Submitted by bintang seven on

jika ada yg bertanya pada anda "apakah anda yakin anda milik Allah?" sambil menatap si penanya sambil menjaga gengsi yg tak mau runtuh kita menjawab "gw yakin!" atau "pastilah gw milik Allah"

tapi jika si penanya dah berlalu dan anda sendiri di ruang kamar anda pertanyaan itu kembali mengusik jantung anda...benarkah gw milik Allah? darimana gw tau gw milik Allah? keraguan mulai menyergap dan hati mulai semriwing....tapi gw mencoba membela diri  dan menenangkan pikiran:

-.gw kan gak pernah membunuh

-.gak pernah mencuri kecuali mencuri hati si mey mey yg imut itu

-.gw kan rajin ke gereja

-.persepuluhan gak pernah telat

-.bokap gw majelis gereja

-.jadi wl hari minggu dah jadwal gw

-.gw tau doktrin tritunggal

-.gw jago debat

-.gw percaya Allah itu ada!!

 

ah pastilah gw milik Allah!

si b7 terus masuk kamar lo dan dg ceplas ceplos bertanya....terus orang yg gak pernah jadi wl, yg gak jadi majelis gereja, yg suka mencuri apa mereka bukan milik Allah? apa mereka gak selamat? gak salah tuh standart lo?...coba lo buka nih alkitab....gw lempar tuh alkitab terus pas kebuka yakobus 2:19

“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.” (Yak. 2:19)

Tentu saja Rasul Yakobus setuju bahwa semua itu baik, termasuk pengetahuan akan doktrin Kristen itu baik, bahkan bukan hanya baik tetapi merupakan suatu keharusan bagi orang Kristen untuk mengetahui apa yang diimaninya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat menjadi pengikut Kristus tanpa percaya kepada Allah yang benar – Allah menurut Alkitab – seperti yang tertulis di Ibrani 11:6, “... barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang-orang yang bersungguh mencari Dia.”

Maksudnya, jika Anda mengatakan bahwa Anda adalah seorang Kristen dan percaya kepada Allah yang Esa, ini bukan bukti bahwa Anda diselamatkan. Mengapa demikian? Rasul Yakobus mengatakan bahwa setan-setan percaya kepada Allah namun tetap akan dihukum di neraka. Setan percaya akan hal itu –  hal yang sama yang Anda pikir merupakan bukti Anda diterima Allah –  Anda bisa yakin akan hal itu! Lebih lagi, setan-setan bukan saja percaya kepada Allah, mereka juga percaya bahwa Allah adalah Allah yang kudus, Allah yang benar, Allah yang membenci dosa, Allah yang akan melaksanakan penghakiman, dan Allah yang akan menjalankan penghakiman tersebut atas diri mereka. Karena pengetahuan inilah, maka mereka gemetar. Sudah jelas mereka mengenal Allah bahkan jauh lebih solid daripada pengetahuan manusia. Jadi, apakah pengetahuan pengenalan akan Allah menjamin kita masuk sorga? Sama sekali tidak! Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa setan tidak mempunyai pengharapan akan keselamatan.

Kepercayaan mereka akan Allah tidak dapat melepaskan mereka dari hukuman kekal di neraka. Dengan demikian kita memahami bahwa bagi setan, percaya kepada Allah bukan merupakan bukti anugerah keselamatan Allah. Hal ini juga berlaku bagi manusia.

Pengetahuan mereka tentang keberadaan Allah jauh lebih nyata daripada pengetahuan manusia mana pun di dunia ini. Mereka memiliki kemurnian pengetahuan ini karena sejak semula mereka sudah berperang dengan kekuatan kebaikan. Suatu ketika sebelum Tuhan Yesus mengusir setan, mereka berteriak kepada-Nya, “... Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” (Mat. 8:29)

Mari kita pikirkan sekarang, apa yang lebih besar dari pengetahuan setan akan Allah dan emosi mereka terhadap-Nya? Apa yang lebih dashyat dari pengalaman mereka? Namun demikian, seberapa pun dashyatnya pengetahuan dan emosi mereka, mereka tetap tidak kudus. Allah yang kudus, yang menjadi objek kudus dari pemikiran setan tidak membuat pengetahuan dan emosi mereka menjadi kudus.

Matius 8:29 menunjukkan bahwa setan mengenal Tuhan Yesus melebihi siapapun. Mereka mengetahui bahwa Tuhan Yesus akan menghakimi mereka suatu hari kelak karena Dia adalah Allah yang kudus. Tetapi sekali lagi, pengetahuan dan emosi setan yang tulen terhadap hal-hal rohani yang kudus, sama sekali bukan bukti anugerah keselamatan Allah bagi setan. Mereka sudah menunggu hukuman kekal di neraka kelak. Jika manusia tidak melebihi apa yang dimiliki setan, maka bagaimana mungkin manusia tidak mengalami hal yang sama dengan setan? Jika demikian halnya, dapatkah kita katakan bahwa pengetahuan dan emosi kita kepada Allah adalah bukti kita diselamatkan?

pertanyaan ceplas ceplos b7 pun kembali bergulir..jadi perlukah pengetahuan itu? dimanakah posisinya dalam keselamatan? lalu jika kita selama ini masih mengikuti iblis alias dosa lalu apakah itu menunjukkan kita ini bukan milik Allah?

seperti konsep iman b7 bahwa keselamatan adalah karya Tritunggal bhw salib Kristus dan Turunnya Roh Kudus ke dunia adalah pemberian terbesar Allah bagi gereja. Hidup kekal adalah janji terbesar Allah. Hidup kekal diberikan melalui Roh Kudus yang membawa kita untuk taat kepada Kristus. Inilah definisi orang Kristen sejati menurut 1 Petrus 1:2, yang mencakup karya Tiga Pribadi Allah Tritunggal: i) dipilih oleh Allah; ii) dikuduskan oleh Roh Kudus; dan iii) taat pada Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Satu ayat yang mengungkapkan doktrin Predestinasi, Tritunggal, Kesela­matan, dan Karya Roh Kudus dengan begitu tepat, singkat, dan sempurna.

bukankah Yesus Kristus mati utk menanggung seluruh dosamu sampai tuntas? yg sekarang yg telah dan yg akan engkau lakukan? bukankah tuntas berarti anugerah yg sempurna?  IA mati krn hanya dengan jalan itu engkau selamat dg mengalahkan sengat maut? jika engkau takut pastilah engkau masih hidup dlm taurat (=kuasa dosa)dan belum dibebaskan oleh percikan darahNya....lalu mengapa rasul2 dan murid2 di alkitab bisa menjadi begitu yakin akan keselamatannya? suara hati nurani mereka atau ada yg berkata2 kepada mereka?

b7 yakin segala yg kita lakukan tak akan pernah cukup membuktikan kita sbg milik Allah sebelum yg punya memberi kita stempel sbg miliknya bukan apa yg kita lakukan yg memberi bukti tapi apa yg telah Allah kerjakan di dalam kita lah buktinya shg kita berani berkata..."ya Allahku yang besar lihatlah yg telah Engkau kerjakan didalam diriku sehingga hidupku berubah dan menjadi baru sesuai alkitab...thx god...aku tak takut lagi walau masih ada dalam dunia yg menyiksa Engkau dan aku." amin