
Dunia persilatan dibuat terhenyak, seorang pendekar pengelana yang sering turun gunung tanpa diketahui banyak pendekar tiba-tiba membuat perhelatan mantu putri bungsunya tanpa banyak mengundang para pendekar sohor ke padepokannya. Mungkin tidak ingin merepotkan atau cukup mengundang pendekar gondrong Vicksion sudah cukup mewakili orang sepasar. Kalau pendekar wanita yang bernama Joli diundang, bisa-bisa ngajak segerbong pendekar bonek yang bisa mengganggu konsentrasi Resi yang tengah memberi ULAR-ULAR pada kedua pengantin itu, pikirnya.
"Wah si engkong mantu? Si bungsu rasanya baru kemarin masih ngedot. Saat aku bertemu beliau lagi membuat laporan di sebuah motel dekat stasiun Balapan Solo, bisa ngobrol walau sebentar, waktu 14 tahun seperti baru kemarin saja rasanya." kata salah seorang sahabat yang pernah mengenal sang Pendekar itu.
Namun perhelatan itu cukup meriah juga, tamu tak diundang pun pada berdatangan, tentu saja para pendekar pengelana yang kebetulan lewat di depan padepokannya dipanggil atau langsung masuk untuk menikmati hidangan yang cukup melimpah itu. Apalagi ada hiburannya dari para sobatnya yaitu pentas Kethoprak satu babak (belur). Pemainnya tak banyak, ada Sam The Biggest dan satu pendekar dari tlatah Magelang serta si Empek ikutan, walau cuma numpang lewat doang.
Purnawan Kristanto : "Ijo-ijo (Hijau-Hijau)
ijone dhewe (Hijaunya sendiri)
kapal layar momotan gula (Kapal layar bermuatan gula)
duwe bojo (Punya istri)
bojone dhewe (Istrinya sendiri)
yen kesasar gadhahan kula!" (Kalau kesasar milik saya!)
Mujizat : "Hmm, Sungguh tidak nyaman membicarakan orang yang sudah mati, apalagi BEKAS ORANG BENAR, tetapi dari riwayat ini baiklah setiap orang berhikmat dapat mengambil pelajaran berharga."
Samuel Franklyn : "Muji kamu musti BELAJAR Alkitab yang benar."
Mujizat : "Weee he he he.....Thanks alias matur nuwun, ada LAGI?!"
Samuel Franklyn : "Muji kamu sering nggak paham DEFINISI orang benar. Jadi orang jangan belagu!"
Mujizat : "SF, memperingati bukan menghakimi, simpel khan? Bwi hi hi hi......"
Samuel Franklyn : "Muji elu yang NGGAK MIKIR! Kalau nggak tahu ya cari tahu tapi sebelum tahu ya sebaiknya jangan ngomong apa-apa. Orang yang ngomong hal-hal yang dia tidak ketahui itu namanya orang BODOH dan SOMBONG!"
Mujizat : "SF, elu hamba Tuhan yang SOMBONG!"
Samuel Franklyn : "Muji yang SOMBONG!"
Mujizat : "Oh SF yang RENDAH HATI n LEMAH LEMBUT, diberkatilah engkau, karena engkau menjadi contoh panutan mengenai kelemah-lembutan, amin!"
Samuel Franklyn : "Muji yang MUNAFIK! Jangan dibiasakan memaki dan menyindir dengan menggunakan kata-kata lemah lembut padahal bertujuan menyakiti hati orang lain. Kalau mau memaki ya maki saja."
Mujizat : "Diberkatilah Anda, bung Samuel Franklyn, Tuhan Yesus memberkati pelayanan Anda."
Samuel Franklyn : "Kentut bau. Lain kali kalau kentut masuk wc dulu!"
Hai Hai : "Sam, Sam, percuma memberitahu Bang Muji, soalnya lagi KUMAT EDAN-E!"
Mujizat : "Eh, sampeyan nongol juga ha ha ha ha......Sampeyan masih hutang sama Muji lho soal Adam adalah Ular, emang sampeyan keturunan Darwin ya? Kok sampeyan ngeledek terus sama kakek moyangku itu."
Hai Hai : "Saya tidak punya hutang kepada anda. Jangan ngaco belo bilang hai hai berhutang! Saya hanya MENGINGATKAN kamu untuk segera BEROBAT! Anda sudah tidak bisa BERTOBAT makanya saya menyarankan sampeyan buat BEROBAT saja."
Mujizat : "Daripada sampeyan ngomong nggak karuan, lebih baik menyimak jawaban-jawaban Muji kepada handai taulan yang lain, siapa tau dapat pencerahan ha ha ha ha........"
Hai Hai : "Bang Muji, Cobalah AMBIL ember, letakkan di ruang TAMU lalu AJAKLAH ngobrol. Ketika ngobrol dengan ember, bang Muji BEBAS untuk MIKIR pake DENGKUL. Atau pergi ke tukang pijit mas, biar dengkulnya dipijit jadi bisa LEMPENG mikirnya!"
Samuel Franklyn : "Bwa ha ha ha......"
Mujizat : "Ha ha ha ha....lucu juga sampeyan ini."
Para tamu : "Hua ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ...............!"
Purnawan Kristanto : "Oke, Kethoprak SAMPUN RAMPUNG, mari bersama-sama mendengarkan alunan lagu karya Jonathan Prawira yang berkolaborasi dengan CHARLENE!"
Kethoprak pun berakhir tanpa ada kesimpulan, karena memang dibatasi waktu perhelatan. Sang tuan rumah pun menyambut para pemain itu untuk makan-makan. "Eh Det, Det kamu kok nggak ikut main Kethoprak sama si Empek?" Tanya Pendekar Purnomo kepada Debu Tanah yang biasa di panggil Deta itu.
"Enggak pak, kemarin sudah dimarahin istri gua. Masak suaminya yang pinter ini dibilangin SUPER TOLOL, jadinya sekarang sering dilarang on line dah!"
Yang mendengar jawaban Deta pun pada tertawa "Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha .............................."
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (mazmur 107:1)

Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat