Submitted by jesusfreaks on

beberapa waktu lalu, saya ber sms ria dengan keluarga saya, sebagaimana biasanya setiap hari minggu, kami saling mengingatkan ibadah, saling mengucapkan selamat ibadah. kata - kata pertama saya waktu itu adonai, adonai. lalu sorenya istri saya menelepon bilang bahwa mama saya bilang saya gila. hehehe...

sejak mengalami surfing liar lewat blognya seorang sahabat online, soal asal usul & maksud kata "ALLAH". sejak saat itupun saya mulai berpikir untuk berhenti menyebut nama ALLAH.

tentu saja otomatis, timbul pertanyaan : Lalu sebutnya apa ?

waktu saya sebut adonai, saya dibilang gila

waktu saya baca alkitab, doa, nyanyi tanpa kata ALLAH terasa begitu janggal.

kalau gitu saya sebut saja TUHAN.

 

saya tidak mengajak saudara

saya juga tidak menganggap ini sebuah kebenaran sejati

mungkin saya hanya ingin berbeda

mungkin saya hanya ingin ekstrim

mungkin saya hanya tergila-gila terhadap pengenalan akan TUHAN

mungkin saya Jesus Freak 

 

apapun itu, saya merasakan sebuah sensasi baru, ketika berhenti menyebut ALLAH.

saya merasa menyebut TUHAN dengan ADONAI, lebih nge taste dibanding ALLAH.

 

lalu gw coba pahami lewat kebenaran firman.

Alkitab secara tersirat menggambarkan TRINITAS sebagai berikut :

1. ALLAH, yang merujuk kepada YHWH

2. ANAK ALLAH BUKAN ALLAH ANAK, yang merujuk kepada Yesus Kristus

3. ROH ALLAH BUKAN ALLAH ROH, yang merujuk kepada Roh Kudus

 

dan ternyata kita sebut Roh Kudus ya Roh Kudus

kita sebut Yesus Kristus ya Yesus Kristus

lalu bagimana kita menyebut YHWH

ada baiknya kita merujuk kepada Sang Teladan yaitu Yesus Kristus dan merujuk kepada kebenaran firman.

 

Karena itu berdoalah demikian:

Bapa kami yang di sorga,

Dikuduskanlah nama-Mu,

(Matius 6 : 9)

 

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan

yang membuat kamu menjadi takut lagi,

tetapi kamu telah menerima Roh

yang menjadikan kamu anak Allah.

Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

(Markus 8 : 15)

 

Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa,

tidak ada yang mustahil bagi-Mu,

ambillah cawan ini dari pada-Ku,

tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki,

melainkan apa yang Engkau kehendaki."

(Markus 14 : 36)

 

Dan karena kamu adalah anak,

maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita,

yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

(Galatia 4 : 6)

 

Demikianlah saya mulai berhenti menggunakan kata ALLAH.

Saya memanggilnya Bapa Sorgawi.

 

Shalom,

Jesus Freaks,

Live X4J, Die As A Martyr