidak diperhitungkan secara ekonomis, merupakan fokus perjuangan kaum feminis Marxist. Perempuan secara sistematis dikontrol di bidang ekonomi, sosial, dan politik. Kekayaan pribadi perempuan pun dikontrol oleh negara (hak milik atas tanah harus atas nama laki-laki).

 

4. Feminisme Sosialis

Teori ini merupakan usaha untuk menggabungkan teori feminisme marxis, teori feminisme radikal, dan psikoanalitik. Pendekatan teori ini menggambarkan penindasan terhadap perempuan melalui cara lain. Sistem budaya patriarki dan sistem kapitalisme membentuk relasi timpang secara terpadu. Dimulai dari keluarga, istri dianggap “milik suami”. Di ranah publik perempuan juga dikuasai laki-laki, yang diperkuat oleh asumsi bahwa pemilik modal yang menjadi penguasa di ranah ekonomi/industri. Juliet Michell mendekati pandangan tradisional tentang perempuan yang dikaitkan dengan modal, perempuan sebagai faktor produksi yang mempunyai fungsi reproduksi pula. Tetapi fungsi reproduksi ini justru dianggap tidak produktif. Juliet menyarankan bahwa posisi perempuan ditentukan berdasarkan fungsi produksi dan reproduksi secara terpadu. Heidi Hartmann lebih menekankan bahwa sistem patriarkis bekerja dalam bidang materi/ekonomi, tidak di bidang psikologis. Dominasi laki-laki sangat nyata terhadap ekonomi, karena mereka yang dianggap pencari nafkah. Situasi ini dikuatkan oleh sosialisasi melalui adat dan budaya. Analisis dari teori ini melahirkan analisis gender yang menambah keterpaduan analisis sistem budaya patriarki dan sistem kapitalis.

Kritik yang disampaikan kepada aliran feminis ini antara lain:

Adanya keterbatasan dalam melaksanakan pembagian kerja yang berwawasan gender.

Penyatuan pandangan atau pengertian konsep mengenai alienation, oppressive, dominance, yang mempengaruhi relasi antar-manusia sukar dilakukan, sebab sudah membantu.

 

5.  Feminisme Psikoanalitik

Teori feminisme ini berasal dari teori Sigmund Freud yang mengatakan perempuan adalah makhluk yang tidak lengkap (= tidak normal). Perempuan merasa dirinya inferior karena cemburu tidak mempunyai penis (penis envy). Perkembangan manusia selanjutnya merupakan kelanjutan dari perkembangan seks secara biologis. Gender merupakan hasil pendewasaan seks. Oleh karena pengalaman seksual secara biologis lain, maka proses kedewasaannya juga berbeda. Teori Psikoanalitik ini mencampuradukkan yang biologis dan sosiologis dan dianalisis secara psikologis. Feminisme psikoanalitik menolak teori Freud tentang penentuan biologis manusia sebagai dasar perbedaan seks. Kenyataan biologis perempuan hanyalah mengandung dan melahirkan bayi, selanjutnya bukan hanya tugas perempuan. Tokoh aliran ini, Karen Horney, mengemukakan peran lingkungan sosial yang membentuk seseorang. Clara Thompson menambahkan bahwa perkembangan seseorang tidak hanya dipengaruhi biologisnya, tetapi juga lingkungan sosial. Dorothy Dinnerstein dan Nancy Chodorow memfokuskan analisisnya pada waktu bayi masih melekat pada ibunya, pada waktu itu merupakan kunci untuk mengetahui bagaimana seks dan gender terbentuk dalam diri pribadi bayi tersebut. Perlu dianalisis, mengapa terjadi selalu dominasi laki-laki.

Kritik juga dapat disampaikan kepada aliran ini, di antara lain:

Analisisnya terbatas dalam keluarga, padahal paradigma keluarga bermacam-macam: kapitalis, nuclear, extended, putih, heterosexual, lesbian, dsb.

Perempuan dan laki-laki mempunyai konsep moral yang berbeda, teori ini hanya menggunakan asumsi konsep moral perempuan.

Konsep Oedipus kompleks membutuhkan definisi ulang.

 

evolution

 

 


__________________

------------

Communicating good news in good ways

dReamZ's picture

yg no 5 mnarik ntuk dibahas

yg no 5 mnarik ntuk dibahas *laq* hihihi...

niwei ma kaci buat inpo na, bagus n lengkap..

mm gw rada pnsaran dikit ma yg ini:

Hal itu pernah saya alami sekitar 10 tahun yang lalu ketika saya nyantrik pada seorang aktivis teolog-feminist pertama di Asia. Pola pikiran saya dibongkar habis-habisan, kemudian direkosntruksi ulang sehingga saya mengalami "pertobatan" dan "lahir baru."

mang dulunya mikirnya gmana sbelun brubah?

 

,,,,,,,,,,,,

(niwei gmana caranya buat kuot ya disini ya hehehe...)

Purnawan Kristanto's picture

Mikirnya dulu ya belum

Mikirnya dulu ya belum memiliki perspektif feminis.  Saya langsung ceritakan pengalaman saya saja ya:

1. Suatu kali kami pulang malam-malam setelah mengadakan pelatihan pengorganisasian di sebuah desa. Dalam perjalanan pulang, kami berpapasan dengan buruh--buruh perempuan yang pulang kerja sehabis shift malam. Saya menyeletuk: "Kasihan ya, perempuan itu harus pulang malam-malam." Kelihatannya saya punya pikiran luhur 'kan? Tiba-tiba teman saya ini menyeletuk. "Apa salahnya kerja malam hari?"

Kami lalu berdiskusi. Saat itu saya masih punya paradigma bahwa malam itu jahat dan siang itu baik. Perempuan yang keluar dan bekerja pada malam hari itu bukan perempuan baik-baik. Perempuan itu sebaiknya kerja siang saja supaya tidak mengalami kejahatan [Bukankah ini mirip dengan pikiran orang yang tidak suka perempuan berpakaian rok mini? "Jangan pakai rok mini supaya jangan mengundang kejahatan."].

Lewat peristiwa ini, saya diajari untuk tidak melulu berpkirian dikotomis-diametral. Dalam isu-isu tertentu, saya mulai diajak untuk tidak berpikir hitam-putih, salah-benar, baik-buruk, dll.

2. Dalam menulis, teman saya ini mengkritik pilihan kata-kata saya yang menurutnya bernapas "militeristik."  Dia menyarankan supaya berhati-hati dalam menggunakan kata "harus begini"; "wajib begitu"; "tidak boleh melakukan ini." Itu bukan berarti bahwa kata itu haram sepenuhnya, namun dalam topik-topik tertentu, penggunaan kata dalam menulis ternyata juga dapat "menindas" orang lain dan menciptakan ketidak-adilan. Mau tahu contohnya? Lihat saja komentar-komentar pada tulisan-tulisan yang "populer" di sini.

3. Karena pernah menjadi Komisioner di Komnas Perempuan, dia menunjukkan fakta-fakta tentang ketidakadilan terhadap perempuan. Misalnya, penindasan terhadap perempuan pada daerah konfilik. Misalnya yang terjadi di Aceh pada masa DOM; atau terhadap perempuan Timor Leste pada masa pendudukan Indonesia. Dia juga membuang selumbar di mata saya tentang ketidakdilan yang ada di depan mata saya. Misalnya tentang gerakan KB, PKK, Darma Wanita, dll. Itu pun belum terhitung kekerasan domestik, pelecehan di tempat publik, diskriminasi, dan masih ada banyak lagi.......

Yang membuat saya harus mengelus dada, terhadap semua isu ini, perhatian orang Kristen Protestan kurang banyak. Sepanjang saya beraktivitas di ladang  kemanusiaan ini, kebanyakan yang saya temui adalah orang Muslim dan Kristen Katolik. Orang Kristen mungkin terlalu sibuk menyelamatkan jiwa dan melakukan pujian-penyembahan.


__________________

------------

Communicating good news in good ways

dReamZ's picture

Purnawan, thanks yah dah mo

Purnawan, thanks yah dah mo jwb. Gw suka ma tulisan loe *laq* hehehe..

Gw sbg cewe, malah suka ga sadar loq bbrapa hal yg lo tulis kl itu uda "ketidak adilan" ...

Niwei yg paling akhir itu, iyah sih mang, yg gw liat jg gitu. Bbrapa org2 yg gw kagumin, yg atheist/agnostic, mreka paling pduli banget ama issue2 yg berhubungan ama kemanusiaan.

Hubungin di kristen sendiri, klo ngeliat isi Alkitab sendiri bknna patriarki bgt ya? Apalagi yg Paulus blg kl cewe kaga bole terlibat n punya hak suara (gt ya kl ga salah cmiiw), mpe blg spti cowo patuh ke Tuhan, jg gt cewe ke cowo. Trus yg gw baca jg kl di jaman early christian, bapa2 gereja sendiri punya penafsiran Alkitab dr yg kejadian Adam & Eve, kl cewe itu ga bisa dipercaya n gampang bgt dipengaruhi, jd cewe jgn pna dikasih tugas/fungsi di gereja ato society. Trus yg cewe "diduain" kl ga bs punya anak, n kejadian sodom gomora, yg Lot mo "nyerahin" anak cewenya demi tamunya.

Nah, kl ngeliat itu smua, mnurut lo gmna sih feminism di kristen sendiri, apa ga kyakna rada ga sejalan ma yg dikristen ya?

n yang laen *laq banyak ne nanya2 na hehehe sorry*, gw slalu penasaran ama role/fungsi cowo & cewe dalam hubungan suami istri. Speti yg lo dah singgung sbelunna, kl yg ada kebanyakan kan kl cewe (istri) yg hrs masak, jaga anak, bersih2. Kl misalna cewe minta persamaan hak, karna jaman skrang kebanyak cowo n cewe sama2 kerja, apa lo sbg cowo keberatan ga kl yg namanya masak, jaga anak, ato apa gt, bkn hanya cewe aja yg ngerjain tp cowo jg ikut (gantian) ngelakuin itu? *penasaran* heheh..

Purnawan Kristanto's picture

@dReamZ

 

Hubungin di kristen sendiri, klo ngeliat isi Alkitab sendiri bknna patriarki bgt ya?

Kitab yang mana dulu? Kitab Ester, menurut saya sih budaya patriarkhinya tidak begitu kental. Kitab Kidung Agung juga menempatkan perempuan secara baik. Akan tetapi surat-surat apostolik memang perlu dikaji dengan kritis. Beberapa teolog perempuan berusaha menafsir ulang tentang pemahaman kitab-kitab tersebut tentang perempuan, namun saya tidak punya kapasitas untuk menjabarkannya di sini.

Nah, kl ngeliat itu smua, mnurut lo gmna sih feminism di kristen sendiri, apa ga kyakna rada ga sejalan ma yg dikristen ya?

Kalau feminisme disebut nggak sejalan dan nggak alkitabiah maka saya akan keluar dari kekristenan. Inti dari gerakan feminisme adalah melawan ketidak-adilan. Kalau gereja menentang gerakan ini, itu berarti gereja turut melestarikan atau setidaknya merestui ketidak-adilan itu. Soal rumusan feminisme kristen itu seperti apa, itu bisa jadi diskusi panjang karena memang ada banyak aliran tentang feminisme itu sendiri. Namun gereja tidak perlu bersikap resisten dan mencurigai gerakan ini.

Speti yg lo dah singgung sbelunna, kl yg ada kebanyakan kan kl cewe (istri) yg hrs masak, jaga anak, bersih2. Kl misalna cewe minta persamaan hak, karna jaman skrang kebanyak cowo n cewe sama2 kerja, apa lo sbg cowo keberatan ga kl yg namanya masak, jaga anak, ato apa gt, bkn hanya cewe aja yg ngerjain tp cowo jg ikut (gantian) ngelakuin itu? *penasaran* heheh..

Itu yang disebut beban ganda perempuan. Karena tuntutan ekonomi, maka tidak sedikit pasangan suami-isteri sama-sama bekerja di luar. Ini tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah kemudian adalah siapa yang mengurusi pekerjaan domestik [rumah tangga]. Karena secara tradisional sektor domestik itu dibebankan pada perempuan, maka setelah bekerja seharian maka sang isteri/ibu masih harus mengurusi pekerjaan domestik. Sementara itu, sang suami yang tidak terbiasa melakukan pekerjaan dometik, tidak mau ikut membantu istri mengerjakan tugas domestik. Penyebabnya bisa karena tidak terbiasa, merasa gengsi, malu atau memang malas. Hal ini yang kemudian menciptakan ketidakadilan terhadap perempuan.

 


__________________

------------

Communicating good news in good ways

dReamZ's picture

mas Purna siip de... gw

mas Purna siip de...

gw paling suka ma yg ini ne (yg di underline):

Kalau feminisme disebut nggak sejalan dan nggak alkitabiah maka saya akan keluar dari kekristenan. Inti dari gerakan feminisme adalah melawan ketidak-adilan. Kalau gereja menentang gerakan ini, itu berarti gereja turut melestarikan atau setidaknya merestui ketidak-adilan itu. Soal rumusan feminisme kristen itu seperti apa, itu bisa jadi diskusi panjang karena memang ada banyak aliran tentang feminisme itu sendiri. Namun gereja tidak perlu bersikap resisten dan mencurigai gerakan ini.

gw paling kagum deh ma org yg slalu brusaha ntuk objektif  so ada 2 org ne yg gw suka tulisanna di forum ini (lo n plain) *laq paan se hihihi*

gw byk ga tau ttg isi Alkitab sendiri, byk binun na. Kdg gw hanya suka baca2 gmana pandangan2 org ttg penafsiran isi Alkitab, n gmana implikasi dr pandangan itu. Yg gw liat si, rada serem bgt kl org dah claim penafsiran dia sbg "kehendak Tuhan" n kdang mala ketidak-adilan itu yg muncul. Misalna yg gw baca ttg witch-hunt yg di europe n amrik dulu. Mala gereja make ayat2 Alkitab ntuk dukung. Yg gw baca se mala korbannya kebanyakan cewe n anak2. Mang se jaman skrang rada kaga separah jaman dulu, tp ms aja ada kan pandangan2 yg dapet pembenaran dr Alkitab jg ttg cewe.. bete kdg gw dengerna  *laq koq jd curhat* ahahaha...

niwei ma kaci ya...

Purnawan Kristanto's picture

Sri Muryan Abednego (Tokoh Wanita Kristen Indonesia)

Saya yakin tidak banyak yang tahu tentang perempuan yang satu ini. Namanya Sri Muryan Abednego. Dia adalah aktivis perempuan yang membidani lembaga yang menerbitkan koran bernuansa kristiani seperti "Sinar Harapan" [almarhum], "Mutiara" [almarhum], "Suara Pembaruan" [sayangnya sudah diserobot JR], dan radio Pelita Kasih.

 

Sri Muryan Abednego mulai berorganisasi dengan mendaftarkan diri menjadi anggota Jong Java, ia menjadi anggota khusus untuk wanitanya yang disebut Meisjeskring. Ia juga aktif di Kepanduan yang waktu itu disebut Padvinderij (sekarang namanya Pramuka). Setelah aktif selama satu tahun di Jong Java ia dipercaya untuk menjadi Ketua Maeijeskring Jong Java. Dengan jabatan ini ia sering memberikan pidato sambutan dalam acara-acara tersebut. Bahkan pada acara Kongres Perempuan IndonesiaI, yang diadakan di Jayadipuran Yogyakarta tanggal 22 Desember 1928 ia hadir. Waktu itu sebagai Pandu Jong Java yang mendapat tugas keamanan. Ia turut mendengarkan pidato-pidato di acara kongres tersebut dan ia sangat mengaguminya. Dari situ ia sadar bahwa telah terjadi kepincangan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupannya yang harus diperbaiki sehingga adil, bukan hanya untuk laki-laki, namun juga bagi perempuan.Setelah menikah, selain mengajar Sri Muryan aktif di organisasi perempuan seperti PWKI (Persatuan Wanita Kristen Indonesia), KOWANI, badan-badan sosial gerejawi seperti panti asuhan dan rumah-rumah bersalin. Dalam kongres PWKI di Tomohon, Sulawesi Utara tahun 1956 ia terpilih sebagai Ketua Umum PWKI. Setelah pensiun sebagai guru, terdorong oleh cita-citanya untuk mencerdaskan bangsa pada umumnya dan perempuan pada khususnya maka ia dengan beberapa ibu lainnya mendirikan Yayasan Penabur dan bekerja sama dengan P.T Sinar Kasih, menerbitkan majalah Mutiara, suatu majalah bulanan untuk perempuan. Tujuh tahun ia bekerja dalam penerbitan tersebut, dan setelah masa peremajaan ia pun memutuskan untuk pensiun.

 

Setelah pensiun dan usianya semakin lanjut, ia tetap melakukan aktivitasnya dalam berorganisasi. Ia aktif di PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia), yaitu organisasi bagi para perempuan lanjut usia yang selama ini dianggap jompo, tidak berguna, rewel, penyakitan, dan sebagainya. Lewat PWRI inilah ia dan teman-teman sesama lanjut usia ikut memikirkan dan memperjuangkan nasib kaum tua. Kegembiraan dan kesibukannya sehari-hari menambah kegairahan hidup, menahan proses kepikunan, dan membuat orang-orang tua usia lanjut tidak cepat sakit. Ya… sampai tua ia berjanji tidak akan pernah mengabaikan setiap kesempatan dan kemungkinan untuk terus memperjuangkan sesama kaum perempuan terutama dalam bidang pembangunan dan pendidikan.

 

Sumber: Majalah Semai /IV/April 2004.

 

__________________

------------

Communicating good news in good ways

joli's picture

@cowok, jawab dg jujur ya..

 

Sudah puas menatapnya?

Mau nanya neh? bila siang-siang melihat phose beginian, apa yang terpikir di otak para cowok?  Joli nanya di siang, karena kata dennis pig, kalau malam dan gelap-gelapan gak ada beda-na

ni pertanyaan serius.. pengin tahu yang sebenarnya..

billy chien's picture

@joli- biasa aja tuh

may be karena dia gendut... meski cantik ke apa pun tetep ada minus nya.....

coba kalo gambar ini....

 

meski dia aslinya cowo yang transgender .... kalo ga teliti para cowo bisa mimisan huahahahahahahah

__________________

Kerjakanlah Keslamatanmu dengan takut dan gentar...

Ari_Thok's picture

Korban Media

Karena masih ada efek korban media dan paradigma, wajah oke, tapi badan terlalu gendut (kurusin dikit donk :p), jadi ya minus :p Tapi misalnya karena masa kehamilan dan sesudah kehamilan ya diterima karena wajar :p

*yuk comment tapi jangan nyampah*


*yuk ngeblog tapi jangan nyampah*

__________________

*yuk komen jangan cuma ngeblog*


*yuk ngeblog jangan cuma komen*

hai hai's picture

@joli, KEJAR omset nich ye?

Mau nanya neh? bila siang-siang melihat phose beginian, apa yang terpikir di otak para cowok?

Joli, yang terpikir adalah, "KEJAR omset nich ye?"

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

__________________

Karena Di Surga, Yang Terbesar Adalah Anak-anak

PlainBread's picture

@Joli Antara Kenyataan dan Harapan

Saya dan istri biasa melakukan argumentasi atau diskusi yang menurut saya cukup berat. Obrolan kami dari awal kami bertemu sudah sering bertolak belakang terutama untuk hal-hal yang kesannya prinsipal.

Seperti yang saya tulis di atas, saya tidak tahu soal Tara Lynn dan pose-posenya kalau bukan istri yang mengenalkan.

Saat melihat isi majalah yang ada Tara Lynn tersebut, istri bertanya:

     "Bagaimana kalau badan saya seperti ini, kamu tetap sayang gak sama aku?"

Pertanyaan yang sulit dijawab. Pertama karena wanita biasanya memberikan pertanyaan simalakama, dijawab ibu mati, tidak dijawab bapak mati. Kedua, yang memberikan pertanyaan tersebut adalah istri saya dan saya sangat mengenalnya.

Setelah menghela nafas, saya tidak menjawab namun gantian bertanya kepadanya,

     "Kamu mau jawaban yang jujur, atau jawaban yang menyenangkan kuping kamu?"

Dia tertawa.

"Saya tahu kamu akan bertanya seperti itu,"sahut istri saya.

Saya tersenyum.

Dia terlalu mengenal saya.

 

Dia mendapatkan jawaban yang jujur dari saya. Dan saya mendapatkan jawaban yang jujur darinya. Tanpa kami berdua mesti menjawab apa-apa.

 

 

 

"It's not what I think that's important. It's not what you think that's important. It's what God thinks that's important. Now I'm going to tell you what God thinks!" - Chosen people of God