Submitted by Vantillian on

Yohanes 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Konsep lahir baru atau dilahirkan kembali merupakan suatu ajaran sentral dalam doktrin keselamatan kekristenan. Inilah doktrin utama yang diakui oleh semua orang Kristen. Semua orang percaya mengakui bahwa ketika dia percaya, dia lahir baru. Lahir baru adalah ketika anda percaya kepada Kristus. Akibatnya adalah anda akan diselamatkan. Meskipun demikian, lahir baru merupakan konsep inti yang membedakan secara tersembunyi arah dan dasar doktrin soteriologi antara Calvinisme dan Armenianisme.

Stephen Tong dalam kuliah Master Class yang membahas doktrin keselamatan Reformed mengajukan suatu pertanyaan proses keselamatan mengenai dua pernyataan yang penting :

1.    Saya bertobat sehingga saya diselamatkan
2.    Karena saya diselamatkan, maka saya bisa bertobat

Manakah yang merupakan kebenaran? Apakah ketika saya percaya, maka saya diselamatkan? Ataukah saya sudah diselamatkan, maka saya percaya? Hampir sebagian kita pasti akan menjawab KEDUANYA adalah benar karena diajarkan di dalam Alkitab. Jawaban yang demikian lumrah karena kita kesulitan menarik BATAS definisi dilahirkan kembali dengan SAAT ketika kita percaya. Apakah ketika kita percaya, kita baru mengalami kelahiran kembali atau ketika kita dilahirkan baru, kita menjadi percaya?

Dalam wilayah aliran doktrinal, Armenian akan memegang pandangan bahwa ketika kita percaya, maka kita akan dilahirkan kembali. Lahir baru adalah suatu peristiwa yang SUDAH terjadi dalam hidup seseorang KETIKA dia percaya. Lahir baru HARUS diteguhkan oleh RESPON manusia dalam BENTUK iman kepercayaan. Untuk diselamatkan, seseorang harus beriman. Ketika beriman, maka kelahiran kembali terjadi, sehingga kita akan diselamatkan. Apakah dengan demikian maka “percaya” mendahului terjadinya “lahir baru”? Beberapa setuju namun ada yang tidak sependapat.

Sedangkan di sisi lain, Calvinisme memegang pandangan bahwa kelahiran kembali mendahului terjadinya moment percaya pada manusia. Momentum percaya manusia adalah BUAH dari dilahirkan kembali. Iman manusia adalah HASIL dari dilahirkan kembali. Iman manusia adalah AKIBAT dari dilahirkan kembali. Manusia bisa percaya karena telah dilahirbarukan. Jadi lahir baru terjadi bukan karena manusia sudah percaya, namun lahir baru menyebabkan manusia menjadi percaya.

Dilahirkan dan diperanakkan


Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Yohanes 1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Yohanes 3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Yohanes 3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali

Untuk menjadi anak-anak Allah, seorang harus diperanakkan oleh Allah. Untuk masuk ke Kerajaan Surga, seseorang harus dilahirkan kembali. Kita melihat bahwa dalam kitab Yohanes, kejadian dilahirkan adalah TINDAKAN Allah. Allah tidak akan meminta izin dari manusia untuk memperanakkan anak-anakNya. Kita menjadi anak Allah karena kita percaya. Kita menjadi percaya karena kita dilahirbarukan. Kebenaran ini penting ditekankan karena keselamatan kekristenan adalah keselamatan dari Allah. Tidak ada usaha manusia maupun respon manusia yang MENDAHULUI semua tindakan Allah. Semua “percaya” manusia adalah didahului oleh tindakan Allah. Itulah konsep anugerah.

Ketika anda percaya, dan meyakini itu adalah SYARAT anda untuk masuk surga, maka kita harus mengingat bahwa Allah tidak memerlukan syarat DARI manusia supaya manusia bisa menjadi anak-anak Allah. Syarat berarti mengasumsikan bahwa dengan MODAL percaya, maka anda akan masuk surga. Siapakah yang berani menyatakan bahwa ketika kita percaya, bahwa percaya kita adalah MODAL masuk ke surga? Siapakah kita sehingga kita mempunyai modal untuk masuk ke surga? Bukankah Allah yang menyediakan semua modal dan syarat bagi kita sehingga kita akhirnya dapat dibenarkan?

Ketika anda dilahirkan kembali, itu berarti anda tidak bisa memilih untuk dilahirkan. Ketika anda dilahirkan kembali, itu berarti anda hanya bisa menerima bahwa anda sudah dilahirbarukan. Jadi apakah kita WAJIB percaya? Bukankah banyak ayat dalam Alkitab yang mengajarkan bahwa untuk diselamatkan kita harus percaya? Bukankah itu kewajiban orang yang akan diselamatkan?

Mari kita kembali ke pertanyaan dasar, apakah ketika anda percaya, anda berhak menyatakan supaya selamat, saya WAJIB percaya? Apakah ketika anda percaya, anda berhak menyatakan bahwa : ITU SUDAH KEWAJIBAN saya? Itulah mengapa saya sangat menentang konsep keselamatan dari para murid Budi Asali. Itulah mengapa saya menyebut doktrin reformed mereka adalah reformed farisi. Karena hanya orang farisi yang MEWAJIBKAN seseorang agar memenuhi SYARAT supaya bisa diselamatkan.

Mengajarkan bahwa keselamatan kekristenan ada DUA sisi adalah bertentangan dengan konsep ajaran lahir baru. Mengajarkan hal itu namun mengaku reformed sejati adalah hal yang paling memalukan dalam dunia teologi. Hal ini hanya dilakukan oleh Budi Asali dan murid-muridnya. Bagaimana mungkin manusia dituntut Allah untuk percaya tetapi mengajarkan bahwa keselamatan terjadi karena manusia dilahirkan kembali? Apakah ketika manusia dilahirkan kembali oleh Allah, manusia masih HARUS percaya supaya kelahiran kembali itu terjadi? Inilah doktrin reformed terbego yang dipegang oleh alumni RTS yang mengaku reformed sejati. Kalau manusia selamat karena dilahirkan kembali, apakah percaya adalah SYARAT atau AKIBAT?

Ketika anda percaya, anda harus menyadari, anda dilahirkan dari air dan Roh, bukan karena anda BISA dan WAJIB percaya. Ketika anda percaya, anda harus menyadari, itulah anugerah Allah dalam diri anda, bukan karena anda BISA MERESPON dengan PERCAYA. Ketika anda percaya, anda harus menyadari, bahwa itulah karya Allah dalam menggenapi rencana keselamatanNya, bukan karena anda LAYAK  di hadapanNya.

Dilahirkan kembali adalah tindakan Allah yang mendahului tindakan percaya manusia. Percaya bukan SYARAT dan bukan TUNTUTAN dari Allah supaya kita diselamatkan. Allah menuntut manusia bertanggung jawab atas tindakan dosanya, tetapi Allah tidak menuntut manusia supaya bisa bertanggung jawab untuk percaya, karena tidak ada satupun manusia yang sanggup memenuhi tuntutan itu.

Kelahiran kembali adalah suatu doktrin yang menekankan bahwa Allah yang mengerjakan semuanya dalam diri kita. Kita dipilih untuk diselamatkan, kemudian dilahirkan kembali, dan buahnya adalah kepercayaan kita. Percaya adalah TANDA dari dilahirkan kembali. Perbuatan adalah TANDA dari iman kita. Salah mengerti semua konsep ini, maka kita akan terjatuh ke dalam kekacauan doktrin keselamatan Kristen.

I Yohanes 3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

I Yohanes 3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

I Yohanes 5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.

I Yohanes 5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.

Dilahirkan kembali berarti menunjukkan bahwa semua orang telah gagal memenuhi tuntutan dari Allah. Dilahirkan kembali berarti bahwa anugerah Allah tidak pernah gagal dalam mengerjakan keselamatan dalam diri manusia. Dilahirkan kembali berarti bahwa penebusan Allah hanya terjadi pada orang yang dipilihNya. Dilahirkan kembali menegaskan bahwa Allah tidak melihat adanya syarat dalam diri manusia yang akan diperanakkan. Dilahirkan kembali berarti kita sudah menjadi manusia baru yang tidak akan pernah kehilangan keselamatan dalam memasuki kemuliaan kekal.

Kelahiran kembali berarti adalah JAMINAN bahwa karya keselamatan Allah adalah suatu KEPASTIAN. Kelahiran kembali adalah peneguhan bahwa semua keselamatan dalam kekristenan adalah tindakan Allah, mulai dari pemanggilan sampai kepada pemuliaan. Dilahirkan kembali adalah tanda bahwa keselamatan adalah semata-mata anugerah Allah.

Biarlah buah keselamatan yang kita imani dalam Kristus, akan membuat kita semakin menyadari bahwa semuanya adalah anugerah Allah. Karena anugerah, maka saya dilahirkan. Karena anugerah, maka saya percaya. Karena anugerah, maka saya bertekun. Karena anugerah, maka saya akan dimuliakan.

Karena anugerah, maka saya mengerti mengapa saya dilahirkan kembali. Karena saya dilahirkan kembali, maka saya menjadi percaya. Karena saya percaya, maka saya mengerti bahwa saya dilahirkan kembali. Karena saya dilahirkan kembali, maka saya mengerti apa itu anugerah.