Membahas ular di taman Eden benar - benar mengasyikkan. Karena itu saya sebagai prajurit SPARTA ikutan membahas tentang ular di taman Eden. Boleh ya ?........
.
Dan blog berikutnya saya akan membahas tentang Adam dan Hawa.
Kejadian 3
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
Kejadian 3:1 berbicara tentang ular. Dan Alkitab berkata bahwa ular adalah binatang yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah.
Yang menjadi pertanyaan, benarkah ular adalah binatang yang paling cerdik dari segala binatang di darat ?
Apabila kita mencari pembanding di Alkitab , maka kita akan menemukan ayat di PB yang berbicara tentang ular. Dan ular adalah binatang yang cerdik.
Matius 10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Berarti benar ular adalah binatang yang cerdik.
ho...ho...ho.......tidak segampang itu menarik sebuah kesimpulan. Apabila ada yang pernah berfikir demikian, maka kalau boleh saya berkata, orang itu adalah orang yang malas belajar.
Kata ular di dalam Kejadian 3 : 1 diterjemahkan dari kata sxnhw ( lafal : naw-khawsh )
Sedangkan kata ular di dalam Matius 10 : 16 diterjemahkan dari kata ofeiv ( lafal : of_is )
Kata cerdik di dalam kejadian 3 : 1 diterjemahkan dari kata Mwre `aruwm ( lafal : aw-room ), dan kata cerdik di dalam kejadian 3 : 1 lebih mengarah kepada arti licik dan licin. Karena itu saya menggunakan referensi Alkitab versi BIS dan versi Ende (1969)
BIS; Kejadian 3 : 1 Ular adalah binatang yang paling licik dari segala binatang yang dibuat oleh TUHAN Allah. Ular itu bertanya kepada perempuan itu, "Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan buah-buahan dari segala pohon di taman ini?"
ENDE (1969) ; Kejadian 3 : 1 Adapun ular itu lebih litjin daripada segala binatang liar, jang telah didjadikan Jahwe Allah. Katanja kepada wanita: "Betulkah Allah telah berfirman: segala pohon taman ini djangan kamu makan buahnja?"
Sedangkan di dalam Matius 10 : 16, kata cerdik di terjemahkan dari kata fronimov ( lafal : fron'-ee-mos ), dan kata cerdik di dalam Matius 10 : 16 lebih mengarah kepada arti waspada. Karena itu saya menggunakan referensi Alkitab versi BIS
BIS ; Matius 10 : 16 "Perhatikan ini: Aku mengutus kalian seperti domba yang tidak berdaya ke tengah-tengah serigala ganas. Kalian harus waspada seperti ular dan tulus hati seperti burung merpati.
Karena itu kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ular di dalam Kejadian 3 : 1 dan ular di dalam Matius 10 : 16 adalah ular yang berbeda.
ular yang menggoda Hawa di taman Eden adalah ular yang licik. Sedangkan ular di dalam Matius 10 : 16 adalah ular yang waspada. Dan kalau mau dilihat, Alkitab begitu konsisten memakai penggunaan kata demikian.
Kisah tentang ular yang licik yang dapat menggoda manusia untuk berbuat dosa hanya ada di dalam Kitab Kejadian. Begitu juga dengan kisah tentang ular yang mampu berbicara kepada manusia hanya ada di dalam Kitab Kejadian. Selain itu tidak ada kisah seperti itu di dalam Alkitab.
Karena itu banyak orang yang menafsirkan kisah tersebut.
Iblis masuk ke dalam tubuh ular, sehingga dapat berbicara dan menggoda Hawa, atau iblislah yang membuat ular berbicara. Inilah yang dinamakan menafsirkan.
Ketika kita menjadikan Alkitab sebagai standar kebenaran, maka tidak ada tawar menawar lagi bahwa kita harus mencari kebenarannya di dalam Alkitab itu sendiri.
Tidak ada kisah yang menceritakan tentang iblis masuk ke dalam tubuh binatang. Yang ada hanyalah kisah roh - roh jahat ( legion ) yang masuk ke tubuh binatang, yaitu babi.
Apabila kita meyakini bahwa iblis termasuk di dalam legion, maka seharusnya yang terjadi adalah seperti di dalam Markus 5 : 12 - 13
5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"
5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
Sebelum masuk ke dalam tubuh babi, legion terlebih dahulu masuk ke dalam tubuh manusia. Markus 5 : 2 - 5
5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
Dan efek dari orang / binatang yang dimasuki oleh legion adalah :
"TIDAK BISA MENGONTROL DIRINYA SENDIRI."
Inilah yang seharusnya menjadi acuan bagi para penafsir Alkitab bahwa iblis masuk tubuh ular dan membuat ular dapat berbicara.
Seharusnya ular di taman Eden akan menjadi seperti babi - babi yang kerasukan. Tidak bisa mengontrol dirinya. Apalagi bercakap - cakap / ngobrol dengan Hawa.
Tetapi apabila kita meyakini iblis tidak masuk ke dalam kumpulan legion, maka tidak ada satupun kisah yang di Alkitab yang menceritakan bahwa iblis masuk ke dalam tubuh binatang. Kalau manusia ada.
Siapakah dia ?
Salah satunya adalah Yudas
Luk. 22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
Bagaimana dengan para penafsir Alkitab yang meyakini bahwa iblislah yang membuat ular dapat berbicara ? Adakah kisah yang lain seperti tafsiran itu di Alkitab ?
Jawabnya tidak ada.
Alkitab hanya menceritakan tentang keledai Bileam yang dapat berbicara. Dan semua itu dikarenakan Tuhan yang melakukannya.
Bil. 22:28 Ketika itu TUHAN membuka mulut keledai itu, sehingga ia berkata kepada Bileam: "Apakah yang kulakukan kepadamu, sampai engkau memukul aku tiga kali?"
Karena itu, pantaskah kita menafsirkan bahwa iblis mampu melakukan seperti yang Tuhan lakukan kepada keledai Bileam ?
Bagi para pemuja iblis akan berkata mampu. Tetapi bagi saya, iblis tidak mampu melakukan hal itu. Karena dia adalah iblis.
Ular di taman Eden bukanlah ular yang kerasukan iblis atau ular yang dibuat mampu berbicara oleh iblis. Ular itu adalah ular yang memang dapat berbicara. Dan ular itu adalah iblis itu sendiri.
(bersambung).......