Submitted by mujizat on

Kesaksian berikut menunjukkan bahwa ilmu kedokteran memberikan kontribusi yang cukup baik dalam pelayanan kesembuhan illahi.

Pak Anton, bukan nama sebenarnya, mendadak mengalami keadaan abnormal, dimana mulut bagian bawahnya, atau rahangnya , merot ke kanan. Sudah dibawa ke dokter spesialis syaraf dan terjadi perbincangan singkat:

Dokter: " Pak Anton, anda mengalami keadaan ini sejak kapan? "

"Sudah 3 bulan pak " jawab pak Anton.

" Tiga bulan? Wah, napa baru dibawa ke sini? " sahut dokter spesialis syaraf itu "  Maaf, biasanya untuk kasus seperti ini, jika lewat 1 bulan saja bisa menjadi cacat tetap " lanjut pak dokter.

Haleluya, ... namun pak Anton tidak menyerah.

Anton : " Pak, bisa dijelaskan secara medis apa yang saya alami ini? Bagian syaraf mana yang terganggu ? "

Lantas dokter itu menggambarkan otak manusia, otak besar, otak kecil, hubungan antara otak yang mengatur syaraf motorik, khususnya yang terkait dengan mulut dan otot disekitar mulut.

"Syaraf yang mengatur gerakan otot bagian kiri mulut Anda lemah, sehingga kalah dengan sisi kanan, makanya mulut bapak merot ke kanan " kata dokter.

"Syaraf nomor tujuh di otak kecil bagian kanan terjepit sehingga tidak berfungsi dengan baik " dokter ahli syaraf itu menambahkan.

" Baik pak, terimakasih buat penjelasannya " kata pak Anton, lalu pulang, membawa resep dokter, dikasih resep obat penguat syaraf. 

Sesampainya di rumah, pak Anton berdoa, ....

" Tuhan Yesus, aku percaya, ketika Engkau mati disalib dua ribu tahun yang lalau, Engkau mati dengan MULUT  PEROT , untuk menanggung kelemahan saya ini, sehingga aku sudah disembuhkan dari keadaan perot ini.

Mari Tuhan, kiranya Engkau kirimkan malaikat-Mu yang ahli dalam hal syaraf, untuk membebaskan syaraf nomor tujuh dari otak kecilku bagian kanan yang terjepit, sehingga berfungsi NORMAL ! Demi nama Yesus. "

Kemudian, sambil melihat ke cermin, mata pak Anton memang masih melihat mulut yang perot, namun beliau menyetel imannya dengan berkata: "Siapa bilang mulutku perot ! Mulutku sudah seimbang, aku cakep sekali, ganteng sekali, demi nama Yesus, AMIN ! "

Tidak berapa lama, keadaan mulut pak Anton sudah sinkron, sudah balance, kaga merot lagi.

Beliau check ke dokter yang sama, dan dokter itu - sambil terheran-heran - menyatakan bahwa pak Anton sudah dinyatakan sembuh secara medis.

Hingga saat inipun, mulut pak Anton normal-normal saja. Puji Tuhan.

MUJIZAT