Submitted by paulwekwek on

Bohong, menipu, berdusta adalah tindakan menyatakan, mengatakan, mengabarkan sesuatu pernyataan yang berbeda dari kenyataan atau keadaan  sebenarnya. Orang yang melakukannya disebut Pembohong, Penipu, Pembual. Kegiatan yang didalamnya ada bohong, menipu disebut Penipuan. Biasanya bohong di lakukan hanya untuk kepentingan pembohong untuk mengambil untung, atau mengelabui orang yang dibohongi. Itulah sebabnya berbohong itu selalu berdampak negative, bahkan dalam beberapa kasus, bohong itu berdampak fatal. Penyesatan adalah dampak fatal dari berbohong. Seorang Penyesat harus ahli dalam berbohong. Justru itulah Allah sangat Tegas terhadap kebohongan atau dusta seperti yang tertulis dari beberapa ayat berikut ini:

Keluaran 20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

Keluaran 23:7 Haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah.

Imamat 19:11 Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.

Amsal 25:18 Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam.

Mazmur 119:29 Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.

Bohong dengan tujuan baik disebut bohong putih orang batak (baca= bule) menyebutnya white lies. Bohong putih adalah tindakan  menyatakan, mengatakan, mengabarkan sesuatu pernyataan yang berbeda dari kenyataan atau keadaan sebenarnya untuk tujuan baik atau minimal lebih baik daripada tidak berbohong. Atau juga jika tujuannya lebih menguntungkan baik bagi si Pembohong juga bagi orang yang dibohongi. Tidak jarang juga bohong putih hanya menguntungkan pihak yang dibohongi, hal ini sering kita temui pada cerita cinta sang kekasih yang akan pergi jauh untuk merantau dalam waktu yang sangat lama namun alasan kepergiannya pada kekasihnya hanya melanjutkan pendidikan atau juga dengan alasan menaklukkan dunia ibukota dengan iming-iming akan dipersembahkan buat kekasihnya kelak.   

Anda dan saya pasti seringkali  mendengar pernyataan bahwa "bohong putih" itu tidak apa-apa, kalau tujuannya baik. Namun sebagian lagi berkata bohong putih tetap saja berbohong, bohong tetap bohong dan bukan perbuatan terpuji.  Dalam kehidupan sehari-hari, memang agak sulit untuk berlaku jujur apalagi di saat kita diperhadapkan dengan suatu dilema atau keadaan kepepet yang mengharuskan seseorang untuk berbohong, dan jika tidak berbohong mungkin keadaan akan menjadi tambah sulit . Sehingga "bohong putih" seringkali menjadi salah satu pilihan terakhir atau sebagai jalan keluar, atau mungkin untut meredakan situasi untuk sementara waktu.

Baiklah, untuk sedikit memahaminya mari kita menuju kearah tujuan judul blog ini, Sang Bapa segala bangsa Abraham berbohong. Saya menyebutnya berbohong dari ayat berikut:

Kejadian 22:7-28 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.

Ketika Abraham berkata seperti yg tertulis pada  kej 22:8 Dia sama sekali tidak tahu bahwa Allah memang akan menyediakan anak domba. Dia berbohong  pada Ishak.  Hal itu ditunjukkan dengan ayat berikut: 

Kej 22:9-10 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

JIka memang Abraham sudah tahu bahwa Allah akan menyediakan anak domba bukankah dia seharusnya menunggu? Alih- alih menunggu dia justru ingin melakukan penjagalan yang sadis seperti penjagalan  yang saya lakukan di sini. 

Abraham memang berbohong namun saya sebut bohong putih sebab tujuan Abraham berbohong pada anaknya Ishak adalah supaya Ishak tidak melarikan diri ketika dia mau dipersembahkan sebagai korban bakaran. Kenapa saya beranggapan bahwa jika Abraham jujur pada Ishak maka Ishak akan lari ? Karena tidak ada Firman Allah yang berkata pada Ishak bahwa Dia akan dijadikan sebagai korban bakaran. Dan bagi Abraham LEBIH BAIK mempersembahkan Anaknya Ishak daripada tidak TAAT pada Perintah Allah.  

Kejadian 22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus berbohong itu dosa. Namun Jika memang harus berbohong, berbohonglah dengan bijaksana.