Kita sudah belajar dari Katekismus, bahwa hari Sabat bukan hari Sabtu, itu sebabnya orang Kristen merayakan Sabat pada hari minggu, Hari Tuhan" (Wahyu 1:10). Apakah itu berarti bahwa hari sabat adalah hari minggu? Apakah umat Kristiani yang merayakan hari sabat pada hari sabtu melanggar Sepuluh Perintah Tuhan? Apakah sebagian orang Kristen yang tetap bekerja pada hari minggu melanggar Sepuluh Perintah Tuhan?
Demikian juga halnya dengan perintah Allah ini. Perintah itu sendiri tidak memberi tahu kita bahwa kita harus memelihara hari terakhir dari satu minggu sebagai hari Sabat. Perintah itu hanya memberi tahu kita bahwa kita harus memelihara satu hari dalam setiap minggu. Urut-urutan hari tidak ditetapkan oleh Sepuluh Perintah itu sendiri. Allah pada mulanya menetapkan tatanan hari ketika Ia menciptakan (selama enam hari), dan kemudian beristirahat satu hari setelah enam hari berakhir. Allah sekali lagi menetapkan urutan yang baru ketika Ia membangkitkan Kristus di hari pertama minggu itu, dan mulai mengumpulkan Gereja-Nya untuk beribadah pada hari itu. Tetapi dalam keadaan apapun, enam hari adalah untuk bekerja dan satu hari untuk ibadah. Yang ditetapkan oleh perintah tersebut adalah proporsinya dan bukan urutannya.
Di dalam terang perbedaan antara proporsi dan urutan inilah kita dapat memahami teks-teks seperti Kolose 2:16-17, Galatia 4:10-11, dan Roma 14:5. Sebagai contoh, di dalam Kolose 2:16-17 kita membaca,
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus." Kolose 2:16-17
Apabila kita mempelajari kembali tulisan dalam Katekismus mengenai hari sabat, maka jelas sekali dikatakan, bahwa Sepuluh Perintah Allah hanya menyatakan bahwa kita harus memelihara satu hari dalam setiap minggu sebagai hari sabat, namun tidak menentukan hari tersebut secara spesifik.
Sebagian umat Kristen berkata bahwa perintah keempat menuntut dipeliharanya hari Sabtu dan bukannya hari Minggu, sebagai hari Sabat Tuhan. Sebagian umat Kristen yang lain mengatakan bahwa hari sabat perjanjian baru adalah hari minggu, sehingga orang Kristen yang tetap bekerja pada hari minggu melanggar perintah keempat, tidak menguduskan hari sabat.
Selama ribuan tahun bangsa Israel merayakan hari sabat pada hari sabtu, dalam urut-urutan hari dalam sistem kalender Israel hari tersebut adalah hari ketujuh. Selama ribuan tahun umat Kristen merayakan sabat pada hari minggu, hari pertama, hari kebangkitan Yesus Kristus yang disebut hari Tuhan, menurut kalender bangsa Romawi atau kalender Gregorian.
Umat Kristen mengkaitkan perayaan hari sabat dengan kisah penciptaan alam semesta, Allah berhenti pada hari ketujuh. Sebagian umat Kristen dewasa ini berdebat tentang hari sabat berdasarkan kalender masehi. Pertanyaannya adalah, "Apakah hari ketujuh itu adalah hari sabtu atau hari minggu?" Yang merayakan sabat pada hari sabtu menyatakan bahwa hari sabat adalah hari ketujuh (hari Tuhan berhenti mencipta), hari sabtu adalah hari ketujuh. Yang merayakan hari sabat pada hari minggu menyatakan, bahwa hari sabat (hari Tuhan berhenti mencipta) bisa hari apa saja. Alasan menentukan hari minggu sebagai hari sabat didasarkan pada pemikiran bahwa menurut kelender masehi, Yesus Kristus bangkit pada hari minggu, bukan pada hari ketujuh Tuhan berhenti mencipta.
Apabila kita mempelajari sejarah, maka kita akan sampai pada kesimpulan, bahwa bangsa Israel kuno merayakan hari sabat pada hari ketujuh kalender Israel. Hari ketujuh kelender Israel tersebut tidak selalu jatuh pada hari sabtu kalender masehi.
Kalender Israel adalah kalender bulan dan matahari, kalender yang menggabungkan perhitungan hari berdasarkan peredaran bulan dan matahari, sama seperti kalender orang Tionghua. Kalender Israel yang digunakan saat ini adalah hasil penyempurnaan dari abad ke abad, terakhir ditetapkan oleh sidang Majelis Sanhedrin pada tahun 359. Kalender masehi adalah kalender matahari, kalender yang menggunakan peredaran matahari sebagai dasar perhitungan hari. Kalender masehi yang kita gunakan saat ini merupakan hasil penyempurnaan berabad-abad, penyempurnaan terakhir dilakukan pada tahun 1582.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada saudara-saudara Kristen yang saling berdebat tentang hari sabtu atau hari minggu sebagai hari sabat dengan menggunakan ayat-ayat Alkitab sebagai dasar perdebatan, seharusnya anda-anda belajar dulu tentang sejarah kalender Israel dan kelender masehi. Setelah belajar tentang sejarah kalender, maka saya yakin, anda-anda akan memahami, kenapa dalam Sepuluh Perintah Allah urut-urutan hari tidak ditetapkan. Baik hari sabtu maupun minggu saat ini, bukan hari sabtu atau minggu pada zaman Yesus Kristus ada di dunia, bagaimana mungkin kita mendebatkan hari sabtu dan hari minggu saat ini menggunakan Alkitab sebagai dasarnya?
Saat ini, Hari minggu diakui sebagai hari libur di seluruh dunia, menurutku hal tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Bila ada saudara-saudara Kristen yang merayakan hari sabat pada hari sabtu, menurutku itu sah-sah saja. Namun, aku percaya, setiap orang Kristen harus menyediakan satu hari dalam seminggu untuk merayakan hari sabat.
Saat ini banyak kantor yang tetap buka pada hari sabtu dan minggu. Mal, taman rekreasi, rumah makan tetap buka pada hari sabtu dan minggu. Bagaimana dengan orang-orang Kristen yang membuka usaha-usaha demikian atau bekerja pada perusahaan-perusahaan demikian? Saya percara, mereka tetap harus menyisihkan satu hari untuk merayakan sabat.
Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat." Matius 12:8
Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, Markus 2:27