Submitted by king heart on

Gereja beberapa tahun belakangan ini baik dalam kebaktian umum maupun KKR nya menjadikan artis atau orang tenar sebagai penambah daya tarik supaya orang bisa berbondong bondong menghadiri acara tersebut apapun temanya.

 

Yang saya amati maupun dengar dari orang lain, sering  si artis pergi meninggalkan acara sesudah "tugas" dia selesai ( menyanyi, kesaksian atau lainnya ) sebelum acara inti selesai. Alasan utama biasanya mereka masih ada tugas "melayani" di tempat lain. Dengan cara demikian saya jadi bertanya siapakah yang dilayani? Tuhan, jemaat atau si artis itu sendiri? Saya jadi membandingkan hal ini dengan acara striping sinetron alias kejar tayang. Atau si artis sedang kejar setoran mungkin.

Problem lain adalah keimanan si artis kadang tidak jelas juntrungannya. Jika demikian kenapa mesti ditampilkan? Banyak kasus terjadi ternyata di kemudian hari si artis menyangkali iman Kristennya semisal Johny Indo, KiGendeng Pamungkas, Nur Afni Oktavia dan yang lainnya. Tidakkkah hal ini mempermalukan Kekristenan, dan mengurangi kekudusan mimbar di mana Firman disampaikan? Memang gereja sudah tidak seperti zaman Yesus hidup di mana bait Suci dibagi menjadi Ruang Maha Kudus, Ruang Kudus dan Pelataran di mana setiap area mewakili "derajat kekudusan" masing masing yang boleh memasukinya, namun ini tidak berarti mimbar menjadi boleh dipakai semaunya?

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah si artis tidak memerlukan Firman yang di sampaikan?  Cukupkah pelayanannya itu saja ?

Pertanyaan yang tak kalah pentingnya kemudian, jemaat yang datang dikarenakan si artis atau kebutuhan jemaat akan Firman Tuhan?

Masih banyak pertanyaan lain sebenarnya, tapi saya pikir ini sudah mewakili. Saya hanya ingin share pendapat saya dan mohon juga masukan pendapat pengunjung SS ini mengenai hal ini.