Submitted by hai hai on

Para teolog umumnya menyebut penyembahan dewa-dewi sebagai penyembahan berhala. Selanjutnya mereka mengajarkan bawha menyembah berhala berarti menyembah Iblis dan setan-setan. Menurut hai hai Alkitab mengajarkan bahwa menyembah dewa-dewi adalah menyembah berhala menyembah berhala bukan menyembah Iblis dan setan-setan namun menyembah BUATAN tangan manusia serta menyembah SANG MAHATIADA. Di dalam Perjanjian Lama ada ayat mencatat bahwa menyembah berhala berarti menyembah roh-roh jahat sementara di Perjanjian Baru Paulus menulis bahwa menyembah berhala berarti menyembah roh-roh jahat. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Ketika ke Medan, saya dan Happy Lee, pada tanggal 29 Desember 2009 kopdar (kopi darat) dengan Vantillian, Minmerry dan teman-teman dari GRII (Gereja Reformed Injili Indonesia – Medan), GMI (Gereja Methodist Indonesia) dan M2MC (Methodist 2 Magic Community). Berikut ini adalah salah satu topik diskusi kami saat itu yang pertanyaannya belum saya jawab dengan tuntas.

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Keluaran 20:3

 
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, Keluaran 20:4-5

Saudara Yosef, Junaidi dan Irwanto yang terhormat, MENYEMBAH ilah lain dan MEMBUAT patung adalah dua hukum yang berbeda dari Sepuluh Hukum Allah. Dari generasi ke generasi para Teolog Reformed memahami hukum pertama, MENYEMBAH ilah lain berarti menyembah Iblis dan setan-setan alias roh jahat sebagai Allah sementara hukum kedua, MEMBUAT patung berarti MENYEMBAH berhala. Selanjutnya mereka menarik kesimpulan bahwa ketika manusia MENYEMBAH berhala maka Iblis dan setan-setan alias roh-roh jahat akan menyamar menjadi berhala dan menerima penyembahan manusia. Itu sebabnya mereka mengajarkan bahwa menyembah berhala berarti menyembah Iblis dan setan-setan alias roh jahat.

Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. 1 Tawarikh 16:26

Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.Mazmur 96:5

Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. Yesaya 42:8


Perjanjian Lama dengan tegas dan gamblang mengajarkan bahwa allah bangsa-bangsa adalah berhala. Lebih lanjut Perjanjian Lama mengajarkan bahwa Allah tidak akan memberikan kemuliaan dan kemasyhuran-Nya kepada yang lain atau kepada patung. Itu berarti baik Iblis maupun setan-setan tidak diberi kuasa untuk menerima penyembahan dari manusia, itu berarti tidak ada Iblis maupun setan-setan MUSTAHIL menjadi ilah lain.

Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa." 1 Korintus 8:4

Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian— 1 Korintus 8:5

namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 1 Korintus 8:6

Perjanjian Baru dengan konsisten mengajarkan apa yang telah diajarkan oleh Perjanjian Lama. Tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain di dunia ini. Apa yang dapat kita simpulkan dari ajaran Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tentang Allah lain? Kita dapat menyimpulkan bahwa semua dewa-dewi yang disembah oleh manusia adalah BERHALA. Semuanya dewa-dewi yang disembah oleh manusia adalah CIPTAAN manusia. Semuanya dewa-dewi yang disembah oleh manusia adalah SANG MAHATIADA. Itu sebabnya, tentang berhala alias allah bangsa-bangsa alias dewa-dewi Alkitab mengajarkan:

Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,  mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. Mazmur 115:4-7

Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,  mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Mazmur 135:15

Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum. Yeremia 10:14-15

Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat." Yeremia 10:3-5

Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya. Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: "Terjagalah!" dan kepada sebuah batu bisu: "Bangunlah!" Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di dalamnya. Habakuk 2:18-19

Alkitab dengan gamblang mengajarkan bahwa BERHALA tidak memiliki NYAWA, tidak memiliki ROH apalagi KUASA untuk berbuat baik dan berbuat jahat. Apabila berhala adalah sang mahatiada, kenapa tentang korban-korban kepada berhala Alkitab mencatatnya sebagai korban-korban kepada roh-roh jahat (PL – Shed; PB – daimon)?  Kenapa kitab Wahyu mencatat tentang penyembahan roh-roh jahat?

mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada allah yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar. Ulangan 32:17


tetapi mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa, dan belajar cara-cara mereka bekerja. Mereka beribadah kepada berhala-berhala mereka, yang menjadi perangkap bagi mereka Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat, dan menumpahkan darah orang yang tak bersalah, darah anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, yang mereka korbankan kepada berhala-berhala Kanaan, sehingga negeri itu cemar oleh hutang darah. Mazmur 106:35-38

Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu? 1 Korintus 10:19

Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat , bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat. 1 Korintus 10:20


Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. 1 Korintus 10:21

Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia? 1 Korintus 10:22

Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat  dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, Wahyu 9:20

Handai taulan sekalian, sistem kasta alam semesta yang diajarkan Alkitab adalah: Pencipta menciptakan ciptaan. Ciptaan terdiri dari alam, tumbuhan, binatang, malaikat dan manusia. Di antara segala ciptaan, manusia adalah ciptaan yang paling mulia karena manusia adalah peta teladan Allah. Manusia menciptakan allah dan memberinya berbagai nama, namun allah-allah ciptaan manusia itu adalah sang mahatiada alias berhala.

Ketika Nabi Perjanjian Lama dan Rasul Perjanjian Baru menyebut berhala-berhala ciptaan manusia itu roh-roh jahat, yang mereka maksudkan adalah roh-roh jahat ciptaan manusia yang tidak ada, bukan roh-roh jahat ciptaan Allah. Walaupun roh-roh jahat itu tidak ada namun mereka diperlakukan seolah-olah ada dan berkuasa oleh manusia yang memujanya. Mungkinkah roh-roh jahat yang dimaksudkan oleh para Nabi Perjanjian Lama dan Rasul Perjanjian Baru itu adalah Iblis atau Setan-setan? Tidak mungkin! Kenapa demikian? Karena Alkitab mengajarkan bahwa berhala adalah sang mahatiada ciptaan manusia.

Dapatkah manusia membuat allah bagi dirinya sendiri? Yang demikian bukan allah!" Yeremia 16:20

Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah? Yesaya 44:10


Dan sisa kayu itu dikerjakannya menjadi allah, menjadi patung sembahannya; ia sujud kepadanya, ia menyembah dan berdoa kepadanya, katanya: "Tolonglah aku, sebab engkaulah allahku!" Yesaya 44:17

Dewa-dewi yang disembah oleh bangsa-bangsa adalah allah-allah ciptaan manusia. Dewa-dewi itu tidak bernyawa juga tidak memiliki roh apalagi kuasa untuk berbuat jahat maupun berbuat baik kepada manusia. Itulah kebenaran yang diajarkan oleh Alkitab dan itulah kebenaran yang harus diajarkan oleh orang Kristen kepada dunia. Mengajarkan dewa-dewi adalah Iblis atau setan-setan berarti menyangkal kebenaran Alkitab. Tindakan demikian disebut penyesatan.