MENCARI Iblis bukan dimaksudkan kita membutuhkan Iblis, melainkan berusaha memahami ketetapan Allah, mengapa Allah menciptakan Iblis kalau menginginkan manusia hidup dalam damai sejahtera? Ada yang mengatakan, buat apa mencari Iblis, bukankah lebih baik mencari Allah? Yang mengatakan tersebut sepertinya tengah berbicara dengan seorang Atheis, padahal tidak semua orang Atheis. Yang mengatakan tersebut seolah-olah sudah tahu Tuhan dengan benar hingga menyarankan untuk mencari Tuhan, padahal pengetahuannya tentang Tuhan barangkali hanya
sekedar copy paste dari pendapat orang yang dikagumi hingga tak perlu lagi untuk mengujinya.
Apakah Tuhan berada jauh dari hidup kita, sehingga kita harus mencarinya? Kasihan sekali orang itu, dia tidak tahu kalau Tuhan dekat dengan kita, malahan sangat dekat, cuma kita sering tidak menyadarinya bahwa Tuhan selalu di dekat kita.
Seperti dalam blog bagian kedua, untuk mencari Iblis kita harus kembali ke taman Eden, karena dari sinilah asal mulanya dari segala sesuatu, kita tidak bisa meloncat langsung ke ayat sesudahnya tanpa mempelajari ayat-ayat di dalam Kitab Kejadian. Kisah penciptaan bukanlah suatu berita sejarah, melainkan refleksi iman yang mau menyampaikan kebenaran-kebenaran agama. Karena itu yang penting inti ajarannya, bukan ketepatan
sejarah. Walau Kitab Kejadian menjelaskan juga tentang permulaan bangsa yang dipanggil Tuhan untuk memasuki suatu hubungan khusus untuk Tuhan.
Sering Kitab Kejadian menimbulkan banyak perselisihan pendapat antara umat Kristen, namun sebagagian besar dari persoalan itu timbul karena APA YANG TIDAK DIBERITAHUKAN oleh Kitab Kejadian, dan bukannya karena apa yang diberitahukan.
Hal yang sering menjadi pertanyaan saya, siapakah sebenarnya pengarang Kitab Kejadian? Jawaban yang sudah dipegang sejak beribu-ribu tahun yang lalu dan mungkin tepat adalah Nabu Musa. Namun kenyataannya Kitab Kejadian tidak menyatakan bahwa Nabi Musa adalah pengarangnya. Mungkinkah Tuhan mengilhami beberapa orang untuk menuliskannya?
Memang para nabi dan imam memainkan peran penting dalam masa-masa awal sejarah bangsa Israel, meskipun banyak di antara mereka tidak memiliki kitab berjudul sama dengan nama mereka. Orang-orang saleh ini menjalankan peran sebagai utusan dari Allah kepada umat-Nya. Para nabi dan imam itu menerima perintah dari Allah dan bertindak berdasarkan perintah itu.
Musa mengatakan bahwa Allah akan membangkitkan nabi-nabi yang seperti dirinya dalam generasi-generasi berikutnya. Dan Allah benar-benar melakukan hal itu. Para nabi itu biasanya tidak menarik perhatian publik dan tidak memiliki kekuasaan administratif seperti para raja. Mereka tidak memiliki posisi dalam ritual di tabernakel atau Bait Suci seperti para imam. Mereka semata-mata menyatakan pikiran Allah sesuai yang diberikan Allah kepada mereka.
Tidak seperti jabatan imam dan raja, jabatan nabi tidak dapat diwariskan kepada keturunan nabi yang bersangkutan. Allah memilih nabi secara perorangan.
Banyak orang merasa sudah tahu keberadaan Iblis dengan hanya mengutip satu dua ayat untuk menunjukkan jati diri si Iblis, misalnya kalimat BINTANG TIMUR yang menurutnya menunjuk pada jati diri Iblis, benarkah pendapat itu?
Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! (Yesaya 14:12)
Untuk menguatkan pendapat tersebut dicomotlah ayat di bawah ini seraya membanggakan penemuannya itu sambil berkata Alkitab sudah gamblang menjelaskan bahwa BINTANG TIMUR adalah IBLIS.
Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." (Why 12:12)
Untuk mematahkan pendapat tersebut di atas, izinkan saya mengutip pendapat Vantilian yang ada di blog ini, karena saya memahami ayat-ayat yang terkait dengan kalimat BINTANG TIMUR bukan penggambaran sosok Iblis.
Kebanyakan orang kristen meyakini bahwa NAMA Iblis adalah Lucifer. Hal ini dikarenakan adanya terjemahakan bintang timur dari bahasa ibrani ke bahasa latin. Dari catatan sejarah, yang pertama menterjemahkan Yesaya 14:12 kata bintang timur sebagai Lucifer adalah St.Jerome dalam versi Alkitab Vulgata. Dan akhirnya dipopulerkan oleh Alkitab KJV yang diagung-agungkan oleh kaum fundamentalis. Lalu ditafsirkan Yesaya 14:12 sebagai kejatuhan Iblis, sehingga Lucifer=Iblis atau Lucifer adalah Nama Iblis. Padahal jika bintang timur diterjemahkan sebagai Lucifer dalam arti nama Iblis, maka kemungkinan kata bintang timur pada ayat di bawah ini adalah Iblis?
Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang
bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan
bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 2 Petrus 1:19
2Pe 1:19 et habemus firmiorem propheticum sermonem cui bene facitis adtendentes quasi lucernae lucenti in caliginoso loco donec dies inlucescat et lucifer oriatur in cordibus vestris ( Vulgate )
Apakah itu berarti Lucifer ( IBLIS ) terbit dalam hati orang percaya? Seandainya Lucifer adalah nama Iblis, maka ayat demikian akan menjadi aneh bin ajaib. Bayangkan lagi kalau kata "bintang timur" dalam Wahyu anda tafsirkan menjadi Lucifer alias Iblis, betapa kacau balaunya Alkitab kita.
Ada lagi ayat yang mementahkan anggapan bahwa Bintang Timur adalah Iblis seperti yang saya kutip di bawah ini :
"Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."(Why 2:9)
dan kepadanya akan Kukaruniakan bintang timur. (Why 2:28)
Bintang Timur dalam studi kamus Alkitab SABDA mengandung arti PEMBAWA TERANG. Dengan demikian apakah karena Iblis pernah menyamar menjadi Malaikat Terang terus ditafsir begitu saja bahwa BINTANG TIMUR = IBLIS? Selain itu, apakah Iblis bisa dijuluki si pembawa terang? Memangnya, Terus terang Iblis terang terus?
Masih banyak lagi sebutan yang dianggap para penafsir Alkitab sebagai jati diri Iblis, antara lain bahwa Iblis berdosa pada awalnya, bahwa Iblis berasal dari api, bahwa Iblis adalah ular di taman Eden, bahwa Iblis adalah Kain, bahwa Iblis adalah Adam, apakah semua pendapat itu benar, ataukah hanya satu yang benar? Atau bahkan semuanya tidak benar?
Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.(Why 2:24)
(Bersambung)
1. Mencari Iblis.
2. Mencari Iblis (2).
3. Mencari Iblis (3).
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat

